Minggu, 25 September 2016

Penyemaian dan Pembibitan Pohon Gaharu

Pohon gaharu selalu diminati. Kandungan dharmawanginya disukai kaum agamawan. Pasarnya adalah kelas menengah, kaum yang berduit. Karena itu harga panen gaharu sangat mahal. Kualitas pohon gaharu beragam, dari kualitas A (terbaik) hingga kualitas kemedangan (terburuk). Jangan kuatir, semua mutu tersebut masih disukai.

Meskipun sudah ada SNI gaharu, toh tidak semua orang tahu. Berdasarkan standart SNI gaharu yang baik berwarna coklat seling kehitaman, menebarkan aroma wangi yang kuat. Ini tertuang dalam Badan Standrt Nasional (BSN) No.1386/BSN-I/HK.71/09/99. Pada sertifikasi BSN tersebut dijelaskan detail keseluruhan pengertian gaharu, berbagai jenis produk gaharu, kualitas dan syarat-syarat mutunya.

Proses pembibitan pohon gaharu tidaklah sulit. Yang penting adalah perawatan pada penyiraman teratur, dan juga bibit gaharu di bawah naungan paranet. Sebab bibit gaharu tidak tahan pada cahaya panas matahari yang berlebihan, khususnya terik matahari siang hari.

Untuk memulai pembibitan gaharu berikut langkah-langkahnya

Penyemaian
Penyemaian pohon gaharu tidak sulit. Karena proses paling sulit adalah pada perawatan pembesaran pohon gaharu. Berikut langkah-langkah penyemaiannya:
·Biji gaharu tidak mempunyai dormansi. Segera semaikan agar mendapat bibit gaharu terbaik.
·Tidak perlu penyimpanan, apalagi terlalu lama. Air dalam biji gaharu sangat cepat berkurang/hilang.
·Jika kualitas air berkurang, kualitas kecambah gaharu jadi kurang baik.
·Benih atau biji terbaik dari buah yang sudah matang.
·Gunakan biji utuh. Tidak ada luka atau cacat.
·Biji harus bebas dari hama atau penyakit.
·Dari tanaman yang sehat
·Jangan tercampur dengan biji pohon lain
·Naungi paranet di atas bedengan Penyemaian
·Pentiranman dengan spriyer halus
·Saat umur 1-1,5 bulan, saat daun mulai tumbuh empat helai dengan lebar hamper seragam, segera pindahkan ke polybag.
·Anda dapat juga langsung menambil bibit yang biasa tumbuh di bawah pohon gaharu dewasa pada musim penghujan.Pindahkan langsung ke media polybag dengan hati-hati.Keruk sekalian akar dan tanahnya, jangan sampai akar parah.

Catatan: Penyemaian bibit gaharu tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Gunakan kerapatan paranet 30% atau 45% agar dapat dipakai selanjutnya pada proses pembibitan.

Pembibitan
Bibit pohon garu sangat menyukai tempat teduh. Jangan lupa menggunakan paranet untuk naungan tanaman bibit gaharu. Berikut proses pembibitannya:
·Masukkan media ke dalam polybag, separuh saja.
.Dekatkan dengan bedengan Penyemaian, atau tempat banyak bibit gaharu tumbuh di bawah pohon induk.
·Pindahkan hasil Penyemaian gaharu dengan hati-hati, jangan sampai akar patah. Khususnya akar tengah bawah (tunggang).
·Tetap letakkan di bawah paranet. Biarkan polybag di bawah pohon, atau letakkan polybag di bawah paranet tebal. Bibit gaharu menyukai lokasi yang teduh.
·Penyiraman diperlukan pagi dan sore. Sebelum jam 10 pagi, dan sekitar jam 4 sore. Jangan disiram pada siang hari.
·Pemupukan NPK mutiara juga diperlukan. 1 sendok makan campur dengan 10 liter air. Pemupukan dapat diulang tiga bulan berikutnya.
·Bibit gaharu bisa dipindahkan pada saat usia 8-10 bulan, atau tinggi batang sekitar 20-25cm. pilih bibit yang terbaik untuk ditanam.

