Kamis, 20 Juli 2017

Rahasia Sukses Bertanam Jeruk Nipis



Tanaman Jeruk Nipis adalah jenis tanaman yang termasuk dalam suku jeruk-jerukan, tanaman ini tersebar di Asia dan Amerika Tengah juga dikenal sebagai jeruk pecel. Pohon tanaman ini dapat mencapai tinggi 3 sampai 6 meter, bercabang banyak dan berduri, daun lonjong, tangkai daun bersayap kecil. Perbungaan muncul dari ketiak daun dan bunga kecil, putih berbau harum. Buah bulat sampai bulat telur, berwarna hijau sampai kuning dan kulit buah tipis mengandung banyak minyak atsiri. Daging buah berwarna putih kehijauan, sangat asam, mengandung banyak vitamin C dan asam sitrat. Biji banyak, kecil, bersifat poliembrioni. Di Indonesia dapat hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Tumbuh baik di tanah alkali, di tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung. Perbanyakan dengan biji, okulasi atau cangkok. Buah digunakan untuk membuat minuman, obat batuk dan penyedap masakan dan juga sering dipakai untuk menghilangkan karatan dan mencuci rambut.

Cara menanam tanaman jeruk nipis tidaklah mudah. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian 10 sampai 1000 meter diatas permukaan laut. Budidaya Jeruk nipis membutuhkan sinar matahari yang cukup, sehingga harus ditanam di tempat terbuka dan tanpa atap. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan sempurna jika tidak tepat cara menanamnya, maka tidak ada salahnya jika para pembudidaya tanaman ini mengetahui bagaimana cara budidaya tanaman jeruk nipis yang baik.
*Baca juga  Tahapan Paling Mudah Untuk Budidaya Melati, Supaya Rajin Berbunga!

Tanaman ini bisa dikembangbiakkan dengan berbagai cara, yaitu dengan cara generatif, vegetatif, serta gabungan dari kedua cara tersebut.
Cara generative yaitu dengan cara mengambil biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua. Kemudian biji tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari selama 2 sampai 3 hari hingga lendir biji tersebut hilang. Biji yang sudah kering tersebut selanjutnya ditanam di ladang persemaian. Cara ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 5 sampai  6 tahun, untuk menunggu tanaman jeruk nipis berbuah. Akan tetapi, batang pohon yang diperoleh dengan cara generatif ukurannya lebih besar dan lebih kokoh.

Sedangkan Cara Vegetatif bisa dilakukan dengan mencangkok cabang atau ranting pohon jeruk nipis untuk ditanam di lahan tanam. Cabang atau ranting yang akan dicangkok harus dipilih yang umurnya sedang, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Cabang pohon dan kerat kambiumnya dikuliti sampai bersih sepanjang 5 sampai 10 cm, lalu diangin-anginkan selama 1 x 24 jam. Setelah itu, tutup bagian cabang atau ranting yang telah dikuliti dengan tanah dan dibungkus menggunakan sabut kelapa. Ikat kedua ujung sabut tersebut, dan jaga kelembaban cangkokan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah tumbuh banyak akar pada cangkokan, potong cabang atau ranting yang dicangkok dan tanamlah di lahan tanam. Tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pencangkokan akan lebih cepat berbuah, namun memiliki batang yang rapuh, dan lebih mudah terserang penyakit.

Menggabungkan cara generatif dan vegetatif disebut juga dengan istilah okulasi. Cara ini dapat dilakukan jika ada tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pembibitan secara generatif yang memiliki batang kuat dan tahan penyakit. Untuk melakukan okulasi, ambillah mata tunas dari pohon jeruk nipis yang buahnya besar dengan cara mengirisnya dari batang sedalam 1,5 cm. Bersihkan ujung-ujung irisan tersebut hingga berbentuk segi empat.
Buat pula lubang segiempat dengan ukuran yang sama pada batang induk dan masukkan irisan mata tunas tadi ke lubang batang induk. Saat memasukkan atau menempel irisan mata tunas ke batang induk, jaga agar tidak ada kotoran yang menempel pada kambium, karena akan mengganggu proses pertumbuhan mata tunas. Setelah mata tunas ditempelkan, ikat dengan tali plastik. Dua minggu setelah proses okulasi, hasilnya sudah bisa dilihat, apakah berhasil atau tidak. Jika berhasil, mata tunas tersebut akan berwarna hijau segar dan melekat dengan sempurna pada batang induk.

