Sabtu, 18 Juni 2016

Mendulang Untung Agribisnis Vanili dengan Naungan Paranet

Penggunaan naungan paranet nyata-nyata telah memberikan hasil lebih baik pada pertanian vanili. Hal ini sebagaimana hasil penelitian dan ujicoba yang dilakukan oleh Teknisi Pelaksana Lanjutan pada Kebun Percobaan Pakuwon, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Jalan Raya Pakuwon km 2, Parungkuda, Sukabumi.

Eksisting Pertanian Vanili di Indonesia
Sebagai Negara penghasil vanili yang semakin dipercaya pada perdangan global, Indonesia terus berupaya meningkatkan perannya melalui peningkatan produktivitas dan mutu. Pada tahun 2000, data Luas areal pertanaman vanili Indonesia mencapai 17.151 ha. Luas itu tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Sulawesi Utara. Sementara total produksi vanili (berdasar data tahun 2000) adalah produksi polong kering berjumlah 2.080 ton.

Meningkatkan Produktivitas Vanili di bawah Naungan Paranet
Secara umum, tingkat produktivitas vanili dipengaruhi oleh berbagai faktor,  yakni;
- Kesesuaian lingkungan tumbuh. Hal ini terkait dengan kesesuaian suhu dan pencahayaan
- Teknik budi daya, terkait dengan metode penanaman mulai dari kecambah hingga panen, berikut penanganan budidaya
- Varietas, varieties unggul tentu menghasilan hasil panen yang lebih baik
- Serangan penyakit

Secara umum, keempat metode tersebut mempengaruhi mutu vanili.  Hal yang harus diperhatikan pada saat proses budidaya adalah waktu petik, pengaturan buah, dan proses pengolahan atau pascapanen.

Uji Coba Budidaya Vanili dengan Naungan Paranet
Percobaan yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri), Sukabumi ini menggunakan harapan vanili K1 dan K2 dan tanaman gamal (Gliricidia maculata). Hasil dari berbagai ujicoba tersebut menghasilkan beberapa metode budidaya vanili di bawah naungan paranet sebagai berikut;

Pengaruh Tingkat naungan Paranet
Tingkat naungan paranet sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembuahan tanaman vanili. Ukuran terbaik yang dapat digunakan adalah menggunakan paranet dengan tingkat naungan 35-45%, dengan kerangka paranet tiang panjat mati (beton, besi, bamboo mati, kayu). Boleh menggunakan tiang hidup dengan catatan daunnya tidak rontok pada musim kemarau. Sebab hal ini akan mengganggu intensitas terukur pencahayaan matahari.

Hasil uji coba juga menunjukkan, bahwa tingkat naungan rapat (65-75%) kurang baik untuk semua parameter pertumbuhan vegetative maupun generative vanili. Tingkat naungan terbaik tetap menggunakan kisaran antara 35-55%, baik untuk klon 1 maupun klon 2.

Karakter utama tanaman vanili adalah tidak menghendaki sinar matahari penuh. Intensitas cahaya yang diperlukan hanya berkisar antara 30-50%. Untuk mengatur ini dapat dilakukan dengan pemangkasan tanaman panjat atau penegaknya. Sementara suhu yang dibutuhkan untuk berproduksi sekitar 20-30°C, dengan suhu optimal terbaik adalah 25°C dan kelembapan 55-80%.


Hasil optimal paling produktif dari tanaman vanili adalah pada usia dua tahun. Pada tahun ini jumlah buah dan tanaman yang berbunga cukup banyak dan serempak. Hal ini bertahan hingga tahun ke lima hingga membutuhkan generasi baru dari penanaman vanili.

Gunakan Paranet Untuk Hasil Optimal Pertanian
Paranet memberikan keuntungan maksimal pada manipulasi pencahayaan yang harus diterima oleh tanaman. Cahaya yang terukur sangat membantu optimasi fotosintesis tiap tumbuhan yang membutuhkan kapasitas pencahayaan yang berbeda. Hal ini juga berpengaruh pada kelembaban, suhu, dan berpengaruh pada semua tingkat perkembangan lanjutan tanaman. Keseimbangan antara pencahayaan dengan kebutuhan tanaman ini memberikan pengaruh segnifikan pada produktifitas optimal perubahan fase vegetatif ke fase reproduktif pada banyak jenis tanaman, termasuk pada tanaman vanili.

