Kamis, 19 Mei 2016

Kegunaan Paranet untuk Budidaya Tanaman

Dalam kegiatan budidaya tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura, tanaman hias dan lainnya sering kali kita mengalami berbagai gangguan yang menyebabkan kegagalan budidaya yang kita lakukan. Gangguan ini bisa diakibatkan gangguan cuaca maupun hama tanaman. Gangguan cuaca seperti hujan lebat dan angin kencang sering kali membuat kita gagal panen. Hujan lebat dan angin kencang dapat meruntuhkan tanaman, biasanya pada tanaman padi. Hujan lebat juga dapat merusak bibit tanaman. Bibit tanaman yang belum memiliki akar kuat dan dalam biasanya terkeluarkan dari tanah, karena tanah di sekelilingnya habis tersapu hujan.

Gangguan cuaca lain misalnya cuaca panas dan sinar matahari yang berlebihan, untuk beberapa tanaman kondisi seperti cocok untuk pertumbuhannya. Misalnya tanaman anggrek, hanya membutuhkan sinar matahari sekitar 20% sampai 30% saja. Jika sinar matahari berlebihan lebih tinggi dari itu, maka tanaman anggrek akan rusak. Namun disisi lain juga jika sinar matahari terlalu sedikit, anggrek tidak akan tumbuh dengan baik.

Gangguan bagi tanaman juga biasanya berasal dari hewan-hewan pengganggu atau hama tanaman. Hewan-hewan pengganggu seperti burung, ayam, kambing, sering menggangu tanaman. Misalnya burung, sering memakan bulir padi di sawah. Bahkan petani harus kerepotan memasang orang-orangan sawah dan mengontrol setiap pagi dan sore untuk mengusir burung-burung tersebut.

Apakah ada solusi untuk semua masalah itu? Tentu ada. Solusinya adalah dengan menggunakan paranet. Paranet adalah semacam jaring yang pada awalnya diperuntukan untuk mengurangi intensitas sinar matahari ke lahan atau tanaman. Namun ternyata, tidak hanya itu. Paranet khususnya bagi budidaya tanaman memiliki banyak manfaat lain, diantaranya adalah:

1.Menaungi dan menahan sinar matahari agar tidak melukai tanaman.
Dengan menggunakan paranet, sinar matahari ke lahan atau tanaman dapat di atur sesuai kebutuhan. Beberapa jenis tanaman tidak menyukai sinar matahari berlebihan. Karena akan melukai tanaman tersebut. Misalnya tanaman anggrek, biasanya hanya membutuhkan sinar matahari dalam jumlah sedikit, yakni antara 20% sampai 30% saja. Jika sinar matahari terlalu banyak, bunga anggrek dapat terluka yang ditandai dengan bagian seperti terbakar dan kering. Jika dibiarkan ini akan membuat anggrek tidak akan terlihat cantik dan menurunkan nilai jualnya.

Paranet dapat mengontrol dan mengurangi sinar matahari ke lahan atau tanaman. Dengan kerapatan yang beragam, paranet dapat dipilih sesuai kebutuhan. Kerapatan paranet menunjukan persentase sinar matahari yang dapat dihalaunya. Misalnya saja paranet dengan kerapatan 65%, artinya sebanyak 65% sinar matahari dapat dihalau agar tidak sampai ke tanaman, dan hanya 25% saja yang sampai ke tanaman atau lahan.

2.Membantu menahan air hujan dan angin.
Dengan kerapatannya, paranet dapat memecah butiran hujan dan membagi tenaga angin yang berhembus. Butiran hujan yang jatuh dari langit memiliki tekanan tinggi, jika hujan ini langsung mengenai tanaman atau tanah, maka tanah akan terkikis dan dapat merusak daun tanaman. Dengan paranet, hujan akan dipecah menjadi butiran kecil dan menurunkan tekananannya, sehingga aman bagi tanaman maupun lahan. Hal serupa juga terjadi pada angin.

3.Mengontrol ventilasi udara dan temperatur.
Meskipun udara dihalangi dengan paranet, namun udara tersebut tetap dapat melewati paranet namun dengan tekanan yang rendah. Artinya adalah paranet tetap mempertahankan sirkulasi udara ke tanaman dan lahan dengan baik. Sehingga suhu tanaman dan udara tetap terjaga agar tidak terlalu tinggi.