Penanaman Bibit Gaharu
·Jangan lupa disiram hingga basah kuyup sehari sebelum penanaman.
·Gunakan pengangkutan yang aman, tidak mematahkan batang bibit gaharu
·Lahan disiapkan dengan dilubang jarak sekitar 3 meter. Tambahkan kompos kirim pada lobang tanam.
·Siram keseluruhan lobang tanam sebelum penananaman.
·Pindahkan bibit gaharu dengan hati-hati. Lepas polybag dengan disayat agar tidak merusak tekstur tanah dan akar dalam polybag.
·Lokasi perkebunan disarankan yang tidak terlalu terik matahari.

Demikian beberapa metode Penyemaian, pembibitan dan penanaman gaharu. Untuk proses perawatan pohon gaharu memang membutuhkan keahlian khusus, kami bahas pada lain kesempatan.
Baca Juga Paranet Untuk Jaring Dasar Kolam Tambak Anda.

Selasa, 13 September 2016

Paranet untuk Jaring Dasar Kolam Tambak Anda

Ikan adalah salah satu komoditas peternakan yang paling diminati untuk dijadikan bisnis usaha ternak. Dengan rasanya yang enak dan mengandung gizi tinggi, ikan sangat digemari untuk dikonsumsi. Orang Jepang misalnya, sangat gemar mengkonsumsi ikan karena kandungan gizinya yang tinggi, bahkan Jepang menjadi Negara pengkonsumsi ikan terbesar di dunia. Masyarakat Indonseia juga sangat menggemari ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut. Apalagi jika dimasak dengan bumbu khas daerah yang mantap, akan membuat citarasa ikan semakin enak dan makin digemari.

Ikan adalah hewan air yang bernafas dengan menggunakan insang dan hanya bisa hidup di dalam air, meskipun ada beberapa jenis ikan yang bisa hidup di luar air, namun itu hanya dalam beberapa saat saja dan setelahnya akan mati. Ikan biasanya dipelihara oleh masyarakat untuk jadikan hiasan dan ada pula yang dipelihara untuk dikonsumsi.

Biasanya ikan dipelihara di kolam, akuarium, atau tambak. Namun, memelihara ikan di tambak memiliki kelebihan tersendiri, yakni:

1.Pertama, biaya pembuatan tambak lebih hemat dibandingkan membuat kolam, karena kolam tambak tidak diperlukan tempat khusus untuk pemeliharaan karena tambak memanfaatkan luasan sumber air yang ada. Misalnya tambak di pinggiran danau, di dekat pantai, atau di sungai. Sehingga tidak perlu membeli atau menyewa lahan untuk pemeliharaan. Selain itu, tambak tidak membutuhkan irigasi air tambahan, karena air sudah tersedia dalam jumlah banyak di danau, di sungai, atau di laut.

2.Kelebihan yang kedua adalah ikan akan tetap bisa hidup di habitat aslinya, sehingga pemeliharaan khusus seperti pengkondisian kejernihan air, suhu air, pH air, dan sebagainya tidak perlu dilakukan, karena semua itu terjadi secara alami oleh alam.

3.Kelebihan ketiga adalah sebagian besar makanan ikan akan disediakan oleh alam, seperti lumut, plankton, ikan-ikan kecil semua tersedia di alam. Sehingga akan menghemat penggunaan pakan ikan tambahan.

Jika biasanya pemdasar pada kolam adalah berupa beton atau terpal, pada kolam tambak, dasar kolam menggunakan jaring. Penggunaan jaring dimaksudkan agar air dapat mengalir dengan lancar dan tersedia setiap saat bagi ikan. Namun syarat jaring yang digunakan harus mampu untuk menahan ikan agar tidak kabur keluar dari tambak. Lubang-lubang di jaring harus lebih kecil dengan ukuran ikan namun tetap dapat dilewati air dengan lancar. Dan jaring yang tepat untuk dasar kolam tambak dan recommended adalah jaring paranet.