Rabu, 08 Juni 2016

Kombinasi Paranet dan Bambu untuk Greenhouse Tanaman Hias

Setiap orang pasti senang melihat pemandangan yang indah, tidak terkecuali pemandangan di rumah Anda. Anda pasti menginginkan halaman rumah terlihat serba hijau, asri, sejuk, tanaman bunga mekar dengan indah dan harum semerbak. Dan salah satu yang bisa membuat dekorasi halaman rumah Anda begitu indah adalah dengan adanya tanaman-tanaman hias. Tanaman hias seperti tanaman bunga dan anggrek misalnya, dua tanaman ini bisa menjadi pilihan tepat jika Anda menginginkan halaman rumah atau dekorasi ruang tamu Anda lebih indah dan terasa sejuk. Inilah  salah satu sebab yang menjadikan usaha tanaman hias sebagai peluang usaha menjanjikan.

Budidaya tanaman hias biasanya dilakukan di halaman terbuka, kebun, atau greenhouse. Namun khususnya budidaya tanaman hias di dalam greenhouse masih sedikit dilakukan karena biaya pembuatannya yang cukup tinggi. Padahal budidaya tanaman di dalam greenhouse lebih baik jika dibandingkan di lahan terbuka diantaranya dapat mencegah serangan hewan penggangu, kebersihan tanaman lebih terjaga, memudahkan pengontrolan dan perawatan dan sebagainya.

Greenhouse atau jika diartikan kedalam bahasa Indonesia artinya adalah rumah hijau atau rumah tanaman. Sesuai dengan namanya, greenhouse adalah sebuah tempat berbentuk seperti rumah yang ruangan di dalamnya khusus diperuntukan untuk menanam tanaman. Tanaman jenis apapun dapat ditanam di dalam greenhouse, namun biasanya dikhususkan untuk tanaman yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi seperti sayuran dan tanaman hias.

Membudidayakan tanaman hias di dalam greenhouse memang tepat, namun biaya awalnya yang cukup besar, menjadikan orang lebih memilih membudidayakan tanaman hias di lahan terbuka. Biaya mahal pembuatan greenhouse disebabkan bahan kerangka, dinding, serta atap greenhouse yang lumayan mahal. Kerangka greenhouse biasanya terbuat dari besi atau baja anti karat, sedangkan bagian atap dan dindingnya terbuat dari fiber, plastik, atau kaca transparan anti UV. Namun Anda jangan khawatir, karena ada tips membuat greenhouse yang murah khususnya untuk budidaya tanaman hias yakni mengkombinasikan paranet dan bambu.

Paranet dalam membuat greenhouse digunakan sebagai bahan penutup dinding dan atap greenhouse, sedangkan bambu digunakan untuk kerangka greenhouse. Keuntungan kombinasi paranet dan bambu untuk greenhouse tanaman hias ini diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Biaya pembuatan lebih murah jika dibandingkan menggunakan bahan seperti biasanya. Paranet harganya jauh lebih murah dibandingkan kaca, plastik, atau fiber transparan anti UV. Begitu juga dengan bambu harganya jelas akan lebih murah dibandingkan menggunakan baja atau besi anti karat.

2.Sirkulasi udara dan suhu ruangan di dalam greenhouse akan lebih baik dengan menggunakan paranet. Bentuk paranet seperti jaring dengan kerapatan tertentu akan memudahkan udara keluar masuk greenhouse.

3.Penggunaan paranet untuk atap greenhouse juga sangat tepat karena akan mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam greenhouse. Tanaman hias tidak memerlukan sinar matahari dalam jumlah banyak untuk pertumbuhannya. Tanaman hias anggrek misalnya biasanya hanya butuh sinar matahari antara 20% sampai 30% saja. Jika lebih besar dari itu, maka tanaman hias khususnya tanaman bunga anggrek akan terluka, layu bahkan mati. Namun jika sinar matahari terlalu sedikit juga akan menghambat pertumbuhannya. Pilihlah paranet dengan kerapatan yang sesuai dengan kebutuhan sinar matahari.