Setelah sukses mealkukan pembibitan selanjutnya kita menyiapkan lahan yang akan ditanami dengan cara dibersihkan dahulu. Setelah dibersihkan kita bisa melakukan penanaman dengan jarak tanam jeruk nipis adalah 4x4meter. Lubang tanam di buat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah bagian atas.  Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk mengairinya, tapi sebaiknya di tanam pada awal musim hujan.

Untuk menjaga agar tanaman tumbuh dengan subur sebaiknya dilakukan perawatan salah satunya dengan melakukan pemupukan. Pemupukan harus dilakukan secara teratur setiap 2 sampai 3 bulan sekali. Jika kondisi tanah subur, pemupukan lanjutan dapat dilakukan setelah tanaman jeruk nipis berumur 4 tahun. Penyiangan tanaman dari rumput dan tumbuhan pengganggu dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi tanah di sekitar tanaman.
*Info harga waring ikan lengkap bisa Anda cek DISINI

Tanaman jeruk nipis berbuah untuk pertama kalinya pada umur 3 tahun, hanya saja buah yang dihasilkan relatif masih sedikit. Untuk memetik buah jeruk nipis dapat digunakan pisau tajam atau gunting pangkas. Cara memetiknya dengan memotong tangkai batang. Buah jeruk nipis yang sudah dipetik, diletakkan dalam keranjang atau wadah lainnya yang diberi alas jerami atau kain yang lembut. Setelah proses pemanenan selesai, bersihkan buah jeruk nipis menggunakan air dan lap dengan kain halus sampai kering. Pisahkan buah jeruk yang berukuran besar dengan yang kecil, dan buang jeruk rusak/terserang penyakit. Masukkan jeruk ke dalam peti sebelum siap untuk dijual.

Selasa, 04 Juli 2017

Tahapan Paling Mudah Untuk Budidaya Melati, Supaya Rajin Berbunga!


Melati termasuk tumbuhan bunga hias seperti perdu berbatang berdiri tegak yang hidup secara menahun. Melati dalam arti luas bisa dibudidayakan guna aroma yang khas pada bunga yang dihasilkan.

- Pengolahan Lahan & Penanaman

Langkah pertama yakni pengolahan lahan maupun media tanam. Yang perlu Anda lakukan pada persiapan lahan ialah membersihkan area dari hama gulma. Kemudian lahan diproses dengan cara dibajak ataupun dicangkuli sampai tanah gembur. Tahap berikutnya ialah pembentukan bedengan guna menanam bunga melati.
#Baca juga Jual Paranet atau Shading net Untuk Pertanian

Sesudah bedeng dibuat, harus Anda lakukan pengapuran guna menyamakan pH tanah. Bisa memakai kapur kalsit, dolomite, kapur bakar, maupun kapur hidrat pada tahap ini. Lalu untuk pupuk yang digunakan yaitu pupuk kandang memakai dosis 10-30 ton tiap hektar.

Kalau lahan sudah siap, Anda bisa mengerjakan penanaman. Tahap ini dimulai dengan membuatkan lubang pada area lahan yang sudah disediakan. Per lubang tanam bisa diisi 1 bibit bunga melati yang diperoleh dari polybag. Untuk jarak tanam bisa beragam sesuai dengan varietas, kesuburan tanah, serta bentuk kultur budidaya. Pada umumnya jarak tanam yang sering dipakai ialah 1 x 1,5 m tiap pohon.

- Pemeliharaan & Pemupukan

Untuk tahapan pemeliharaan yang harus Anda kerjakan ialah penyulaman tanaman, pemupukan, penyiangan, pengairan, dan pembasmian hama.