Paranet dapat menjadi solusi pemdasar kolam di tambak. Paranet tersedia dalam berbagai ukuran kerapatan lubang. Yakni paranet 45%, paranet 50%, paranet 65%, paranet 75%, paranet 80%, dan paranet 90%. Semakin besar persentase kerapatan, maka semakin rapat lubang paranetnya.

Biasanya dalam pertanian paranet diperuntukan bagi tanaman untuk mengatur sinar matahari ke tanaman. Pemilihan paranet disesuaikan dengan kebutuhan tanaman akan sinar matahari. Contoh misalnya pada paranet dengan kerapatan 65%, artinya  sinar matahari yang mampu dihalangi paranet sebesar 65%. Dengan kata lain sinar matahari yang masuk ke lahan sebanyak 35%. Namun dalam penggunaannya untuk dasar kolam tambak, kerapatan paranet berarti disesuaikan dengan ukuran ikan. Kerapatan paranet harus lebih kecil dari ukuran ikan, namun tetap mensirkulasikan air dengan baik.

Bahan paranet juga tersedia beragam, ada yang terbuat dari bahan plastik, nilon, kawat, atau tambang. Karena paranet digunakan di dalam air, sangat direkomendasikan untuk menggunakan paranet bahan plastik atau tambang karena lebih kuat untuk menghalau arus dan lebih awet.Bagi anda yang membutuhkan paranet plastik hub 085233925564/087702821277. Biasanya paranet lokal bisa digunakan untuk 2 sampai 3 tahun lamanya. Paranet plastik juga lebih mudah dibersihkan karena kotoran hanya menempel di permukaan saja, tidak masuk ke serat bahan. Sehingga lumpur dan lumut yang ada di paranet mudah untuk dibersihkan.

Baca juga Penyemaian dan Pembibitan Pohon Gaharu.



Kamis, 18 Agustus 2016

Mengatur Kelembaban Nanungan Paranet Untuk Pengecambahan Generatif

Unit usaha pengembang biakan tanaman membutuhkan persiapan khusus yang benar-benar matang dan detail. Hal ini dimaksudkan agar benar-benar menghasilkan benig yang berkualitas, sebagai bekal usaha pembibitan kita berkelanjutan. Kuncinya adalah pilihan yang tepat untuk mendudukung pembibitan generatif melalui naungan paranet 45%, paranet 55%, paranet 65% dan juga paranet 75%.

Tentang Pengembangan Tumbuhan Generatif
Maksud dari pengembangan atau pembibitan tumbuhan generatif adalah menumbuh kembangkan semakin banyak tanaman  yang berasal dari biji. Secara ringkas, biji tumbuhan generative melalui proses penyerbukan, yakni saat inti generatif serbuk sari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Setelah itu seprma bertemu dengan kedua inti sel (biasanya dibantu dengan angin, binatang seperti kupu-kupu atau lebah) dan terjadilah pembuahan ganda. Mulai saat itulah berkembang menjadi biji atau bakal buah.

Tentang Biji dan Buah
Buah merupakan sarana paling banyak tumubuhan menyimpan biji. Buah bermula dari kerja bunga dan pertemuan teoung sari yang mendarat pada putik, menghasilkan pembuahan ganda, lalu menjadi bakal buah. Buah berfungsi untuk melindungi biji dan menyimpan hasil fotosintesis.

Pengecambahan Biji, Butuh Naungan Paranet diatas 75%
Istilah ini secara umum dikenal dengan pembibitan tanaman. Proses ini secara sederhana dimulai saat benih disebarkan atau di tanam pada media yang telah disiapkan. Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila, suhu menguntungkan, persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji.  Bahkan pada dasaranya biji akan tetap berkecambah pada media yang tidak memiliki unsur hara sekalipun.

Namun tanpa unsur hara bukanlah pengecambahan yang baik pada proses pembibitan. Sementara untuk meciptakan suhu terbaik, dibutuhkan naungan paranet 75% pada proses pengecambahan. Sebab dibutuhkan kelembaban yang menguntungkan pada pembelahan biji dan pengecambahan. Jika media kurang optimal benih tidak akan dapat  menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma). Hal ini membuat epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang.