4.Melindungi tanaman dari serangan burung atau hewan pengganggu.
Nah itulah beberapa manfaat penggunaan paranet khususnya untuk budidaya tanaman dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Mulai dari bidang pertanian, peternakan sampai perikanan, paranet bisa dimanfaatkan. Segera gunakan paranet sekarang juga, dan dapatkan manfaatnya bagi tanaman Anda.

Minggu, 08 Mei 2016

Paranet Untuk Melindungi Bibit Tanaman dari Hujan

Dalam kegiatan membudidayakan tanaman pasti diawali dengan tahap pembibitan. Pembibitan adalah kegiatan menanam benih berupa biji atau bagian tanaman lainnya untuk mendapatkan tanaman awal dengan umur dan ketinggian tertentu hingga siap untuk di tanam di lahan atau disebut dengan tahap penyemaian. Tahap pembibitan juga bermanfaat agar tanaman dapat beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi lingkungan terutama kondisi tanah. Selain itu, tanaman akan memiliki akar yang cukup untuk tumbuh dan menyerap nutrisi dari tanah.

Namun di lapangan tahap pembibitan tanaman ini seringkali mengalami kendala, terutama kendala cuaca. Contohnya ketika musim hujan. Air hujan dapat merusak bibit tanaman. Akar bibit yang masih kecil dan belum mampu mencekram tanah dengan kuat tidak akan mampu menahan arus hujan. Hujan dengan tekanan tinggi jatuh akan menimpa lahan dan tanaman. Hujan akan mengikis sebagian tanah di permukaan hingga kedalaman tertentu, sehingga bibit tanaman dapat keluar dari tanah dan akhirnya tumbang bahkan bisa tersapu air hujan. Tentunya hal ini tidak Anda inginkan. Berapa banyak kerugian yang akan Anda tanggung jika bibit tanaman Anda rusak?. Solusi dari masalah ini adalah dengan menghalau datangnya hujan dan mengurangi tekanan jatuhnya hujan ke lahan atau tanaman, yakni dengan menggunakan penghalang. Paranet adalah solusinya.

Paranet adalah sebuah perangkat semacam jaring yang pada awalnya diperuntukan hanya untuk pertanian. Paranet awalnya difungsikan untuk mengahalau sebagian besar sinar matahari yang dating ke lahan atau tanaman dan sebagian lagi sinar tersebut diloloskannya. Namun paranet juga dapat digunakan untuk menghalau dan mengurangi tekanan air hujan yang dapat merusak bibit tanaman. Adapun cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
1. Siapkan bambu atau kayu selebar 4-5 sentimeter dan panjang 1 meter dengan jumlah sesuai kebutuhan.

2. Kemudian tancapkan kayu atau bambu tersebut mengelilingi area yang ditanami bibit tanaman. Jarak antar kayu atau bambu sekitar 1 meter.

3. Lalu pasang paranet di bagian atas lahan. Permukaan paranet menghadap ke lahan. Jarak antar pucuk tanaman bibit ke paranet tergantung jenis tanaman. Jika bibit adalah tanaman kayu, maka jarak pucuk ke paranet biasanya antara 20-30 cm saja. Namun jika yang ditanaman adalah bibit tanaman sayur, maka ketinggian paranet ke lahan sekitar 80-100 cm. Jarak pada tanaman kayu lebih dekat karena bibit kayu memiliki akar lebih kuat dan batang lebih tinggi sampai siap di tanam.

4. Pada kayu atau bambu yang telah ditancapkan tadi, disetiap kayu atau bambu paranet di ikat dengan tali plastik atau tali rapia. Penggunaan tali plastik agar tidak merusak paranet dan memudahkan kita dalam melepasnya.

5. Jika Anda juga ingin sekaligus menghalau hewan-hewan penggangu seperti ayam, kucing, dan anjing Anda bisa menggunakan paranet di sekelilingnya. Namun perlu diberi jarak kosong antara paranet atap dengan paranet samping untuk memaksimalkan aerasi udara bebas dan memudahkan pengontrolan.