Tahap penyulaman termasuk bagian terpenting pada proses menanam bunga melati yang bertujuan mengganti tanaman bunga melati yang mati dengan tumbuhan yang baru. Dasarnya, cara penyulaman sama dengan cara penanaman cuma saja langkah ini dikerjakan dilubang tanam yang bibitnya harus diganti memakai bibit baru. Penyulaman lebih baik dikerjakan kurang dari 1 bulan sesudah langkah penanaman yang bertujuan guna mempraktiskan tahap pemeliharaan untuk ke depannya.
*Ingin tahu harga paranet terupdate?? langsung saja klik DISINI

Penyiangan dimaksudkan guna menjaga kebersihan area lahan dari gulma. Pemupukan bisa dikerjakan sekitar 3 bulan sekali. Pupuk yang bisa dipakai seperti KCl, Urea serta STP. Pengairan pula, penting dalam perawatan tanaman ini sebab tumbuhan ini tergolong tanaman yang bergantung pada ke tersediaan air. Guna membasmi hama bisa dikerjakan memakai pestisida serta zat perangsang perkembangan.

Jual Paranet atau Shading net Untuk Pertanian


Berbisnis di bidang pertanian memang tidak ada matinya. Hal ini dikarenakan masyarakat dunia membutuhkan hasil pertanian tersebut. Sehingga membuat permintaan akan hasil pertanian tersebut terus meningkat dalam jumlah yang sangat besar. Ditambah lagi dengan kesadaran akan mengkonsumsi berbagai jenis Sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar dan baik.

Namun selain mendapat keuntungan yang besar, berbisnis di bidang pertanian ini tidak lah mudah, para petani juga sering mengalami berbagai macam gangguan yang dapat membuat gagal panen. Biasanya hal ini disebabkan oleh gangguan cuaca atau hama tanaman. Contoh gangguan cuaca ini salah satunya adalah hujan lebat dan angin kencang yang dapat membuat tanaman kita rusak. Hujan lebat juga bisa merusak bibit tanaman. Hal ini dikarenakan Bibit tanaman belum memiliki akar kuat dan rentan, sehingga ketika tanah yang ada di sekelilingnya habis tersapu hujan, bibit tanaman pun ikut tersapu.

Lalu ada juga gangguan dari hewan-hewan pengganggu atau hama tanaman. Hewan-hewan pengganggu ini contohnya adalah burung, ayam, kambing, yang dimana para hewan sering menggangu tanaman, memakan tanaman hingga merusaknya. Lalu bagaimana solusi dari berbagai masalah yang disebutkan sebelumnya?

# Baca juga Mengenal Berbagai Macam Jenis Paranet/Shading Net

Seiring berjalannya waktu ditemukanlah solusinya dari inovasi si pembuatnya, yaitu dengan menggunakan paranet. Paranet adalah perangkat yang berbentuk jaring. Paranet awalnya digunakan untuk mengurangi intensitas sinar matahari yang langsung ke lahan atau tanaman. Namun lama kelamaan, para petani memanfaatkan untuk hal yang lain. Manfaat lain dari paranet untuk membantu usaha di bidang pertanian adalah:

1. Paranet untuk menahan sinar matahari agar tidak melukai tanaman.
Dengan menggunakan paranet, anda tidak perlu cemas lagi akan masalah teriknya matahari yang berlebihan langsung menuju tanaman. Kita bisa mengontrol dan mengurangi sinar matahari yang datang ke lahan pertanian atau tanaman hanya dengan menggunakan paranet. Paranet memiliki kerapatan yang beragam, yang dimana keberagaman tersebut membedakan jumlah persentase sinar matahari yang dapat dihalaunya. Misalnya anda memiliki paranet dengan kerapatan 65%, itu artinya sebesar 65% sinar matahari dapat dihalau supaya teriknya cahaya matahari tidak sampai langsung ke tanaman, dan hanya sekitar 25% saja sinar matahari yang sampai ke tanaman atau lahan.

2. Paranet untuk menahan air hujan dan angin.
Dengan menggunakan paranet, anda tidak perlu cemas akan masalah hujan yang terlalu lebat dan angina terlalu kuat. Hal ini dikarenakan paranet dapat memecah butiran hujan dan membuyarkan tenaga angin yang berhembus. Dengan menggunakan paranet, hujan akan dipecah menjadi butiran-butiran kecil, lalu juga menurunkan tekananannya, sehingga dapat melindungi tanaman ataupun lahan pertanian. Hal serupa juga berefek pada angin.

3. Paranet dapat mengontrol ventilasi udara dan temperatur.
Meskipun udara dihalangi oleh paranet, udara tersebut tetap dapat melewati paranet, tapi dengan tekanan yang rendah. Artinya paranet akan tetap mempertahankan sirkulasi udara ke tanaman dan lahan dengan baik. Hal ini tergantung kerapatan dari paranet tersebut. Sehingga suhu tanaman dan udara tetap terjaga.