4.Bambu jika digunakan di bawah cuaca normal biasanya dapat bertahan lama hingga 3 tahun pemakaian. Ini sangat cocok dengan keawetan paranet. Paranet yang buatan lokal biasanya juga dapat bertahan lama 2 sampai 3 tahun. Artinya jika kita menggunakan kombinasi paranet dan bambu untuk greenhouse, dapat diganti secara bersamaan pada tahun ketiga. Jadi Anda bisa mendapatkan instalasi greenhouse baru pada waktu yang bersamaan.

Nah itulah kombinasi paranet dan bambu untuk greenhouse yang ternyata memiliki keuntungan tersendiri selain lebih hemat. Kalau ada yang lebih hemat kenapa harus yang mahal? Toh kualitasnya juga tidak kalah bagusnya. Paranet dan bambu adalah kombinasi tepat untuk greenhouse tanaman hias Anda.

Selasa, 31 Mei 2016

Cara Tepat Kombinasi Paranet untuk Greenhouse Sayuran

Greenhouse atau jika diartikan kedalam bahasa Indonesia artinya adalah rumah hijau atau rumah tanaman. Sesuai dengan namanya, greenhouse adalah sebuah tempat berbentuk seperti rumah yang ruangan di dalamnya khusus diperuntukan untuk menanam tanaman. Tanaman jenis apapun dapat ditanam di dalam greenhouse, namun biasanya dikhususkan untuk tanaman yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi seperti sayuran dan tanaman hias.

Greenhouse pada awalnya dikembangkan di daerah subtropis atau daerah dengan empat musim terjadi selama setahunnya. Greenhouse dibuat dengan tujuan untuk melindungi tanaman di suhu dingin saat musim dingin. Tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik jika ditanam dengan suhu relatif rendah.

Greenhouse pada umumnya dibuat dari bahan kaca atau plastik tahan cuaca yang dapat tembus cahaya matahari. Cahaya matahari yang masuk ke greenhouse akan menaikkan suhu di dalamnya karena panas tidak akan mudah keluar greenhouse karena adanya kaca tersebut, sehingga pada meskipun pada musim dingin, tanaman di daerah subtropis tetap dapat tumbuh dengan baik. Seluruh permukaan greenhouse biasanya dibuat dari bahan kaca/plastik yang sama agar mendapat suhu panas yang maksimal.

Tapi bagaimana dengan dareah tropis seperti di Indonesia yang tidak memiliki musim dingin, malah cahaya matahari dapat tersedia sepanjang tahun, apakah cocok greenhouse dibuat semuanya dari bahan kaca? Jawabannya sama sekali tidak cocok. Greenhouse dengan seluruh permukaannya terbuat dari kaca jika digunakan di daerah kita malah akan menyebabkan panas berlebih bagi tanaman, dan akhirnya mati. Greenhouse yang harusnya dibangun adalah yang memiliki sirkulasi udara yang baik, yakni caranya dengan mengganti sebagian bahan kaca dengan bahan tembus udara, salah satunya dengan menggunakan paranet atau shading net.

Paranet adalah semacam jaring yang terbuat dari bahan plastik, nilon, kawat, atau tambang. Paranet pada awalnya difungsikan di bidang pertanian untuk mengurangi penyinaran matahari ke tanaman. Namun selain itu, sebetulnya celah-celah lubang di jarring paranet ini juga sangat bermanfaat untuk mensirkulasikan udara bagi tanaman.
Jika paranet dikombinasikan dengan kaca/plastik transparan pada greenhouse akan terjadi kombinasi manfaat yang tepat untuk tanaman, terutama tanaman sayuran. Tanaman sayurang hijau biasanya membutuhkan asupan cahaya matahari yang cukup banyak untuk pertumbuhannya dan ini bisa disediakan dengan penggunaan kaca/plastik transparan. Namun, agar suhu di dalam greenhouse tidak terlalu tinggi, maka dibutuhkan sirkulasi udara yang baik untuk menurunkan suhu greenhouse, dan ini dapat disediakan oleh penggunaan paranet.