Nah mudah bukan membuat pelindung bibit tanaman Anda dari hujan. Untuk ukuran paranet anda dapat menggunakan sesuai kebutuhan. Karena semakin besar ukuran paranet maka paranet akan semakin rapat dan semakin kuat. Namun Anda juga perlu mempertimbangkan kebutuhan bibit tanaman akan sinar matahari. Mungkin Anda bisa menggunakan paranet dengan kerapatan 75-80%. Dengan menggunakan paranet, selain membantu menahan air hujan juga membantu mengurangi sinar matahari.

Pada tahap pembibitan atau di awal-awal tanaman tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari. Anda bisa menggunakan paranet berbahan plastik. Karena selain lebih tahan cuaca juga lebih mudah dibersihkan. Soal bajet Anda tidak perlu khawatir. Harga paranet relatif terjangkau dan dapat bertahan lama sampai 3 tahun. Bahkan untuk beberapa paranet impor, bisa bertahan hingga 5 tahun, namun harganya sedikit lebih mahal tentunya. Begitulah bahasan paranet untuk melindungi bibit tanaman dari hujan, semoga bermanfaat.
# Jangan lewatkan baca juga Pabrik Paranet, Jual Paranet Jaring Peneduh Tanaman Merk Surya.

Senin, 18 April 2016

Paranet Solusi Praktis Kakaban Peternakan Ikan Lele Anda

Anda seorang peternak ikan lele? Bila iya tentu anda sudah sangat paham dengan episode-episode perkembangbiakan ikan lele. Salah satu episode dari perkembangbiakan ikan lele adalah proses pemijahan. Pemijahan adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Setelah proses pemijahan tersebut biasanya induk ikan lele akan mengeluarkan telurnya. Ketika telur-telur tersebut dikeluarkan oleh induknya dibutuhkan medium sebagai tempat meletakan bakal calon ikan lele yang disebut dengan kakaban.

Pada umumnya peternak ikan lele akan menggunakan kakaban yang berbahan dasar ijuk. Sayangnya saat ini ketersediaan kakaban yang terbuat dari ijuk sangatlah langka. Ketidaktersediaan ijuk dengan kualitas baiklah yang menyebabkan kelangkaan kakaban yang terbuat dari ijuk. Hal inilah yang melatar belakangi para peternak ikan lele beralih ke kakaban yang terbuat dari paranet.

Paranet adalah sebuah jaring yang terbuat dari plastik atau nylon. Paranet  atau shading net merupakan jaring peneduh atau penghalang sinar matahari dari tanaman. Dahulu paranet hanya digunakan dibidang pertanian saja, namun seiring dengan perkembangan zaman paranet banyak juga digunakan dibidang-bidang lain selain pertanian. Seperti saat ini paranet banyak digunakan dibidang peternakan, khususnya dikalangan peternak ikan lele. Para peternak ikan lele menggunakan paranet sebagai kakaban telur ikan. Kakaban dari paranet dipilih para peternak karena paranet lebih mudah didapatkan dibandingkan dengan ijuk.

Selain itu harga paranet juga tergolong lebih murah bila dibandingkan dengan ijuk, karena kakaban yang terbuat dari paranet akan lebih awet dibandingkan dengan kakaban yang terbuat dari ijuk. Kakaban dari paranet juga dapat dipakai berulang-ulang, sedangkan kakaban dari ijuk hanya dapat dipakai satu kali saja karena ujuk akan mudah membusuk setelah terendam air jadi tidak dapat dipakai berulang-ulang. Kakaban dari paranet juga mudah dibersihkan, setelah telur-telur ikan lele menetas anda dapat mengangkat kakaban yang terbuat dari paranet untuk dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan sabun.

Setelah anda mengetahui keunggulan atau kelebihan kakaban dari paranet, kini saatnya anda membuat kakaban menggunakan paranet. Cara pembuatan kakaban menggunakan paranet sangatlah sederhana, anda hanya perlu menyiapkan kayu atau bambu sebagai kerangkanya dan paranet sebagai alas dari kakaban.
Berikut cara pembuatan kakaban dengan paranet:
1. Buatlah kerangka kakaban berbentuk persegi empat dari kayu atau bambu. Sesuaikan panjang kerangka kakaban dengan panjang kolam, untuk lebar dibuat sekitar 30-40 cm, bila ingin anda lebihkan juga tidak apa-apa. Sesuaikanlah ukuran kerangka kakaban dengan kebutuhan anda.