Proses pengecambahan terjadi karena benih mengabsorpsi air, kemudian benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. Untuk itulah perendaman sebelum pengecambahan menjadi perlu.  Hal itu dimaksudkan agar air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma.  Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%. Pada saat itu proses pemecahan biji menjadi kecambah dimulai.

# Jual paranet kerapatan 65% dan 75%, kualitas terjamin. Ukuran 3m x 100m. Info harga paranet hubungi kami di 0877 0282 1277 - 08123 258 4950. 

Naungan 75% dalam rangka memberi kesempatan akar primer yang masih lembut untuk berkembang dan menghisap air dengan kekuatan yang masih kecil. Kebutuhan nanungan ini dalam rangka memberi kesempatan akar berkembang secara bertahap. Akar primer berkembang mengasilkan akar-akar sekunder, lalu berkembang agi menjadi akar tersier.  Sementara dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun  serta berbagai cabang.  

Pertumbuhan akar pada proses ini cukup cepat. Variasi segala pertumbuhan berkembang dalam 36-96 jam.   Perbedaan ini  disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji.    Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman  dewasa.  Dalam proses ini pertumbuhan daun-daun  serta berbagai cabang.

Setelah itu, untuk hasil sempurna pembibitan, maka pengaturan kelembaban dilakukan secara bertahap. Saat kecambah telah tumbuh lebih besar dan disiapkan pemindahan, maka naungan paranet yang memungkinkan adalah paranet 45% - 65%. Kategori parabet ini disesuaikan dengan jenis tumbuhan yang dibibitkan.
# Silahkan baca juga Pentingnya Naungan Paranet Untuk Tanaman Holtikultura.


Kamis, 28 Juli 2016

Naungan Paranet, Lingkungan Ideal Kebun Kecil Samping Rumah

Naungan paranet tidak saja memberikan kenyamanan untuk tanaman, tetapi juga untuk kita yang merawatnya. Ukuran paranet dapat disesuaikan dengan naungan 65% atau 75% atau lainnya, memberikan pencerahan ideal pada lingkungan tanaman, cukup dan tidak berlebihan. Sementara kita yang bertanggungjawab merawat juga merasakan hal sama, sejuk dan rindang di bawah naungan paranet.


Rumah adalah cermin pemiliknya, dan rumah bisa menjadi surga bagi yang dapat menikmati dan mensyukurinya. Salah satu cara bersyukur tersebut adalah bertanggungjawab penuh atas lingkungan sekitar rumah kita. Manfaatkan tanah sekitar rumah sangat yang tersisa untuk menambah sejuk dan segar lingkungan rumah. Kita bisa menambahkan tanaman sayur mayur, bunga, tanaman hias lainnya, atau pohon buah yang rindang.

Lihat kembali sisa pekarangan atau lahan kosong di sekitar rumah. Bisa di depan rumah, samping atau belakang rumah. Pikirkan untuk menanam suatu tanaman yang sesuai. Lalu mulailah melakukan persiapan penanaman. Agar lingkungan tanam sekita rumah lebih nyaman, maka lakukan 2 (dua) berikut:
- Meratakan Tanah Lahan Kosong
- Mengukur dan Membelikan Paranet Sebagai Peneduh.

Meratakan Tanah
Meratakan tanah dimaksudkan agar proses penataan tanaman mudah. Tanaman bisa ditata lebih rapi dengan menyiapkan polybag atau pot tanaman. Tanah yang merata membuat penataan seimbang, tidak miring. Hal ini dimaksudkan agar pada proses penyiraman air tidak menggenang pada posisi samping polybag saja, karena dapat mengakibatkan pertumbuhan yang tidak merata atau pembusukan pada bagian yang tergenang air.

Meratakan tanah juga bermanfaat untuk keindahan dan kerapian peletakan tanaman. Selain itu sisa lahan yang sempit bisa terlihat lebih longgar. Tanah yang rata dapat dengan mudah ditambahkan pot bertingkat jika diperlukan, tidak goyang dan tidak membuat pot miring.

