HUBUNGI KAMI

Jual Paranet Murah
Paranet, Paranet Murah, Jual Paranet, Distributor Paranet, Produsen Paranet, Jaring Paranet, Jaring Hitam, Jaring Peneduh Tanaman, Jaring Peneduh Taman, Jaring Peneduh Kolam, Jaring Peneduh Kolam, Paranet 65%, Jaring Paranet 75%, Jaring Paranet 85%, Harga Paranet, Ukuran Paranet, Paranet Roll.

Hubungi Kami
• Phone: 031- 8830487
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 0812.3258.4950 | Whatsapp
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Jejak Nanas: Dari Hutan Amazon Menjadi Simbol Kemewahan Bangsawan Eropa

Hari ini, kita bisa menemukan nanas dengan mudah di pasar tradisional maupun supermarket dengan harga yang terjangkau. 

Baca Juga:

Namun, jika Anda hidup di Eropa pada abad ke-17 atau ke-18, sebuah nanas bukan sekadar makanan, melainkan simbol kekayaan luar biasa yang nilainya setara dengan sebuah kereta kuda atau rumah mewah. Perjalanan buah bersisik ini dari kedalaman hutan Amerika Selatan menuju meja perjamuan raja-raja Eropa adalah salah satu babak paling unik dalam sejarah botani dunia.

Asal-Usul di Jantung Amazon

Nanas (Ananas comosus) diyakini berasal dari wilayah lembah sungai antara Brasil dan Paraguay, di jantung hutan Amazon. Penduduk asli Amerika Selatan, seperti suku Tupi-Guarani, telah membudidayakan buah ini selama ribuan tahun sebelum bangsa Eropa tiba. 

Mereka menyebutnya "nanas" yang berarti "buah yang luar biasa". Bagi mereka, nanas adalah sumber pangan, bahan dasar minuman fermentasi, hingga obat tradisional.

Melalui jalur perdagangan antarsuku, nanas menyebar ke seluruh Amerika Selatan, Amerika Tengah, hingga ke kepulauan Karibia. Di sanalah, pada tahun 1493, Christopher Columbus pertama kali mencicipi buah ini di Pulau Guadeloupe. Terpesona oleh rasa manis yang eksotis dan bentuknya yang unik, Columbus membawa nanas kembali ke Spanyol sebagai persembahan bagi Ratu Isabella.

"Raja Buah" yang Menaklukkan Eropa

Ketika sampai di Eropa, nanas segera mendapat julukan "Raja Buah" (The King of Fruits). Bukan hanya karena mahkota daunnya yang terlihat seperti mahkota raja, tetapi karena kelangkaannya. Iklim Eropa yang dingin dan lembap membuat nanas sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk tumbuh.

Selama hampir dua abad, setiap buah nanas yang ada di Eropa harus diimpor dari Karibia melalui perjalanan laut yang berbahaya. Sebagian besar buah akan membusuk sebelum mencapai pelabuhan London atau Paris. 

Akibatnya, satu buah nanas yang berhasil tiba dalam kondisi segar menjadi barang yang sangat mahal. Harga satu buah nanas pada puncak trennya bisa mencapai £5.000 (dalam nilai mata uang saat ini), sebuah angka yang fantastis hanya untuk satu item makanan.

Simbol Status dan Budaya "Sewa Nanas"

Karena harganya yang selangit, memiliki nanas menjadi cara tercepat bagi kaum bangsawan untuk memamerkan kekayaan mereka. Nanas tidak langsung dimakan; ia akan dipajang di tengah meja perjamuan sebagai pusat perhatian (centerpiece). Kehadiran nanas memberi pesan kepada tamu undangan bahwa tuan rumah memiliki koneksi perdagangan yang luas dan kekayaan yang tak terbatas.

Bahkan, muncul fenomena unik di Inggris abad ke-18: Sewa Nanas. Orang-orang kaya baru yang tidak mampu membeli nanas secara utuh bisa menyewa buah tersebut selama satu malam. 

Nanas sewaan ini akan dibawa ke pesta-pesta untuk dipamerkan di bawah lengan atau diletakkan di meja sebagai simbol status sosial, sebelum dikembalikan ke pemiliknya keesokan harinya untuk dijual kepada orang yang benar-benar mampu memakannya.

Penemuan Greenhouse dan Akhir Eksklusivitas

Obsesi terhadap nanas mendorong para botanis Eropa untuk mencoba menanamnya di tanah mereka sendiri. Setelah banyak kegagalan, pada abad ke-18, ditemukanlah teknologi hothouses atau rumah kaca berpemanas uap yang mampu meniru iklim tropis. Meskipun biaya perawatannya tetap mahal, produksi nanas di dalam negeri mulai menurunkan tingkat kelangkaannya.

Baru pada akhir abad ke-19, dengan munculnya kapal uap yang lebih cepat dan penemuan proses pengalengan oleh James Dole di Hawaii, nanas mulai kehilangan status elitisnya. Buah ini bertransformasi dari simbol kemewahan bangsawan menjadi buah meja yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.


 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jejak Nanas: Dari Hutan Amazon Menjadi Simbol Kemewahan Bangsawan Eropa"

Posting Komentar