2. Potong paranet sesuai dengan ukuran kerangka kakaban dan berikan tambahan kurang lebih sekitar 10 cm pada setiap sisi paranet.

3. Pasang paranet mengikuti pola dari kerangka kakaban. Untuk menghindari luka pada induk ikan lele gunakan tali rafia atau tali plastik yang lainnya dalam pemasangan paranet pada kerangka. Mengapa harus tali plaastik bukan paku? Karena apabila pemasangan paranet menggunakan paku, dikhawatirkan akan terdapat sisa ujung-ujung paku yang tajam akan meyebabkan luka gesek pada tubuh induk ikan lele.

4. Berikan pemberat di seiap ujung kakaban agar kakaban dari paranet tidak terapung. Pemberat disini dapat berupa batu seperti batu bata maupun batu kali.

5. Usahakan kakaban dari paranet tidak terapung dan tidak tenggelam, jadi sebaiknya posisi kakaban dari paranet adalah melayang. Ketika kakaban dari paranet terapung maka induk ikan lele akan susah menaruh telurnya didalam kakaban, sementara itu ketika kakaban berada dalam posisi tenggelam akan mengancam kehidupan ikan-ikan lele yang baru saja menetas, karena kakaban yang bersentuhan langsung dengan lantai kolam dapat menyebabkan ikan-ikan lele yang baru menetas terjepit dan mati.

Bagaimana? Mudah bukan membuat kakaban dengan paranet, jadi tunggu apa lagi beralihlah pada penggunaan kakaban dengan paranet dari sekarang. Cara pembuatanya yang mudah dan kualitasnya yang terjamin serta harganya yang terjangkau akan membuat bisnis ternak ikan lele anda semakin maju.
Baca juga Paranet Sebagai Tutup Kolam Ikan Anda.

Rabu, 30 Maret 2016

Paranet Sebagai Tutup Kolam Ikan Anda

Ikan adalah hewan air yang bernafas dengan menggunakan insang. Ikan sendiri ada yang hidup di air tawar dan ada pula yang hidup di air laut. Ikan juga ada yang dipelihara untuk hiasan dan ada pula yang dipelihara untuk dikonsumsi. Bagi anda yang menyukai ikan atau memelihara ikan dikolam tentu akan mengalami sedikit masalah ketika hujan lebat mengguyur.

Biasanya ketika hujan lebat debit air kolam akan meningkat hal ini dapat menyebabkan ikan-ikan naik keatas permukaan air kolam, ketika ikan naik keatas permukaan kolam ikan dapat dengan mudah keluar dari area kolam. Hal ini akan menyebabkan kerugian bagi anda. Misalnya saja anda beternak ikan lele, ikan lele jauh lebih agresif jika dibandingkan dengan jenis ikan-ikan tawar lainnya.

Ketika debit air kolam meningkat ikan lele dapat dengan cepat meloncat keluar dari area kolam, meskipun ikan lele tidak berada didalam air ikan tersebut masih dapat bergerak dan bernafas. Karena kekebalan fisik ikan lele lebih baik jika dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya. Bayangkan bila kejadian ini terjadi pada malam hari dan anda tidak mengetahuinya berapa ikan lele yang akan anda jumpai dalam keadaan tak bernyawa pada pagi hari akibat keluar dari area kolam dan berapa rupiah yang akan hilang dari kantong anda akibat dari kejadian tersebut. Anda tentu tidak mengharapkan hal ini.

Seringkali anda jumpai dibeberapa kolam penangkaran ikan lele terdapat tutup diatas kolam ikan yang menyerupai jaring. Tutup kolam ikan inilah yang disebut dengan paranet. Paranet berfungsi menutup area kolam ikan agar ketika debit kolam ikan naik akibat hujan, ikan lele tidak ada yang keluar dari area kolam.

Mengapa dipilih paranet bukan seng atau penutup plastik?
Hal ini dikarenakan paranet adalah alternatif yang cocok untuk menutup kolam ikan lele. Bila kolam ikan lele ditutup dengan menggunakan seng makan kolam tidak akan mendapatkan sinar matahari meskipun ikan lele dapat hidup dikondisi gelap dan air yang keruh namun tetap saja ikan lele memerlukan cahaya matahari untuk hidup jadi seng kurang efektif bila digunakan sebagai penutup kolam ikan lele dan apabila kolam ikan ditutup dengan menggunakan plastik maka ikan lele dapat dengan mudah keluar dari kolam karena ikan lele mampu menembus plastik tersebut.

