Cara Mengatasi Kerontokan Bunga pada Tanaman Durian untuk Hasil Maksimal
Bagi para pekebun durian, fase berbunga adalah momen yang paling dinantikan sekaligus paling mendebarkan. Pasalnya, melihat pohon durian yang dipenuhi bunga bukan jaminan akan menghasilkan buah yang melimpah.
Baca Juga:
- Identifikasi Spesies Baru Vertebrata di Hutan Pedalaman Papua
- Status Kritis: Daftar Hewan yang Berada di Ambang Kepunahan Tahun 2026
- Pilih Paranet 65%, 75%, atau 85%? Ini Panduannya!
Salah satu tantangan terbesar dalam budidaya si "Raja Buah" ini adalah fenomena kerontokan bunga. Jika tidak ditangani dengan tepat, potensi panen bisa hilang hingga 80% atau bahkan gagal total.
Lantas, bagaimana cara memastikan bunga durian tetap bertahan hingga menjadi bakal buah? Berikut adalah panduan lengkapnya.
1. Pemenuhan Nutrisi Spesifik Fase Generatif
Penyebab utama bunga durian rontok adalah kekurangan unsur hara saat tanaman memasuki fase generatif. Pada fase ini, tanaman membutuhkan asupan Kalium (K) dan Fosfat (P) yang tinggi, namun rendah Nitrogen (N).
Tips: Hindari memberikan pupuk tinggi Nitrogen (seperti urea) saat bunga mulai muncul, karena hal ini akan memicu pertumbuhan daun baru (tunas vegetatif) yang justru akan mencuri nutrisi dari bunga. Berikan pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate) untuk memperkuat tangkai bunga.
2. Manajemen Pengairan yang Konsisten
Tanaman durian sangat sensitif terhadap perubahan kadar air di dalam tanah. Kekeringan yang ekstrem atau genangan air yang berlebihan (akibat hujan deras tiba-tiba) dapat menyebabkan tanaman stres dan menggugurkan bunganya sebagai mekanisme pertahanan diri.
Tips: Jaga kelembapan tanah agar tetap stabil. Jika musim kemarau, lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi atau sore. Namun, pastikan sistem drainase di sekitar pohon berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang di area perakaran.
3. Pemberian Unsur Mikro Boron
Seringkali terlupakan, unsur mikro Boron memegang peranan vital dalam proses penyerbukan dan pembentukan jaringan ikat pada tangkai bunga. Tanpa Boron yang cukup, tangkai bunga akan menjadi rapuh dan mudah lepas dari dahan.
Tips: Semprotkan pupuk mikro yang mengandung Boron pada bagian bunga dan daun saat kuncup bunga mulai terlihat (fase bola pingpong). Ini akan meningkatkan elastisitas tangkai bunga sehingga tidak mudah rontok terkena angin.
4. Membantu Penyerbukan (Polinasi Buatan)
Bunga durian biasanya mekar pada malam hari, dan secara alami diserbuk oleh kelelawar atau serangga malam. Namun, jika populasi penyerbuk alami di kebun Anda rendah, tingkat keberhasilan pembuahan akan menurun. Bunga yang tidak terserbuk dengan sempurna secara otomatis akan rontok.
Tips: Lakukan penyerbukan buatan dengan cara mengoleskan serbuk sari ke kepala putik menggunakan kuas halus pada jam 19.00 hingga 22.00 malam. Langkah sederhana ini dapat meningkatkan keberhasilan pembentukan buah secara signifikan.
5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama seperti ulat bunga (Prays citri) dan jamur sering menyerang kuncup bunga durian. Serangan ini ditandai dengan munculnya bercak hitam atau lubang pada bunga yang mengakibatkan bunga membusuk dan jatuh.
Tips: Gunakan fungisida dan insektisida organik secara preventif sebelum bunga mekar penuh. Pastikan kebersihan (sanitasi) di bawah tajuk pohon terjaga agar tidak menjadi sarang hama.
Kesimpulan Mengatasi kerontokan bunga durian memerlukan kombinasi antara ketepatan pemberian nutrisi, stabilitas air, dan bantuan penyerbukan. Dengan memperhatikan aspek-aspek di atas, tangkai bunga durian akan tumbuh lebih kuat, proses pembuahan menjadi lebih sukses, dan hasil panen Anda akan mencapai kualitas serta kuantitas yang maksimal.
.png)
0 Response to "Cara Mengatasi Kerontokan Bunga pada Tanaman Durian untuk Hasil Maksimal"
Posting Komentar