# Jangan lewatkan Tips Memilih Paranet Yang Benar

4. Paranet dapat melindungi tanaman dari serangan hewan pengganggu.
Dengan menggunakan paranet, hewan seperti burung yang ingin memakan hasil pertanian pun akan kesulitan, karena jaring paranet ini dapat melindungi tanaman-tanaman tersebut dari gangguan hewan pengganggu.

Untuk anda yang ingin memanfaatkan Paranet untuk usaha anda, anda bisa menghubungi kami. Kami menjual berbagai perlengkapan atau peralatan di bidang pertanian, salah satunya Paranet yang disebutkan tadi di atas. Info harga paranet silahkan klik DISINI, atau ;angsung hubungi kami di SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277.

Selasa, 20 Juni 2017

Paranet untuk Jaring Dasar Kolam Tambak Anda

Ikan adalah salah satu komoditas peternakan yang paling diminati untuk dijadikan bisnis usaha ternak. Dengan rasanya yang enak dan mengandung gizi tinggi, ikan sangat digemari untuk dikonsumsi. Orang Jepang misalnya, sangat gemar mengkonsumsi ikan karena kandungan gizinya yang tinggi, bahkan Jepang menjadi Negara pengkonsumsi ikan terbesar di dunia. Masyarakat Indonseia juga sangat menggemari ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut. Apalagi jika dimasak dengan bumbu khas daerah yang mantap, akan membuat citarasa ikan semakin enak dan makin digemari.

Ikan adalah hewan air yang bernafas dengan menggunakan insang dan hanya bisa hidup di dalam air, meskipun ada beberapa jenis ikan yang bisa hidup di luar air, namun itu hanya dalam beberapa saat saja dan setelahnya akan mati. Ikan biasanya dipelihara oleh masyarakat untuk jadikan hiasan dan ada pula yang dipelihara untuk dikonsumsi.


Biasanya ikan dipelihara di kolam, akuarium, atau tambak. Namun, memelihara ikan di tambak memiliki kelebihan tersendiri, yakni: 
1. Pertama, biaya pembuatan tambak lebih hemat dibandingkan membuat kolam, karena kolam tambak tidak diperlukan tempat khusus untuk pemeliharaan karena tambak memanfaatkan luasan sumber air yang ada. Misalnya tambak di pinggiran danau, di dekat pantai, atau di sungai. Sehingga tidak perlu membeli atau menyewa lahan untuk pemeliharaan. Selain itu, tambak tidak membutuhkan irigasi air tambahan, karena air sudah tersedia dalam jumlah banyak di danau, di sungai, atau di laut. 

2. Kelebihan yang kedua adalah ikan akan tetap bisa hidup di habitat aslinya, sehingga pemeliharaan khusus seperti pengkondisian kejernihan air, suhu air, pH air, dan sebagainya tidak perlu dilakukan, karena semua itu terjadi secara alami oleh alam.

3. Kelebihan ketiga adalah sebagian besar makanan ikan akan disediakan oleh alam, seperti lumut, plankton, ikan-ikan kecil semua tersedia di alam. Sehingga akan menghemat penggunaan pakan ikan tambahan.

Jika biasanya peda dasar pada kolam adalah berupa beton atau terpal, pada kolam tambak, dasar kolam menggunakan jaring. Penggunaan jaring dimaksudkan agar air dapat mengalir dengan lancar dan tersedia setiap saat bagi ikan. Namun syarat jaring yang digunakan harus mampu untuk menahan ikan agar tidak kabur keluar dari tambak. Lubang-lubang di jaring harus lebih kecil dengan ukuran ikan namun tetap dapat dilewati air dengan lancar. Dan jaring yang tepat untuk dasar kolam tambak dan recommended adalah jaring paranet.