Jadi jalan tengah untuk permasalahan tersebut adalah menggunakan paranet. Paranet yang terbuat dari nylon atau senar memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan kekuatan dari ikan lele, selain itu bentuk paranet yang menyerupai jaring atau berongga-rongga tidak akan menghalangi sinar matahari untuk masuk kedalam kolam.

Paranet memiliki ukuran tertentu seperti 50%, 65% 75%, hingga 90% ukuran tersebut dinyatakan dalam prosentase persen untuk menunjukan daya tahan menghalau sinar matahari dan kerapatan anyaman paranet itu sendiri. Jika paranet berukuran 90% maka paranet tersebut dapat menghalau 90% cahaya matahari jadi cahaya matahari yang masuk kedalam kolam sekitar 10% saja, dan kerapatan paranet dengan presentase 90% jauh lebih rapat bila dibandingkan dengan paranet yang berukuran 50%. Kerapatan tersebut juga menunjukan kekuatan dari paranet tersebut, bila ukuran kerapatannya semakin tinggi maka kekuatan paranet akan semakin tinggi pula.

Harga paranet juga lebih terjangkau bila dibandingkan dengan harga seng, selain itu paranet juga tidak akan berkarat seperti seng. Paranet juga dapat dipakai berulang kali dan mudah untuk dibersihkan, sedangkan apabila anda menggunakan plastik akan mudah robek dan relatif lebih sulit untuk dibersihkan. Jadi apakah anda tertarik untuk menutup kolam ikan anda dengan menggunakan paranet?
Baca juga Berbagai Macam Jenis Paranet.

Senin, 07 Maret 2016

Paranet Untuk Bunga Anggrek

Anda hobi mengkoleksi bunga anggrek? Atau mungkin anda gemar menanam bunga anggrek? Namun anda sering menjumpai tanaman anggrek anda layu bahkan mati akibat tertimpa terik matahari. Hal ini tentu membuat anda frustasi, karena bunga anggrek lain dari bungga-bungga lainnnya terutama dalam hal harga. Bunga anggrek memang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, keindahan dari bunga anggrek itu sendiri yang menyebabkan nilai ekonominya tinggi.

Selain itu proses budidaya bunga anggrek yang tergolong sulit juga membuat harga bunga ini semakin tinggi. Mengapa bunga anggrek sulit untuk dibudidayakan? Salah satu penyebab sulitnya tanaman bunga anggrek dibudi dayakan adalah faktor bunga angrek yan tidak dapat menyerap panas tinggi atau tidak dapat bertahan di suhu yang terlalu tinggi. Sementara itu Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yan artinya negara Indonesia memiliki suhu udara yang cukup tinggi karena matahari bersinar di Indoensia kurang lebih 12 jam sehari, hal ini lah yang menyebabkan bunga anggrek sedikit lebih sulit untuk dibudi dayakan di Indonesia.

Anggrek hanya mampu menerima cahaya matahari sekitar 20%  sampai 30% saja karena kebutuhan anggrek akan sinar matahari hanya 20% sampai 30% saja. Apabila anggrek mendapatan sinar matahari lebih dari 30% maka tanaman bunga anggrek akan mudah layu bahkan mati. Namun apabila tanaman bunga anggrek mendapatkan sinar matahari kurang dari 20%, tanaman tersebut tidak akan bisa tumbuh optimal.

Salah satu alternatif untuk dapat menjaga pertumbuhan dari tanaman bunga anggrek adalah dengan membuat green house atau rumah kaca, akan tetapi pembuatan greenhouse memerluka biaya yang tidak sedikit. Memang green house akan membuat tanaman bunga anggrek anda tumbuh optimal, namun anda harus mengeluarkan bajet yang tinggi untuk membangun satu unit green house. Alternatif lain agar tanaman bunga anrek anda dapat tumbuh optimal dan anda juga tidak perlu merogoh saku anda terlalu dalam adalah dengan menggunakan paranet.

#Paranet. Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami sms/call: 0852-3392-5564 / 0877-0282-1277.