Memasang Paranet
Untuk memberikan kenyamanan dan kondisi ideal proses penanaman, maka naungan paranet jawabannya. Proses pemasangan paranet membutuhkan trik khusus. Paranet sebetulnya sangat kuat dan tahan akan tiupan angina ataupun benda yang jatuh dari atas, asalkan cara pemasangannya benar. Cara yang tepat pemasangan paranet adalah dengan menggunakan tampat atau tali plastic (ravia) untuk penguat di sela-sela paranet. Kelenturan penahan tali tampar atau ravia membuat paranet lebih aman dari kemungkinan sobek.

Naungan paranet membantu kondisi ideal tanaman dari pencahayaan matahari yang berlebihan, menyarin sinar UV tinggi terik matahari siang hari. Paranet juga membantu membatasi penyebaran hama dari atas. Kondisi ini juga sangat nyaman untuk Anda yang mengelola tanaman, baik sayuran, buah, atau tanaman hias.

Naungan paranet akan memberikan hasil perumbuhan yang berbeda. Kita tidak akan dapat menanam sayuran di bawah pohon rindang dengan baik, atau menanam sesuatu yang tanpa sinar matahari masuk. Sebaliknya, kita juga sulit mengendalikan kualitas tanaman yang terkena terik matahari secara langsung, lebih-lebih Negara kita terletak pada wilayah tropis. Gunakan naungan paranet 65% atau paranet 75% untuk memberikan kenyamanan yang baik pada tumbuhan yang kita tanam, dan tentu untuk kenyamanan kita sendiri sebagai perawatnya.

Dengan naungan paranet tersebut, kita dapat memulai berkebun sendiri di samping rumah dengan nyaman dan menyenangkan. Kita dapat melakukan perawatan pada pagi dan sore hari, sesuai dengan waktu luang yang kita miliki. Naungan paranet 65% atau paranet 75% akan membantu kita merasakan kenyamanan saat bertanam, merawat, emncabut gulma, memanen atau saat mebersihkan pekarangan.
Baca Juga Pentingnya Naungan Paranet Untuk Tanaman Holtikultura.

Kamis, 21 Juli 2016

Pentingnya Naungan Paranet Untuk Tanaman Holtikultura

Pada aspek kualitas sayuran, maka penggunaan paranet menjadi bagian penting budidaya sayuran yang harus kita ketahui bersama. Paranet atau shadingnet disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, yakni penggunaan ukuran paranet 65%, paranet 75% atau jenis ukuran paranet lainnya. Ukuran paranet juga berbeda untuk holtikultura buah dan tanaman hias. Untuk itu setiap petani holtikultura harus tahu dasar-dasar keilmuan bertani holtikultura, baik di kebun maupun dalam greenhouse.

Mengenal Tanaman Holtikultura
Tanaman holtikultura memang tanaman yang paling sering dibudidayakan dalam greenhouse. Hortikultura secara teks dari Bahasa Latin: hortus (kebun) dan culture (bercocok tanam). Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan sebagai seluk beluk kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah-buahan atau tanaman hias.

Saat ini pengetahuan tentang ilmu hortikultura atas 3 bagian yaitu;
Tanaman Sayuran
Sayuran mejadi tanaman holtikultura paling popular dubudidayakan. Beberapa jenis holtikultura jenis sayuran berasal dari kelompok buah seperti tomat, mentimun, Lombok dan lain sebagainya. Sayuran juga berasal dari daun, bayam, sawi, kol, dan lain sebagainya. Ada juga sayuran dari jenis akar tanaman, seperti wortel dan kentang. Selain itu, banyak sayuran diambil dari biji tanaman (buncis), bunga tanaman (kembang kol, bunga turi) dan sebagainya.

Buah-buahan
Ada beberapa macam morfologis tanaman buah, seperti pohon dan menjalar. Tanaman buah pohon seperti manga, durian, jeruk, rambutan, dan lain sebagainya. Tanaman buah menjalar seperti melon, labuh, semangka, dan lainnya.