Cara tepat menggunakan kombinasi antara paranet dengan kaca atau plastik transparan di greenhouse yakni:

1.Tempatkan pemasangan plastik atau kaca transparan untuk bahan atap greenhouse. Ini dimaksudkan agar cahaya matahari dapat maksimal masuk ke dalam greenhouse dan dapat digunakan tanaman untuk berfotosintesis. Cahaya yang maksimal akan bermanfaat agar pertumbuhan bisa optimal.

2.Tempatkan pemasangan paranet untuk dinding greenhouse. Pasangkan paranet di sekiling greenhouse. Paranet di posisi ini bukan diperuntukkan untuk menahan sebagian cahaya matahari, namun untuk melancarkan sirkulasi udara ke dalam greenhouse. Sehingga suhu di dalam greenhouse tidak terlalu panas dan tanaman akan tumbuh dengan baik. Selain itu, paranet jika dipasang sebagai dinding, juga akan menahan serangan hama tanaman seperti belalang, walang sangit, lalat buah, wereng dan hama lainnya.

Nah begitulah mengkombinasikan paranet yang tepat untuk greenhouse. Jika Anda ingin tanaman sayuran Anda tumbuh dengan baik, maka Anda harus memanjakan tanaman sayuran Anda, jangan biarkan tanaman Anda terlalu kepanasan, namun jangan biarkan pula tanaman Anda tidak dapat pencahayaan, intinya adalah buat tanaman Anda nyaman. Tanaman sayuran Anda nyaman, keuntungan pun aman. Dan solusinya adalah pakai paranet dengan tepat mulai dari sekarang.

Kamis, 19 Mei 2016

Kegunaan Paranet untuk Budidaya Tanaman

Dalam kegiatan budidaya tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura, tanaman hias dan lainnya sering kali kita mengalami berbagai gangguan yang menyebabkan kegagalan budidaya yang kita lakukan. Gangguan ini bisa diakibatkan gangguan cuaca maupun hama tanaman. Gangguan cuaca seperti hujan lebat dan angin kencang sering kali membuat kita gagal panen. Hujan lebat dan angin kencang dapat meruntuhkan tanaman, biasanya pada tanaman padi. Hujan lebat juga dapat merusak bibit tanaman. Bibit tanaman yang belum memiliki akar kuat dan dalam biasanya terkeluarkan dari tanah, karena tanah di sekelilingnya habis tersapu hujan.

Gangguan cuaca lain misalnya cuaca panas dan sinar matahari yang berlebihan, untuk beberapa tanaman kondisi seperti cocok untuk pertumbuhannya. Misalnya tanaman anggrek, hanya membutuhkan sinar matahari sekitar 20% sampai 30% saja. Jika sinar matahari berlebihan lebih tinggi dari itu, maka tanaman anggrek akan rusak. Namun disisi lain juga jika sinar matahari terlalu sedikit, anggrek tidak akan tumbuh dengan baik.

Gangguan bagi tanaman juga biasanya berasal dari hewan-hewan pengganggu atau hama tanaman. Hewan-hewan pengganggu seperti burung, ayam, kambing, sering menggangu tanaman. Misalnya burung, sering memakan bulir padi di sawah. Bahkan petani harus kerepotan memasang orang-orangan sawah dan mengontrol setiap pagi dan sore untuk mengusir burung-burung tersebut.

Apakah ada solusi untuk semua masalah itu? Tentu ada. Solusinya adalah dengan menggunakan paranet. Paranet adalah semacam jaring yang pada awalnya diperuntukan untuk mengurangi intensitas sinar matahari ke lahan atau tanaman. Namun ternyata, tidak hanya itu. Paranet khususnya bagi budidaya tanaman memiliki banyak manfaat lain, diantaranya adalah:

1.Menaungi dan menahan sinar matahari agar tidak melukai tanaman.
Dengan menggunakan paranet, sinar matahari ke lahan atau tanaman dapat di atur sesuai kebutuhan. Beberapa jenis tanaman tidak menyukai sinar matahari berlebihan. Karena akan melukai tanaman tersebut. Misalnya tanaman anggrek, biasanya hanya membutuhkan sinar matahari dalam jumlah sedikit, yakni antara 20% sampai 30% saja. Jika sinar matahari terlalu banyak, bunga anggrek dapat terluka yang ditandai dengan bagian seperti terbakar dan kering. Jika dibiarkan ini akan membuat anggrek tidak akan terlihat cantik dan menurunkan nilai jualnya.

