HUBUNGI KAMI

Jual Paranet Murah
Paranet, Paranet Murah, Jual Paranet, Distributor Paranet, Produsen Paranet, Jaring Paranet, Jaring Hitam, Jaring Peneduh Tanaman, Jaring Peneduh Taman, Jaring Peneduh Kolam, Jaring Peneduh Kolam, Paranet 65%, Jaring Paranet 75%, Jaring Paranet 85%, Harga Paranet, Ukuran Paranet, Paranet Roll.

Hubungi Kami
• Phone: 031- 8830487
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 0812.3258.4950 | Whatsapp
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Mengapa Bawang Merah Bikin Menangis Saat Diiris, Tapi Tidak dengan Bawang Putih?

 

Kegiatan memasak sering kali diwarnai momen dramatis ketika seseorang mulai mengiris bawang merah. Air mata tiba-tiba menetes begitu pisau menyentuh lapisan umbi lapis tersebut. Fenomena unik ini telah lama menjadi bagian dari pengalaman kuliner sehari-hari. Menariknya, reaksi kimia serupa tidak terjadi saat seseorang mengupas atau mencincang bawang putih. Lantas, apa alasan ilmiah di balik perbedaan reaksi antara kedua jenis bawang ini?

Baca Juga:

Mekanisme Kimia di Balik Air Mata

Secara botanis, bawang merah (Allium cepa) dan bawang putih (Allium sativum) berasal dari genus yang sama, yaitu Allium. Keduanya kaya akan kandungan senyawa sulfur atau belerang yang diserap dari dalam tanah. Namun, struktur enzim dan pertahanan diri di dalam sel tumbuhan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Ketika bawang merah diiris, struktur selnya rusak oleh bilah pisau. Kerusakan fisik ini memicu pelepasan enzim bernama alliinase. Enzim tersebut kemudian bereaksi dengan asam amino sulfoksida yang tersimpan di dalam sel bawang merah. Reaksi enzimatik ini dengan cepat menghasilkan senyawa gas yang disebut syn-propanethial-S-oxide.

Gas volatil ini dengan mudah menguap ke udara dan terbang menuju mata. Ketika gas tersebut bersentuhan dengan kelembapan pada permukaan mata, terbentuklah asam sulfat ringan. Sebagai respons pertahanan alami, kelenjar air mata di sekitar mata langsung memproduksi air mata secara berlebihan untuk mencuci dan melindungi kornea dari iritasi tersebut. Proses inilah yang memicu sensasi perih dan tangisan spontan saat menyiapkan bahan masakan.

Alasan Bawang Putih Tidak Membuat Menangis

Jika bawang merah memicu produksi air mata, mengapa bawang putih justru tampak lebih "ramah" bagi mata? Jawabannya terletak pada profil kimia dan jenis enzim yang dikandungnya.

Meskipun bawang putih juga melepaskan senyawa sulfur yang memicu aroma tajam ketika dicincang yakni senyawa allicin jalur pembentukan gasnya berbeda dari bawang merah. Bawang putih tidak menghasilkan gas volatil yang mudah menguap dan mengiritasi saraf mata seperti halnya syn-propanethial-S-oxide pada bawang merah. Oleh karena itu, meskipun aroma bawang putih sangat kuat dan menyengat penciuman, senyawa tersebut tidak memicu refleks kelenjar air mata pada manusia.

Tips Praktis Mengurangi Iritasi Saat Mengiris Bawang Merah

Bagi Anda yang kerap merasa terganggu dengan tetesan air mata saat memasak, beberapa langkah sederhana dapat diterapkan untuk meminimalisasi efek iritasi tersebut:

  • Gunakan Pisau Tajam: Pisau yang tajam memotong sel bawang dengan bersih tanpa menghancurkannya secara berlebihan, sehingga gas yang dilepaskan ke udara menjadi lebih sedikit.
  • Dinginkan Bawang Terlebih Dahulu: Menyimpan bawang merah di dalam lemari es selama beberapa menit sebelum diiris dapat memperlambat reaksi kimia dan mengurangi penguapan gas.
  • Potong di Dekat Aliran Air: Mengiris bawang di dekat kipas angin atau wastafel dengan air mengalir dapat membantu meniup atau melarutkan gas sulfur sebelum mencapai area mata.

Pemahaman mengenai reaksi kimia sederhana ini membuktikan bahwa air mata di dapur bukan disebabkan oleh kesedihan, melaikan murni akibat mekanisme pertahanan biologis tanaman umbi tersebut. Dengan teknik pengirisan yang tepat, kegiatan memasak dapat tetap berjalan nyaman tanpa gangguan iritasi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Bawang Merah Bikin Menangis Saat Diiris, Tapi Tidak dengan Bawang Putih?"

Posting Komentar