Tanaman Hias.
Tanaman hias bisa dalam bentuk bunga. Tanaman ini lebih dimanfaatkan sebagai penghias taman atau jalan. Sering digunakan juga untuk menghias dalam rumah, khususnya di ruang tamu.

Ada satu lagi sebetulnya jenis holtikultura yang sering dibudidayakan dengan naungan paranet, yakni tanaman Lanskap. Tanaman ini merupakan jenis tanaman tertentu yang dipadukan dengan elemen-elemen lainnya untuk menghasilkan pemandangan yang indah.

Aspek utama dalam lanskap arsitektur ini adalah penutupan permukaan tanah yang umumnya diwakili dengan rumput. Lanskap arsitektur sedemikian pentingnya karena dapat memuaskan masyarkat yang melihatnya dan berpengaruh terhadap efek fisiologis manusia. Perkembangan dari cabang hortikultura ini demikian pesatnya karena sangat dibutuhkan dalam pembangunan supermal, taman bermain, parkir, dan sebagainya.
Greenhouse dan Paranet, Kompilasi Terbaik untuk Holtikultura

Budidaya holtikultura dengan menggunakan greenhouse merupakan trend baru untuk menghasilan produk hotikultura bermutu, baik itu sayuran, buah-buahan, tanaman hias, atau tamanan lanskap yang mempesona. Beberapa keuntungan dari bertanam holtikultura dengan naungan paranet greenhouse adalah;
- Kondisi lingkungan yang terkontrol sehingga pertumbuhan tanaman jadi lebih baik. Untuk sayuran akan tampak lebih segar.
- Produknya tidak tergantung musim
- Kualitas tanaman lebih tinggi.
- Produsen dapat mengatur saat panen yang disesuaikan dengan nilai jual tertinggi di pasar.
- Aman dari berbagai gangguan atau serangan hama
- Gulma lebih terkendali
- Tidak perlu banyak menggunakan pestisida
- Steril dari pengaruh luar
- Lebih bersih, lebih rapi, lebih mudah perawatan

Untuk tanaman holtikultura sayur, penggunaan greenhouse atau dengan naungan paranet menjadi peluang menggiurkan bagi pemilik tanah di wilayah pinggiran kota. Sayuran dengan ekonomi tinggi dapat ditangani dengan lebih efektif tanpa mengenal musim, khususnya dalam rangka menjangkau pasar potensial perkotaan yang terus meningkat sepanjang tahun.

Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat menerapkan teknologi yang efektif dalam memproduksi tanaman holtikulutura, khususnya sayuran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan teknologi atmosfir terkontrol pada kemasan sayuran. Selepas dari pemanenan dalam greenhouse atau naungan paranet, sayuran langsung dikemas dengan teknologi control atmosfir. Hal ini membantu sayuran tetap dalam kondisi segar untuk jangka yang lebih lama.
Baca Juga Mendulang Untung Agribisnis Dengan Naungan Paranet.

Sabtu, 18 Juni 2016

Mendulang Untung Agribisnis Vanili dengan Naungan Paranet

Penggunaan naungan paranet nyata-nyata telah memberikan hasil lebih baik pada pertanian vanili. Hal ini sebagaimana hasil penelitian dan ujicoba yang dilakukan oleh Teknisi Pelaksana Lanjutan pada Kebun Percobaan Pakuwon, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Jalan Raya Pakuwon km 2, Parungkuda, Sukabumi.

Eksisting Pertanian Vanili di Indonesia
Sebagai Negara penghasil vanili yang semakin dipercaya pada perdangan global, Indonesia terus berupaya meningkatkan perannya melalui peningkatan produktivitas dan mutu. Pada tahun 2000, data Luas areal pertanaman vanili Indonesia mencapai 17.151 ha. Luas itu tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Sulawesi Utara. Sementara total produksi vanili (berdasar data tahun 2000) adalah produksi polong kering berjumlah 2.080 ton.