Paranet dapat mengontrol dan mengurangi sinar matahari ke lahan atau tanaman. Dengan kerapatan yang beragam, paranet dapat dipilih sesuai kebutuhan. Kerapatan paranet menunjukan persentase sinar matahari yang dapat dihalaunya. Misalnya saja paranet dengan kerapatan 65%, artinya sebanyak 65% sinar matahari dapat dihalau agar tidak sampai ke tanaman, dan hanya 25% saja yang sampai ke tanaman atau lahan.

2.Membantu menahan air hujan dan angin.
Dengan kerapatannya, paranet dapat memecah butiran hujan dan membagi tenaga angin yang berhembus. Butiran hujan yang jatuh dari langit memiliki tekanan tinggi, jika hujan ini langsung mengenai tanaman atau tanah, maka tanah akan terkikis dan dapat merusak daun tanaman. Dengan paranet, hujan akan dipecah menjadi butiran kecil dan menurunkan tekananannya, sehingga aman bagi tanaman maupun lahan. Hal serupa juga terjadi pada angin.

3.Mengontrol ventilasi udara dan temperatur.
Meskipun udara dihalangi dengan paranet, namun udara tersebut tetap dapat melewati paranet namun dengan tekanan yang rendah. Artinya adalah paranet tetap mempertahankan sirkulasi udara ke tanaman dan lahan dengan baik. Sehingga suhu tanaman dan udara tetap terjaga agar tidak terlalu tinggi.

4.Melindungi tanaman dari serangan burung atau hewan pengganggu.
Nah itulah beberapa manfaat penggunaan paranet khususnya untuk budidaya tanaman dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Mulai dari bidang pertanian, peternakan sampai perikanan, paranet bisa dimanfaatkan. Segera gunakan paranet sekarang juga, dan dapatkan manfaatnya bagi tanaman Anda.

Minggu, 08 Mei 2016

Paranet Untuk Melindungi Bibit Tanaman dari Hujan

Dalam kegiatan membudidayakan tanaman pasti diawali dengan tahap pembibitan. Pembibitan adalah kegiatan menanam benih berupa biji atau bagian tanaman lainnya untuk mendapatkan tanaman awal dengan umur dan ketinggian tertentu hingga siap untuk di tanam di lahan atau disebut dengan tahap penyemaian. Tahap pembibitan juga bermanfaat agar tanaman dapat beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi lingkungan terutama kondisi tanah. Selain itu, tanaman akan memiliki akar yang cukup untuk tumbuh dan menyerap nutrisi dari tanah.

Namun di lapangan tahap pembibitan tanaman ini seringkali mengalami kendala, terutama kendala cuaca. Contohnya ketika musim hujan. Air hujan dapat merusak bibit tanaman. Akar bibit yang masih kecil dan belum mampu mencekram tanah dengan kuat tidak akan mampu menahan arus hujan. Hujan dengan tekanan tinggi jatuh akan menimpa lahan dan tanaman. Hujan akan mengikis sebagian tanah di permukaan hingga kedalaman tertentu, sehingga bibit tanaman dapat keluar dari tanah dan akhirnya tumbang bahkan bisa tersapu air hujan. Tentunya hal ini tidak Anda inginkan. Berapa banyak kerugian yang akan Anda tanggung jika bibit tanaman Anda rusak?. Solusi dari masalah ini adalah dengan menghalau datangnya hujan dan mengurangi tekanan jatuhnya hujan ke lahan atau tanaman, yakni dengan menggunakan penghalang. Paranet adalah solusinya.