Paranet dapat menjadi solusi pemdasar kolam di tambak. Paranet tersedia dalam berbagai ukuran kerapatan lubang. Yakni paranet 45%, paranet 50%, paranet 65%, paranet 75%, paranet 80%, dan paranet 90%. Semakin besar persentase kerapatan, maka semakin rapat lubang paranetnya. Biasanya dalam pertanian paranet diperuntukan bagi tanaman untuk mengatur sinar matahari ke tanaman. Pemilihan paranet disesuaikan dengan kebutuhan tanaman akan sinar matahari. Contoh misalnya pada paranet dengan kerapatan 65%, artinya  sinar matahari yang mampu dihalangi paranet sebesar 65%. Dengan kata lain sinar matahari yang masuk ke lahan sebanyak 35%. Namun dalam penggunaannya untuk dasar kolam tambak, kerapatan paranet berarti disesuaikan dengan ukuran ikan. Kerapatan paranet harus lebih kecil dari ukuran ikan, namun tetap mensirkulasikan air dengan baik. 


Bahan paranet juga tersedia beragam, ada yang terbuat dari bahan plastik, nilon, kawat, atau tambang. Karena paranet digunakan di dalam air, sangat direkomendasikan untuk menggunakan paranet bahan plastik atau tambang karena lebih kuat untuk menghalau arus dan lebih awet. Biasanya paranet lokal bisa digunakan untuk 2 sampai 3 tahun lamanya. Paranet plastik juga lebih mudah dibersihkan karena kotoran hanya menempel di permukaan saja, tidak masuk ke serat bahan. Sehingga lumpur dan lumut yang ada di paranet mudah untuk dibersihkan. 

Rabu, 14 Juni 2017

Bertanam Bayam Organik di Rumah, Mudah, Murah, dan Sehat

Bertanam Bayam Organik
Bayam adalah sayuran yang bergizi, mengadung zat besi yang bisa mencegah anemia. Sangat disukai anak-anak ataupun orang dewasa. Bagi Anda yang memiliki pekarangan menganggur di sekitar rumah, bisa dimanfaatkan untuk menanam bayam. Bisa untuk dikonsumsi sendiri sekaligus mendukung go green menimbulkan kesan segar dan hijau di sekitar rumah karena tanaman pada dasarnya menambah kesegaran udara di sekitarnya.

Cara bertanam bayam sangat mudah, untuk ditanam di pekarangan kita bisa memanfatkan media pot ataupun baskom. Media yang digunakan adalah tanah, bukan media air atau hydroponic. Siapa saja bisa melakukannya asalkan memahami caranya. Bayam bukan tanaman musiman dalam artian bisa tumbuh sepanjang tahun asalkan cukup air dan sinar. Jenis bayam ada 3 macam, yaitu bayam cabut, bayam petik dan bayam yang biasa dicabut dan juga sekaligus dapat dipetik.

# Baca juga Cara Budidaya ' Emas Hijau' (Vanili) Yang Menguntungkan

Bagaimanakah cara bertanam bayam? Berikut hal-hal yang harus dipersiapkan :
1. Persiapan Bibit Bayam
Bayam dikembangbiakkan melalui biji. Untuk mendapatkan biji yang berkualitas, maka pilihlah biji yang sudah cukup tua (biji tua bisa anda dapatkan dari bayam yang telah berusia diatas 3 bulan). Jika anda belum ingin menanamnya, anda bisa menyimpannya terlebih dahulu untuk jangka waktu maksimal 1 tahun ke depan. Jika ingin praktis dan yakin bijinya berkualitas anda bisa langsung membeli biji bayam organik di toko pertanian.

2. Persiapan Media Tanam
Persiapkan tanah yang akan digunakan sebagai media tanam idealnya terdiri dari 3 komponen yaitu campuran antara tanah, pasir dan pupuk, untuk pupuk anda bisa menggunakan pupuk organik. Setelah ketiga komponen diatas dicampur, diamkan terlebih dahulu kurang lebih selama 4 hari dalam kondisi yang lembab. Hal ini bertujuan agar kandungan unsur hara yang ada pada tanaman semakin besar.

Paranet Berkualitas Merk SURYA
Setelah itu tanah siap dimasukkan ke dalam pot lalu bubuhi kembali dengan pupuk organik dan biarkan selama 2 atau 3 hari. Tiga hari kemudian taburkan benih di atas pot lalu di atas benih taburkan tanah secukupnya agar benih tertutup tanah. Kemudian siram pot yang sudah ditaburi biji bayam tadi, sirami setiap hari. Setelah biji mulai tumbuh kecil kita harus hati-hati saat menyiram karena rentan rusak. Apalagi jika terkena hujan besar berpotensi gagal panen nantinya.