Paranet merupakan jaring peneduh yang terbuat dari anyaman plastik, tambang maupun kawat. Fungsi utama dari paranet adalah sebagai bahan pembuat naungan. Penggunaan paranet sebagai naungan atau jaring peneduh dapat mengontrol jumlah intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan oleh tanaman salah satunya adalah tanaman bunga anggrek. Untuk tanaman bunga anggrek yang memerlukan cahaya matahari sebesar 20% sampai 30% digunakan paranet dengan ukuran kerapatan paranet sebesar 65% sampai 90%.

Kerapatan paranet ditandai dengan presentase persen (%) menunjukan kemampuan paranet untuk menahan besarnya intensitas cahaya matahari yang mengenai tanaman. Jadi bila anda menggunakan ukuran paranet 75% itu artinya paranet dapat menahan cahaya matahari sebesar 75%, sehinga cahaya matahari yang diterima tanaman bunga anggrek sekitar 25% saja. Hal ini sesuai dengan kebutuhan bunga angerek akan intensitas cahaya matahari yang berkisar antara 20% hingga 30% saja.

Bagaimana apakah anda tertarik menggunakan paranet (shading net) untuk tanaman bunga anggrek anda? Anda tak perlu risau dengan harga paranet yang mahal, karena paranet dijual dengan harga yang cukup bervariasi tergantung dari bahan, ukuran, merek dan kerapatan paranet. Bila anda menginginkan harga yang lebih murah anda dapat memilih alternatif membeli paranet dengan satuan roll atau gulungan karena harga paranet umumnya dijual lebih murah jika pembelian menggunakan satuan roll atau gulungan. Satu roll atau gulungan paranet kurang lebih memiliki panjang 100 meter. Jadi tunggu apalagi gunakanlah paranet untuk melindungi tanaman anggrek anda dari paparan sinar matahari yang berlebih.
Baca juga Paranet Merk Bintang.

Senin, 15 Februari 2016

Tips Memilih Paranet

Akhir-akhir ini tren penggunaan paranet dikalangan masyarakat sudah semakin banyak. Paranet yang dahulu hanya dikenal sebagai jaring peneduh, kini penggunaannya sudah semakin meluas. Dahulu paranet hanya digunakan dalam pembuatan green hous atau rumah kaca sederhana, kini paranet atau shading net juga sudah digunakan sebagai kakaban ikan pengganti kakaban dari ijuk, ada juga paranet yang digunakan sebagai peneduh halaman rumah, ada juga paranet yang digunakan sebagai penghalau serangan hewan-hewan pengganggu tanaman sayur mayur serta obat keluarga dan masih banyak penggunaan paranet yang lainnya.

Pada dasarnya paranet merupakan jaring peneduh yang berfungsi menghalau sinar matahari.
Bentuk paranet yang seperti jaring berasal dari anyaman bahan baku paranet. Bahan baku paranet juga bermacam-macam ada yang terbuat dari benang nylon atau senar, ada yang terbuat dari plastik polietilen, ada yang terbuat dari tambang ada juga yang terbuat dari kawat. Paranet yang terbuat dari anyaman benang nylon atau senar adalah paranet yang banyak  digunakan dibidang pertanian dan perikanan. Bentuk anyaman yang rapat dan rapi membuat paranet dari bahan nylon lebih diminati dibidang pertanian dan peternakan. Jenis paranet ini juga banyak tersedia di pasaran dengan ukuran yang beragam.

Ukuran paranet yang berbahan plastik biasanya dimulai dari ukuran 50%, 55%, 65%, 75% hingga 90%. Presentase persen ini menunjukan kerapatan jaring dan kemampuan paranet untuk menahan besarnya intensitas cahaya matahari yang akan mengenai tanaman. Semakin besar presentase persen paranet itu artinya jarak anyaman akan semakin rapat dan kemampuan paranet dalam menahan intensitas cahaya matahari akan semakin tinggi. Warna paranet padanya umumnya adalah hitam, karena warna hitam sangat efektif untuk menahan sinar matahari. Namun ada juga paranet yang tidak berwarna hitam yaitu paranet yang terbuat dari anyaman tambang yang biasanya berwarna putih.