Paranet adalah sebuah perangkat semacam jaring yang pada awalnya diperuntukan hanya untuk pertanian. Paranet awalnya difungsikan untuk mengahalau sebagian besar sinar matahari yang dating ke lahan atau tanaman dan sebagian lagi sinar tersebut diloloskannya. Namun paranet juga dapat digunakan untuk menghalau dan mengurangi tekanan air hujan yang dapat merusak bibit tanaman. Adapun cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
1. Siapkan bambu atau kayu selebar 4-5 sentimeter dan panjang 1 meter dengan jumlah sesuai kebutuhan.

2. Kemudian tancapkan kayu atau bambu tersebut mengelilingi area yang ditanami bibit tanaman. Jarak antar kayu atau bambu sekitar 1 meter.

3. Lalu pasang paranet di bagian atas lahan. Permukaan paranet menghadap ke lahan. Jarak antar pucuk tanaman bibit ke paranet tergantung jenis tanaman. Jika bibit adalah tanaman kayu, maka jarak pucuk ke paranet biasanya antara 20-30 cm saja. Namun jika yang ditanaman adalah bibit tanaman sayur, maka ketinggian paranet ke lahan sekitar 80-100 cm. Jarak pada tanaman kayu lebih dekat karena bibit kayu memiliki akar lebih kuat dan batang lebih tinggi sampai siap di tanam.

4. Pada kayu atau bambu yang telah ditancapkan tadi, disetiap kayu atau bambu paranet di ikat dengan tali plastik atau tali rapia. Penggunaan tali plastik agar tidak merusak paranet dan memudahkan kita dalam melepasnya.

5. Jika Anda juga ingin sekaligus menghalau hewan-hewan penggangu seperti ayam, kucing, dan anjing Anda bisa menggunakan paranet di sekelilingnya. Namun perlu diberi jarak kosong antara paranet atap dengan paranet samping untuk memaksimalkan aerasi udara bebas dan memudahkan pengontrolan.

Nah mudah bukan membuat pelindung bibit tanaman Anda dari hujan. Untuk ukuran paranet anda dapat menggunakan sesuai kebutuhan. Karena semakin besar ukuran paranet maka paranet akan semakin rapat dan semakin kuat. Namun Anda juga perlu mempertimbangkan kebutuhan bibit tanaman akan sinar matahari. Mungkin Anda bisa menggunakan paranet dengan kerapatan 75-80%. Dengan menggunakan paranet, selain membantu menahan air hujan juga membantu mengurangi sinar matahari.

Pada tahap pembibitan atau di awal-awal tanaman tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari. Anda bisa menggunakan paranet berbahan plastik. Karena selain lebih tahan cuaca juga lebih mudah dibersihkan. Soal bajet Anda tidak perlu khawatir. Harga paranet relatif terjangkau dan dapat bertahan lama sampai 3 tahun. Bahkan untuk beberapa paranet impor, bisa bertahan hingga 5 tahun, namun harganya sedikit lebih mahal tentunya. Begitulah bahasan paranet untuk melindungi bibit tanaman dari hujan, semoga bermanfaat.
# Jangan lewatkan baca juga Pabrik Paranet, Jual Paranet Jaring Peneduh Tanaman Merk Surya.

Senin, 18 April 2016

Paranet Solusi Praktis Kakaban Peternakan Ikan Lele Anda

Anda seorang peternak ikan lele? Bila iya tentu anda sudah sangat paham dengan episode-episode perkembangbiakan ikan lele. Salah satu episode dari perkembangbiakan ikan lele adalah proses pemijahan. Pemijahan adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Setelah proses pemijahan tersebut biasanya induk ikan lele akan mengeluarkan telurnya. Ketika telur-telur tersebut dikeluarkan oleh induknya dibutuhkan medium sebagai tempat meletakan bakal calon ikan lele yang disebut dengan kakaban.

Pada umumnya peternak ikan lele akan menggunakan kakaban yang berbahan dasar ijuk. Sayangnya saat ini ketersediaan kakaban yang terbuat dari ijuk sangatlah langka. Ketidaktersediaan ijuk dengan kualitas baiklah yang menyebabkan kelangkaan kakaban yang terbuat dari ijuk. Hal inilah yang melatar belakangi para peternak ikan lele beralih ke kakaban yang terbuat dari paranet.