Untuk melindungi tanaman dari hujan besar dan juga menjaga agar tetap mendapatkan sinar matahari cukup kita bisa menggunakan paranet. Paranet adalah jaring yang pada awalnya digunakan sebagai peneduh untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam lahan pertanian. Namun dalam penggunaannya saat ini telah meluas juga untuk menahan air hujan dan angin yang dapat merusak tanaman budidaya kita.

Tingkat kerapatan jaring paranet dinyatakan dalam satuan presentase. Semakin tinggi presentasenya maka semakin rapat jaring tersebut. Sebagai contoh paranet 75% dibandingkan paranet 85%, kemampuan menahan sinar dan hujan lebih tinggi paranet ukuran 85%.

# Jangan lewatkan Paranet Harga Murah

Dengan kerapatannya, paranet dapat memecah butiran hujan agar tidak langsung mengenai bibit bayam atau tanaman bayam yang masih kecil. Jika hujan langsung mengenai tanaman atau tanah, tanah akan terkikis dan dapat merusak tanaman. Selain itu dengan paranet tanaman bayam tidak terpapar sinar matahari terlalu banyak, karena jenis tanaman bayam tidak membutuhkan sinar matahari yang terlalu banyak dan bisa layu jika kekurangan air. Untuk membeli paranet dengan berbagai merk dan kualitas, anda bisa menghubungi toko kami.

3. Pemupukan
Gunakan pupuk organik atau pupuk organik cair. Pemupukan dilakukan sekitar 2 minggu sejak benih ditaburkan.

4. Masa Panen
Bayam dipanen setelah tinggi tanaman kira-kira 20 cm, biasanya tinggi sedemikian tercapai pada umur 1 sampai 1,5 bulan setelah ditanam bijinya. Cabut akar bayam dengan hati-hati lalu cuci dan bersihkan tanah yang menempel di bawah air yang mengalir. Bayam siap dikonsumsi dan diolah menjadi hidangan yang lezat. Mudah bukan?

Sabtu, 10 Juni 2017

Begini Cara Yang Benar Saat Budidaya Mint di Pot! Tertarik Mencoba?


Mungkin Anda cukup tahu apa itu tanaman/daun mint? Yup, tanaman penghasil aroma menthol ini umumnya terdapat pada permen serta obat batuk. Mint pula sering dipergunakan dalam bahan industri obat kumur. Sedangkan di lingkungan rumah, mint dapat dimanfaatkan guna memberikan perasa bagi makanan serta minuman.

1. Persiapan Penanaman
Dengan mengembangkan akar didalam air ini mempunyai sisi keuntungan sebab Anda bisa menengok pertumbuhan akar jadi akan lebih menyakinkan Anda kalau tanaman mint tersebut sukses tumbuh. Supaya akar tanaman mint tumbuh pesat, Anda bisa mencelupkan pangkal pangkasan tangkai di hormon penumbuh akar semisal madu sebelum akan ditanam pada media tanam.

*Baca juga Para-para Praktis dengan Paranet pada Tanaman Pare

2. Penyiapan Media Tanam
Untuk media tanam lebih baik disediakan sebelum Anda akan melakukan penanaman mint di dalam pot. Anda bisa memperoleh media tanam yang telah siap atau mencampurnya dengan bahan yang gampang dijumpai di sekeliling rumah Anda, seperti dengan mencampur adukkan tanah kebun, pasir serta pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 3:1:1.
Pot yang digunakan perlu dipastikan mempunyai lubang air pada sisi bagian bawah.
Letakkan pecahan genteng, kedalam pot sekitar 1-2 cm guna menahan media tanam supaya tak gampang terbawa air.
Lalu tambah dan masukkan media tanam kedalam pot yang telah siap.

Polybag Tanaman
3. Penanaman
Berikut adalah langkah menanam mint di pot yang sudah diisikan media tanam sebelumnya, caranya sebagai berikut :

- Bikin lubang pada tengah pot yang sudah diisi media tanam.
- Tanam 1 batang mint pada dalam lubang tersebut.
- Tutup kembali lubang memakai media tanam serta padatkan pada sekelilingnya, supaya tanaman mint bisa berdiri dengan tegak lurus.
- Taruhkan pot tanaman mint tersebut pada tempat yang memperoleh cahaya matahari yang stabil, namun jangan agak panas.
- Sirami tanaman seperlunya dan secukupnya.