Jenis paranet tipe ini jarang bahkan hampir tidak pernah digunakan di bidang pertanian. Biasanya paranet yang terbuat dari anyaman tambang digunakan untuk sarana outbound anak-anak, karena jarak anyamannya yang lebar.
Sekarang saya akan membagikan tips atau cara memilih paranet yang sesuai dengan kebutuhan anda. Berikut beberapa tips yang perlu anda pertimbangkan dalam memilih paranet:
1. Tips pertama tentuhkan kebutuhan
Kebutuhan disini dapat berupa komuditi yang akan anda pasang paranet. Bila anda ingin menggunakan paranet untuk membuat green hous bagi tanaman seperti bunga anggrek gunakanlah paranet dengan ukuran kerapatan 70% hingga 90%, karena bunga anggrek hanya memerlukan cahaya matahari sebesar 20% hingga 30% saja. Berbeda lagi dengan tanaman palawija anda dapat menggunakan paranet dengan ukuran kerapatan 55% sampai 75%. Sedangkan untuk paranet yang digunakan sebagai kakaban ikan anda dapat menggunakan paranet dengan ukuran kerapatan 70%. Pada intinya gunakanlah paranet yang sesuai dengan kebutuhan anda.

2. Tips yang kedua tentuhkan jenis paranet
Paranet yang terbuat dari berbagai jenis bahan seperti nylon atau senar, kawat dan tambang memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Misalnya saja anda ingin menggunakan paranet sebagai atap green hous sebaiknya anda menggunakan paranet berbahan dasar nylon atau senar karena paranet jenis ini sangat cocok untuk pembuatan green hous. Sedangkan bila anda ingin menggunakan paranet sebagai sarana bermain anak-anak atau outbound sebaiknya gunakan paranet yang terbuat dari anyaman tambang, karena paranet jenis ini memiliki jarak anyaman yang cukup lebar dan kekuatan yang lebih untuk menopang berat anak-anak.

Percayakan kebutuhan paranet Anda pada kami, tersedia paranet dengan kerapatan 65% dan 75%. Info harga paranet sms/call: 0852.3392.5564 - 08123.258.4950 - 0877.0282.1277.

3. Tips yang ketiga adalah sesuaikan denga bajet
Selain menyesuaikan dengan kebutuhan anda juga harus mempertimbangkan harga paranet yang akan anda beli apakan sesuai dengan bajet yang telah anda sediakan atau tidak. Harga paranet  sangat bervariatif tergantung dari jenis bahan, ukuran serta merek paranet. Bila anda mengunakan paranet impor harganya tentu berbeda dengan harga paranet lokal. Biasanya paranet impor akan sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan paranet lokal. Karena paranet impor dapat bertahan hingga 5 sampai 10 tahun, sedangkan paranet lokan hanya dapat bertahan antara 3 sampai 5 tahun.

Oleh sebab itu segala sesuatu sesuaikanlah dengan kebutuhan dan bajet anda, agar tidak membebani keuangan anda dan juga anda tak perlu khawatir dengan kualitas produk lokal karena produk lokal pun mampu bersaing dengan produk-produk impor dari luar negeri. Dengan anda menggunakan produk lokal anda telah mendukung perkembangan dan kemajuan produk-produk lokal. Namun semua itu kembali lagi pada kebutuhan serta budget yang anda miliki.
Baca juga Berbagai Jenis Paranet.

Senin, 08 Februari 2016

Halau Serangan Hewan Dengan Paranet

Gencarnya pelatihan berkebun sayur mayur sendiri dihalaman rumah membuat para ibu rumah tangga mulai tergerak untuk menyulap halaman rumahnya sebagai kebun kecil untuk menanam sayur mayur dan berbagai jenis tanaman obat keluarga. Kini banyak dijumpai pekarangan rumah yang sudah mengganti pot-pot bunganya dengan tanaman sayur mayur seperti cabai, bawang daun, seledri, tomat, terong, selada dan berbagai jenis sayur mayur lainnya serta beberapa tanaman obat keluarga seperti temulawak, kunyit, kencur, kapulaga dan lain sebagainya.