Paranet adalah sebuah jaring yang terbuat dari plastik atau nylon. Paranet  atau shading net merupakan jaring peneduh atau penghalang sinar matahari dari tanaman. Dahulu paranet hanya digunakan dibidang pertanian saja, namun seiring dengan perkembangan zaman paranet banyak juga digunakan dibidang-bidang lain selain pertanian. Seperti saat ini paranet banyak digunakan dibidang peternakan, khususnya dikalangan peternak ikan lele. Para peternak ikan lele menggunakan paranet sebagai kakaban telur ikan. Kakaban dari paranet dipilih para peternak karena paranet lebih mudah didapatkan dibandingkan dengan ijuk.

Selain itu harga paranet juga tergolong lebih murah bila dibandingkan dengan ijuk, karena kakaban yang terbuat dari paranet akan lebih awet dibandingkan dengan kakaban yang terbuat dari ijuk. Kakaban dari paranet juga dapat dipakai berulang-ulang, sedangkan kakaban dari ijuk hanya dapat dipakai satu kali saja karena ujuk akan mudah membusuk setelah terendam air jadi tidak dapat dipakai berulang-ulang. Kakaban dari paranet juga mudah dibersihkan, setelah telur-telur ikan lele menetas anda dapat mengangkat kakaban yang terbuat dari paranet untuk dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan sabun.

Setelah anda mengetahui keunggulan atau kelebihan kakaban dari paranet, kini saatnya anda membuat kakaban menggunakan paranet. Cara pembuatan kakaban menggunakan paranet sangatlah sederhana, anda hanya perlu menyiapkan kayu atau bambu sebagai kerangkanya dan paranet sebagai alas dari kakaban.
Berikut cara pembuatan kakaban dengan paranet:
1. Buatlah kerangka kakaban berbentuk persegi empat dari kayu atau bambu. Sesuaikan panjang kerangka kakaban dengan panjang kolam, untuk lebar dibuat sekitar 30-40 cm, bila ingin anda lebihkan juga tidak apa-apa. Sesuaikanlah ukuran kerangka kakaban dengan kebutuhan anda.

2. Potong paranet sesuai dengan ukuran kerangka kakaban dan berikan tambahan kurang lebih sekitar 10 cm pada setiap sisi paranet.

3. Pasang paranet mengikuti pola dari kerangka kakaban. Untuk menghindari luka pada induk ikan lele gunakan tali rafia atau tali plastik yang lainnya dalam pemasangan paranet pada kerangka. Mengapa harus tali plaastik bukan paku? Karena apabila pemasangan paranet menggunakan paku, dikhawatirkan akan terdapat sisa ujung-ujung paku yang tajam akan meyebabkan luka gesek pada tubuh induk ikan lele.

4. Berikan pemberat di seiap ujung kakaban agar kakaban dari paranet tidak terapung. Pemberat disini dapat berupa batu seperti batu bata maupun batu kali.

5. Usahakan kakaban dari paranet tidak terapung dan tidak tenggelam, jadi sebaiknya posisi kakaban dari paranet adalah melayang. Ketika kakaban dari paranet terapung maka induk ikan lele akan susah menaruh telurnya didalam kakaban, sementara itu ketika kakaban berada dalam posisi tenggelam akan mengancam kehidupan ikan-ikan lele yang baru saja menetas, karena kakaban yang bersentuhan langsung dengan lantai kolam dapat menyebabkan ikan-ikan lele yang baru menetas terjepit dan mati.

Bagaimana? Mudah bukan membuat kakaban dengan paranet, jadi tunggu apa lagi beralihlah pada penggunaan kakaban dengan paranet dari sekarang. Cara pembuatanya yang mudah dan kualitasnya yang terjamin serta harganya yang terjangkau akan membuat bisnis ternak ikan lele anda semakin maju.
Baca juga Paranet Sebagai Tutup Kolam Ikan Anda.