4. Perawatan & Pemeliharaan
- Proses penyiraman dikerjakan ketika awal penanaman memakai air secukupnya.
- Penyiraman diteruskan kembali ketika daun tunas telah tumbuh yaitu menyiramnya 1 kali sehari secara rutin.
Jangan menyirami tanaman mint sering-sering, sebab tanaman ini gampang sekali untuk membusuk.
- Cabuti rerumputan liar yang terdapat didalam pot.
- Kerjakan pemangkasan yakni dengan memetik pucuk-pucuk daun mint dengan berkala supaya mint Anda tak tumbuh lumayan tinggi serta buang daun-daun yang telah tua.

*Info harga segala macam plastik pertanian bisa Anda klik DISINI

5. Pemanenan
Untuk langkah pemanenan sendiri, daun mint bisa dipanen sesudah memasuki umur 6 bulan. Cara memanennya bisa dikerjakan dengan memetik daun yang telah berusia 2 minggu.

Minggu, 28 Mei 2017

Para-para Praktis Dengan Paranet Pada Tanaman Pare


Pare adalah tumbuhan merambat dengan buah yang panjang dan runcing pada ujungnya serta permukaan bergerigi, rasanya pahit. Pare tumbuh baik di dataran rendah dan dapat dibudidayakan, atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar. Setidaknya ada 3 macam pare yang dapat kita jumpai yait pare putih, pare hijau dan pare panjang (pare belut/pare ular).

Info Praktis Pembuatan Lanjaran
Untuk menghemat penggunaan kayu atau bambu dalam pembuatan lanjaran atau para-para pada tanaman pare, kita bisa menggunakan bahan lain misalnya paranet. Para-para atau lanjaran dengan paranet (anyaman plastik) cukup praktis dan biayanya murah.

*Info harga paranet termurah bisa langsung klik DISINI

Hal yang perlu dilalukan sebelu, budidaya pare adalah :
- Persiapan Lahan
Anda bisa langsung menanamnya di lahan, sebelumnya gemburkan dulu tanahnya dengan dicangkul , berikan pupuk kandang atau kompos, aduk dengan tanah sampai rata. Anda bisa juga menanamnya di pot atau polybag ukuran 35 cm x 35 cm. masukan kedalam pot atau polybag campuran tanah dan pupuk kandang.

- Penanaman
Tugal/buat lubang dengan jarak tanam 0,75 m x 0,75 m dengan satu lubang diisi 2 benih. Tutup lubang dengan tanah kemudian siram. Untuk menanam di polybag atau pot maka buatlah 1 lubang saja kemudian masukan benih pare kemudian timbun dan siram. Penyulaman dilakukan apabila ada biji yang tidak tumbuh, penyulaman dilakukan 1 MST.

- Pengajiran
Berikanlah ajir/penyangga tanaman karena tanaman pare mempnyai sulur yang digunakan untuk merambat. Ajir menggunakan bamb ukuran panjang 2 m atau bisa juga dirambatkan ke pagar halaman rumah sehingga anda tidak perlu membuat ajir. Bisa juga dengan membuat para-para atau membetangkan tali rafia. Penyiangan dilakukan apabila ada gulma/rumput yang mengganggu. Untuk hasil yang maksimal lakukanlah pemangkasan atau pemotongan pucuk tanaman pada usia 3 MST dan 6 MST. Tujuannya agar muncul banyak cabang sehingga dari cabang-cabang tersebut nantnya akan muncul banyak bunga. Penyiraman dilakukan seperlunya saja periksalah kondisi kelembaban tanahnya.

*Baca juga Waspada! Inilah Hama Pengacau Yang Sering Mengganggu Tanaman Anggrek

- Pemupukan dan Pengendalian Hama
Pemupukan susulan diberikan pada usia 2 MST dan 6 MST. Pengendalian hama seperlunya saja apabila terlihat ada gejala penyakit atau serangan hama. Untuk pare buah muda bisa dilakukan pembungkusan dengan plastic untk melindungi serangan lalat buah dan serangga lainnya. Panen pertama sudah bisa dilakukan pada usia tanaman menginjak 2 bulan. Gunakan pisau atau gunting untuk memotong tangkai buah.