Berkebun sayur sendiri memang dianjurkan, karena saat ini banyak dijumpai sayur mayur yang mengandung zat-zat kimia berlebihan selain itu dengan berkebun sayur mayur sendiri ibu-ibu rumah tangga dapat memastikan sayur yang dikonsumsi oleh keluarganya aman dari zat-zat kimia yang berlebihan yang dapat mengancam kesehatan serta menghemat pengeluaran biaya rumah tangga.

Setiap kegiatan pasti ada tantangannya tersendiri  tak terkecuali denga berkebun sayur mayur dan tanaman obat keluarga atau berkebun dihalaman rumah, namanya juga berkebun dihalam rumah jadi anda harus bersiap-siap dengan serangan hewan-hewan yang terbiasa berada disekitar lingkungan rumah anda. Hewan-hewan yang terbiasa hidup berdampingan atau berdekatan dengan manusia pada umumnya adalah kucing, anjing, ayam, kelinci dan burung.

Untuk hewan seperti kucing, anjing dan ayam biasnya dibiarkan keluar dari kandang pada siang hari, hal iini bertujuan agar hewan-hewan tersebut dapat lebih rileks. Namun ini akan menjadi petaka bagi Anda yang tengah berkebun dihalam karena hewan-hewan seperti anjing, kucing dan ayam dapat merusak tanaman sayur mayur dan obat keluarga anda. Lantas bagaimana agar tanama-tanaman anda tidak rusak oleh gangguan hewan-hewan tersebut. Paranet adalah solusinya.

Paranet/shading net yang pada umumnya digunakan sebagai atap penghalau dari sinar matahari dibidang pertanian ternyata mempunyai fungsi lain sebagai pelindung tanaman sayur mayur dan obat keluarga anda dari serangan hewan-hewan seperti kucing, anjing dan ayam. Paranet akan berfungsi sebagai penghalang agar hewan-hewan tersebut tidak dapat mengganggu tanaman-tanaman anda. Penggunaan paranet sebagai pelindung tanaman sebenarnya sangatlah mudah, pertaman-tama anda harus menyiapkan kayu atau bambu sebagai tiang untuk menempelkan atau memasang paranet, siapkan kayu atau bambu dengan lebar sekitar 4-5 centi meter dan panjang 1 meter sebanyak 10 buah.

* Bingung nyari paranet? Percayakan kebutuhan paranet pada kami, tersedia paranet dengan kerapatan 65% dan 75%. Info harga paranet sms/call: 0852.3392.5564 - 08123.258.4950 - 0877.0282.1277.

Kemudian tancapkan kayu atau bambu tersebut mengelilingi area yang ditanami sayur mayur dan obat keluarga siahkan satu buah kayu atau bambu sebagai pintu dari kebun sayur mayur dan tanaman obat keluarga anda. Lalu pasang paranet mengelilingi kayu atau bambu yang telah ditancapkan tadi, disetiap kayu atau bambu paranet di paku atau di ikat dengan tali plastik.

Tarakhir hubungkan paranet dibambu atau kayu yang terakhir dengan bambu atau kayu yang tersisa tadi, namun untuk bambu atau kayu yang satu ini tidak di tancapkan agar dapat dijadikan pintu untuk keluar masuk kebun. Sentuhan terakhir buat kunci dari sisa potongan kayu atau bambu untuk menahan pintu agar tidak terbuka. Caranya dengan memotong kayu atau bambu dengan lebar 4-5 centi meter dan panjang 6-8 senti meter lalu paku pada tiang bambu pertama yang ditancapkan dengan paku, jangan paku terlalu kencang agar potongan kayu atau bambu tersebut dapat diputar dengan leluasa kearah vertikal maupun horizontal untuk mengunci dan membuka pintu kebun.

Mudah bukan membuat pelindung untuk sayur mayur dan tanaman obat keluarga anda. Untuk ukuran paranet anda dapat menggunakan ukuran 70-80 %. Karena semakin besar ukuran paranet maka paranet akan semakin rapat dan semakin kuat. Selain itu pembuatan pelindung ini juga tidak akan membahayakan anak-anak dan hewan-hewan yang mencoba mendekati kebun anda. Paranet yang terbuat dari plastik atau nylon tidak akan melukai anak-anak maupun hewan-hewan seperti anjing, kucing dan ayam. Anda tak perlu khawatir akan bajet yang tinggi untuk membuat semua ini, karena harga paranet relatif terjangkau dan paranet dapat bertahan lama.