Rabu, 30 Maret 2016

Paranet Sebagai Tutup Kolam Ikan Anda

Ikan adalah hewan air yang bernafas dengan menggunakan insang. Ikan sendiri ada yang hidup di air tawar dan ada pula yang hidup di air laut. Ikan juga ada yang dipelihara untuk hiasan dan ada pula yang dipelihara untuk dikonsumsi. Bagi anda yang menyukai ikan atau memelihara ikan dikolam tentu akan mengalami sedikit masalah ketika hujan lebat mengguyur.

Biasanya ketika hujan lebat debit air kolam akan meningkat hal ini dapat menyebabkan ikan-ikan naik keatas permukaan air kolam, ketika ikan naik keatas permukaan kolam ikan dapat dengan mudah keluar dari area kolam. Hal ini akan menyebabkan kerugian bagi anda. Misalnya saja anda beternak ikan lele, ikan lele jauh lebih agresif jika dibandingkan dengan jenis ikan-ikan tawar lainnya.

Ketika debit air kolam meningkat ikan lele dapat dengan cepat meloncat keluar dari area kolam, meskipun ikan lele tidak berada didalam air ikan tersebut masih dapat bergerak dan bernafas. Karena kekebalan fisik ikan lele lebih baik jika dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya. Bayangkan bila kejadian ini terjadi pada malam hari dan anda tidak mengetahuinya berapa ikan lele yang akan anda jumpai dalam keadaan tak bernyawa pada pagi hari akibat keluar dari area kolam dan berapa rupiah yang akan hilang dari kantong anda akibat dari kejadian tersebut. Anda tentu tidak mengharapkan hal ini.

Seringkali anda jumpai dibeberapa kolam penangkaran ikan lele terdapat tutup diatas kolam ikan yang menyerupai jaring. Tutup kolam ikan inilah yang disebut dengan paranet. Paranet berfungsi menutup area kolam ikan agar ketika debit kolam ikan naik akibat hujan, ikan lele tidak ada yang keluar dari area kolam.

Mengapa dipilih paranet bukan seng atau penutup plastik?
Hal ini dikarenakan paranet adalah alternatif yang cocok untuk menutup kolam ikan lele. Bila kolam ikan lele ditutup dengan menggunakan seng makan kolam tidak akan mendapatkan sinar matahari meskipun ikan lele dapat hidup dikondisi gelap dan air yang keruh namun tetap saja ikan lele memerlukan cahaya matahari untuk hidup jadi seng kurang efektif bila digunakan sebagai penutup kolam ikan lele dan apabila kolam ikan ditutup dengan menggunakan plastik maka ikan lele dapat dengan mudah keluar dari kolam karena ikan lele mampu menembus plastik tersebut.

Jadi jalan tengah untuk permasalahan tersebut adalah menggunakan paranet. Paranet yang terbuat dari nylon atau senar memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan kekuatan dari ikan lele, selain itu bentuk paranet yang menyerupai jaring atau berongga-rongga tidak akan menghalangi sinar matahari untuk masuk kedalam kolam.

Paranet memiliki ukuran tertentu seperti 50%, 65% 75%, hingga 90% ukuran tersebut dinyatakan dalam prosentase persen untuk menunjukan daya tahan menghalau sinar matahari dan kerapatan anyaman paranet itu sendiri. Jika paranet berukuran 90% maka paranet tersebut dapat menghalau 90% cahaya matahari jadi cahaya matahari yang masuk kedalam kolam sekitar 10% saja, dan kerapatan paranet dengan presentase 90% jauh lebih rapat bila dibandingkan dengan paranet yang berukuran 50%. Kerapatan tersebut juga menunjukan kekuatan dari paranet tersebut, bila ukuran kerapatannya semakin tinggi maka kekuatan paranet akan semakin tinggi pula.

Harga paranet juga lebih terjangkau bila dibandingkan dengan harga seng, selain itu paranet juga tidak akan berkarat seperti seng. Paranet juga dapat dipakai berulang kali dan mudah untuk dibersihkan, sedangkan apabila anda menggunakan plastik akan mudah robek dan relatif lebih sulit untuk dibersihkan. Jadi apakah anda tertarik untuk menutup kolam ikan anda dengan menggunakan paranet?
Baca juga Berbagai Macam Jenis Paranet.