Meningkatkan Produktivitas Vanili di bawah Naungan Paranet
Secara umum, tingkat produktivitas vanili dipengaruhi oleh berbagai faktor,  yakni;
- Kesesuaian lingkungan tumbuh. Hal ini terkait dengan kesesuaian suhu dan pencahayaan
- Teknik budi daya, terkait dengan metode penanaman mulai dari kecambah hingga panen, berikut penanganan budidaya
- Varietas, varieties unggul tentu menghasilan hasil panen yang lebih baik
- Serangan penyakit

Secara umum, keempat metode tersebut mempengaruhi mutu vanili.  Hal yang harus diperhatikan pada saat proses budidaya adalah waktu petik, pengaturan buah, dan proses pengolahan atau pascapanen.

Uji Coba Budidaya Vanili dengan Naungan Paranet
Percobaan yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri), Sukabumi ini menggunakan harapan vanili K1 dan K2 dan tanaman gamal (Gliricidia maculata). Hasil dari berbagai ujicoba tersebut menghasilkan beberapa metode budidaya vanili di bawah naungan paranet sebagai berikut;

Pengaruh Tingkat naungan Paranet
Tingkat naungan paranet sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembuahan tanaman vanili. Ukuran terbaik yang dapat digunakan adalah menggunakan paranet dengan tingkat naungan 35-45%, dengan kerangka paranet tiang panjat mati (beton, besi, bamboo mati, kayu). Boleh menggunakan tiang hidup dengan catatan daunnya tidak rontok pada musim kemarau. Sebab hal ini akan mengganggu intensitas terukur pencahayaan matahari.

Hasil uji coba juga menunjukkan, bahwa tingkat naungan rapat (65-75%) kurang baik untuk semua parameter pertumbuhan vegetative maupun generative vanili. Tingkat naungan terbaik tetap menggunakan kisaran antara 35-55%, baik untuk klon 1 maupun klon 2.

Karakter utama tanaman vanili adalah tidak menghendaki sinar matahari penuh. Intensitas cahaya yang diperlukan hanya berkisar antara 30-50%. Untuk mengatur ini dapat dilakukan dengan pemangkasan tanaman panjat atau penegaknya. Sementara suhu yang dibutuhkan untuk berproduksi sekitar 20-30°C, dengan suhu optimal terbaik adalah 25°C dan kelembapan 55-80%.


Hasil optimal paling produktif dari tanaman vanili adalah pada usia dua tahun. Pada tahun ini jumlah buah dan tanaman yang berbunga cukup banyak dan serempak. Hal ini bertahan hingga tahun ke lima hingga membutuhkan generasi baru dari penanaman vanili.

Gunakan Paranet Untuk Hasil Optimal Pertanian
Paranet memberikan keuntungan maksimal pada manipulasi pencahayaan yang harus diterima oleh tanaman. Cahaya yang terukur sangat membantu optimasi fotosintesis tiap tumbuhan yang membutuhkan kapasitas pencahayaan yang berbeda. Hal ini juga berpengaruh pada kelembaban, suhu, dan berpengaruh pada semua tingkat perkembangan lanjutan tanaman. Keseimbangan antara pencahayaan dengan kebutuhan tanaman ini memberikan pengaruh segnifikan pada produktifitas optimal perubahan fase vegetatif ke fase reproduktif pada banyak jenis tanaman, termasuk pada tanaman vanili.

Rabu, 08 Juni 2016

Kombinasi Paranet dan Bambu untuk Greenhouse Tanaman Hias

Setiap orang pasti senang melihat pemandangan yang indah, tidak terkecuali pemandangan di rumah Anda. Anda pasti menginginkan halaman rumah terlihat serba hijau, asri, sejuk, tanaman bunga mekar dengan indah dan harum semerbak. Dan salah satu yang bisa membuat dekorasi halaman rumah Anda begitu indah adalah dengan adanya tanaman-tanaman hias. Tanaman hias seperti tanaman bunga dan anggrek misalnya, dua tanaman ini bisa menjadi pilihan tepat jika Anda menginginkan halaman rumah atau dekorasi ruang tamu Anda lebih indah dan terasa sejuk. Inilah  salah satu sebab yang menjadikan usaha tanaman hias sebagai peluang usaha menjanjikan.

Budidaya tanaman hias biasanya dilakukan di halaman terbuka, kebun, atau greenhouse. Namun khususnya budidaya tanaman hias di dalam greenhouse masih sedikit dilakukan karena biaya pembuatannya yang cukup tinggi. Padahal budidaya tanaman di dalam greenhouse lebih baik jika dibandingkan di lahan terbuka diantaranya dapat mencegah serangan hewan penggangu, kebersihan tanaman lebih terjaga, memudahkan pengontrolan dan perawatan dan sebagainya.

Greenhouse atau jika diartikan kedalam bahasa Indonesia artinya adalah rumah hijau atau rumah tanaman. Sesuai dengan namanya, greenhouse adalah sebuah tempat berbentuk seperti rumah yang ruangan di dalamnya khusus diperuntukan untuk menanam tanaman. Tanaman jenis apapun dapat ditanam di dalam greenhouse, namun biasanya dikhususkan untuk tanaman yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi seperti sayuran dan tanaman hias.

Membudidayakan tanaman hias di dalam greenhouse memang tepat, namun biaya awalnya yang cukup besar, menjadikan orang lebih memilih membudidayakan tanaman hias di lahan terbuka. Biaya mahal pembuatan greenhouse disebabkan bahan kerangka, dinding, serta atap greenhouse yang lumayan mahal. Kerangka greenhouse biasanya terbuat dari besi atau baja anti karat, sedangkan bagian atap dan dindingnya terbuat dari fiber, plastik, atau kaca transparan anti UV. Namun Anda jangan khawatir, karena ada tips membuat greenhouse yang murah khususnya untuk budidaya tanaman hias yakni mengkombinasikan paranet dan bambu.

Paranet dalam membuat greenhouse digunakan sebagai bahan penutup dinding dan atap greenhouse, sedangkan bambu digunakan untuk kerangka greenhouse. Keuntungan kombinasi paranet dan bambu untuk greenhouse tanaman hias ini diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Biaya pembuatan lebih murah jika dibandingkan menggunakan bahan seperti biasanya. Paranet harganya jauh lebih murah dibandingkan kaca, plastik, atau fiber transparan anti UV. Begitu juga dengan bambu harganya jelas akan lebih murah dibandingkan menggunakan baja atau besi anti karat.

2.Sirkulasi udara dan suhu ruangan di dalam greenhouse akan lebih baik dengan menggunakan paranet. Bentuk paranet seperti jaring dengan kerapatan tertentu akan memudahkan udara keluar masuk greenhouse.

3.Penggunaan paranet untuk atap greenhouse juga sangat tepat karena akan mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam greenhouse. Tanaman hias tidak memerlukan sinar matahari dalam jumlah banyak untuk pertumbuhannya. Tanaman hias anggrek misalnya biasanya hanya butuh sinar matahari antara 20% sampai 30% saja. Jika lebih besar dari itu, maka tanaman hias khususnya tanaman bunga anggrek akan terluka, layu bahkan mati. Namun jika sinar matahari terlalu sedikit juga akan menghambat pertumbuhannya. Pilihlah paranet dengan kerapatan yang sesuai dengan kebutuhan sinar matahari.

4.Bambu jika digunakan di bawah cuaca normal biasanya dapat bertahan lama hingga 3 tahun pemakaian. Ini sangat cocok dengan keawetan paranet. Paranet yang buatan lokal biasanya juga dapat bertahan lama 2 sampai 3 tahun. Artinya jika kita menggunakan kombinasi paranet dan bambu untuk greenhouse, dapat diganti secara bersamaan pada tahun ketiga. Jadi Anda bisa mendapatkan instalasi greenhouse baru pada waktu yang bersamaan.

Nah itulah kombinasi paranet dan bambu untuk greenhouse yang ternyata memiliki keuntungan tersendiri selain lebih hemat. Kalau ada yang lebih hemat kenapa harus yang mahal? Toh kualitasnya juga tidak kalah bagusnya. Paranet dan bambu adalah kombinasi tepat untuk greenhouse tanaman hias Anda.