Kamis, 20 Juli 2017

Rahasia Sukses Bertanam Jeruk Nipis



Tanaman Jeruk Nipis adalah jenis tanaman yang termasuk dalam suku jeruk-jerukan, tanaman ini tersebar di Asia dan Amerika Tengah juga dikenal sebagai jeruk pecel. Pohon tanaman ini dapat mencapai tinggi 3 sampai 6 meter, bercabang banyak dan berduri, daun lonjong, tangkai daun bersayap kecil. Perbungaan muncul dari ketiak daun dan bunga kecil, putih berbau harum. Buah bulat sampai bulat telur, berwarna hijau sampai kuning dan kulit buah tipis mengandung banyak minyak atsiri. Daging buah berwarna putih kehijauan, sangat asam, mengandung banyak vitamin C dan asam sitrat. Biji banyak, kecil, bersifat poliembrioni. Di Indonesia dapat hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Tumbuh baik di tanah alkali, di tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung. Perbanyakan dengan biji, okulasi atau cangkok. Buah digunakan untuk membuat minuman, obat batuk dan penyedap masakan dan juga sering dipakai untuk menghilangkan karatan dan mencuci rambut.

Cara menanam tanaman jeruk nipis tidaklah mudah. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian 10 sampai 1000 meter diatas permukaan laut. Budidaya Jeruk nipis membutuhkan sinar matahari yang cukup, sehingga harus ditanam di tempat terbuka dan tanpa atap. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan sempurna jika tidak tepat cara menanamnya, maka tidak ada salahnya jika para pembudidaya tanaman ini mengetahui bagaimana cara budidaya tanaman jeruk nipis yang baik.
*Baca juga  Tahapan Paling Mudah Untuk Budidaya Melati, Supaya Rajin Berbunga!

Tanaman ini bisa dikembangbiakkan dengan berbagai cara, yaitu dengan cara generatif, vegetatif, serta gabungan dari kedua cara tersebut.
Cara generative yaitu dengan cara mengambil biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua. Kemudian biji tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari selama 2 sampai 3 hari hingga lendir biji tersebut hilang. Biji yang sudah kering tersebut selanjutnya ditanam di ladang persemaian. Cara ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 5 sampai  6 tahun, untuk menunggu tanaman jeruk nipis berbuah. Akan tetapi, batang pohon yang diperoleh dengan cara generatif ukurannya lebih besar dan lebih kokoh.

Sedangkan Cara Vegetatif bisa dilakukan dengan mencangkok cabang atau ranting pohon jeruk nipis untuk ditanam di lahan tanam. Cabang atau ranting yang akan dicangkok harus dipilih yang umurnya sedang, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Cabang pohon dan kerat kambiumnya dikuliti sampai bersih sepanjang 5 sampai 10 cm, lalu diangin-anginkan selama 1 x 24 jam. Setelah itu, tutup bagian cabang atau ranting yang telah dikuliti dengan tanah dan dibungkus menggunakan sabut kelapa. Ikat kedua ujung sabut tersebut, dan jaga kelembaban cangkokan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah tumbuh banyak akar pada cangkokan, potong cabang atau ranting yang dicangkok dan tanamlah di lahan tanam. Tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pencangkokan akan lebih cepat berbuah, namun memiliki batang yang rapuh, dan lebih mudah terserang penyakit.

Menggabungkan cara generatif dan vegetatif disebut juga dengan istilah okulasi. Cara ini dapat dilakukan jika ada tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pembibitan secara generatif yang memiliki batang kuat dan tahan penyakit. Untuk melakukan okulasi, ambillah mata tunas dari pohon jeruk nipis yang buahnya besar dengan cara mengirisnya dari batang sedalam 1,5 cm. Bersihkan ujung-ujung irisan tersebut hingga berbentuk segi empat.
Buat pula lubang segiempat dengan ukuran yang sama pada batang induk dan masukkan irisan mata tunas tadi ke lubang batang induk. Saat memasukkan atau menempel irisan mata tunas ke batang induk, jaga agar tidak ada kotoran yang menempel pada kambium, karena akan mengganggu proses pertumbuhan mata tunas. Setelah mata tunas ditempelkan, ikat dengan tali plastik. Dua minggu setelah proses okulasi, hasilnya sudah bisa dilihat, apakah berhasil atau tidak. Jika berhasil, mata tunas tersebut akan berwarna hijau segar dan melekat dengan sempurna pada batang induk.

Setelah sukses mealkukan pembibitan selanjutnya kita menyiapkan lahan yang akan ditanami dengan cara dibersihkan dahulu. Setelah dibersihkan kita bisa melakukan penanaman dengan jarak tanam jeruk nipis adalah 4x4meter. Lubang tanam di buat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah bagian atas.  Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk mengairinya, tapi sebaiknya di tanam pada awal musim hujan.

Untuk menjaga agar tanaman tumbuh dengan subur sebaiknya dilakukan perawatan salah satunya dengan melakukan pemupukan. Pemupukan harus dilakukan secara teratur setiap 2 sampai 3 bulan sekali. Jika kondisi tanah subur, pemupukan lanjutan dapat dilakukan setelah tanaman jeruk nipis berumur 4 tahun. Penyiangan tanaman dari rumput dan tumbuhan pengganggu dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi tanah di sekitar tanaman.
*Info harga waring ikan lengkap bisa Anda cek DISINI

Tanaman jeruk nipis berbuah untuk pertama kalinya pada umur 3 tahun, hanya saja buah yang dihasilkan relatif masih sedikit. Untuk memetik buah jeruk nipis dapat digunakan pisau tajam atau gunting pangkas. Cara memetiknya dengan memotong tangkai batang. Buah jeruk nipis yang sudah dipetik, diletakkan dalam keranjang atau wadah lainnya yang diberi alas jerami atau kain yang lembut. Setelah proses pemanenan selesai, bersihkan buah jeruk nipis menggunakan air dan lap dengan kain halus sampai kering. Pisahkan buah jeruk yang berukuran besar dengan yang kecil, dan buang jeruk rusak/terserang penyakit. Masukkan jeruk ke dalam peti sebelum siap untuk dijual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar