HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Wow, Inilah Beberapa Inovasi Teknologi Terbaru Untuk Meningkatkan Produkvitas Padi

Jual Paranet High Quality - Lim Corporation

Padi ialah komoditas strategi serta seakan menjadi tanaman sangat penting buat rakyat Indonesia. Beras yang ialah produk dari tanaman padi menjadi bahan pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Keperluan akan beras terus meningkat sejalan sama bertambahnya jumlah penduduk nasional.

Baca Juga : 
Berbagai usaha sudah dilakukan buat meningkatkan produktivitas tanaman padi, mulai dari jenis intensitifikasi lahan hingga dengan ekstensifikasinya. Seiring sama perkembangan ilmu pengetahuan, peran teknologi juga semakin penting dalam peningkatan produktivitas tanaman. Berikut ialah beberapa inovasi teknologi terbaru buat meningkatkan produktivitas tanaman padi.

SMARt

Badan Penelitian serta Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melewati Balai Penelitian Tanah (Balittanah) berhasil menghasilkan teknologi terbaru, yakni SMARt yang berbentuk pupuk hayati tanaman padi. SMARt ialah formula pupuk hayati buat meningkatkan efisiensi pemupukan, produktivitas, serta ketahanan tanaman padi pada penyakit. Formula pupuk hayati ini ialah konsorsia mikroba selektif yang unggul sebagai penambat N, pelarut fosfat, serta penghasil hormon.

Pupuk hayati sendiri mempunyai beragam fungsi yang bisa menunjang pertumbuhan tanaman padi, di antaranya sebagai penyedia hara, meningkatkan ketersediaan hara, pengontrol mikroorganisme pengganggu tanaman, pengurai bahan organik serta pembentuk humus, pemantap agregat tanah serta perombak senyawa agrokimia. Tetapi, ternyata SMARt masih mempunyai keunggulan lain, di antaranya ramah lingkungan sebab memakai mikroba tropik, dapat meningkatkan produktivitas padi, serta menekan jumlah pemakaian pupuk serta insektisida ±50%. Ditinjau dari keunggulannya, SMARt potensial dikembangkan secara komersial sama industri sarana produksi pertanian buat mengganti pupuk anorganik serta insektisida pada tanaman padi.


AWD (Alternate Wetting and Drying)

AWD ialah teknologi buat menghemat air yang bisa diterapkan petani buat mengurangi pemakaian air irigasi di lahan sawah. Penerapan AWD bisa meningkatkan produksi padi selain menurunkan emisi ataupun pelepasan gas rumah kaca (GRK). Teknologi ini awal mula dikembangkan sama IRRI (International Rice Research institute) pada tahun 2009 di Philipina. Teknologi ini muncul sebab petani dinilai sering mengairi sawah mereka dengan cara menggenangi secara terus menerus. Cara tersebut selain boros air, juga berdampak pada peningkatan emisi gas rumah kaca.

Pengujian pada AWD di Indonesia sudah dilakukan oleh Badan Penelitian serta Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melewati peneliti di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) bekerjasama dengan National Agriculture and food Research Organization (NARO) pada tahun 2013-2016 selama 6 musim tanam. Hasil pengujian yang dilakukannya manyatakan bahwa kelangkaan air di lahan sawah bisa ditekan bahkan bisa dihindari, salah satunya dengan menggunakan teknologi AWD. Teknologi ini dapat menghemat pemakaian air irigasi sebesar 17 – 20%, serta menekan emisi gas rumah kaca antara 35-38%. Selain itu, teknologi ini juga bisa meningkatkan produksi sampai 1 ton/ha daripada dengan pengairan terus menerus.

Dalam pengaplikasian AWD, penentuan waktu serta frekuensi pergantian pembasahan serta pengeringan bergantung terhadap tahap pertumbuhan padi, cuaca serta kondisi lahan sawah yang disesuaikan sama sistem budidaya padi yang dipakai.

Mesin Pascapanen

Badan Penelitian serta Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) berhasil mengeluarkan 3 paket mesin pengolahan benih padi mendukung UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber) yang masing-masing terdiri dari mesin pembersih (sortasi), mesin penimbang, serta mesin pengemas. Selain itu, buat penakar benih yang bermasalah sama lantai jemur, akan dilengkapi sama mesin pengering padi tipe sirkulasi.

Hasil pengujian paket mesin pascapanen benih membuktikan bahwa masing-masing alat sert mesin telah bisa berfungsi serta beroperasi secara baik. Mesin pembersih mempunyai kapasitas antara 400–500 kg/jam (tergantung laju pengumpanan gabah serta tingkat kebersihan gabah awal). Mesin penimbang mempunyai kapasitas sebesar 540 kg/jam ataupun 108 kemasan/jam. Tingkat akurasi hasil timbangan sebesar 99,57%.Kapasitas alat pengemas benih padi sebesar 613 kg/jam ataupun 122 kemasan/jam tergantung keterampilan operator. Sedangkan mesin pengering tipe sirkulasi mempunyai kapasitas muat 3,0 – 3,5 ton/proses, dengan lama pengeringan 16,5 jam pada suhu udara pengering 51,7ºC.

Hasil analisis ekonomi membuktikan bahwa besarnya biaya operasional buat mesin pembersih, penimbang, pengemas, serta pengering berturut-turut ialah Rp.59/kg, Rp. 29/kg, Rp. 14/kg, serta Rp.108/kg ataupun bisa dikatakan pemakaian alat mesin pascapanen benih ini padi bisa memberikan keuntungan, dengan nilai B/C ratio masing-masing mesin antara 1,4 – 1,5 dengan nilai BEP antara 0,5 – 0,6 tahun. Buat pemakaian mesin pengering nilai B/C ratio serta BEP masing-masing ialah 1,2 serta 2,0 tahun, artinya cukup layak.

Distributor Paranet Tanaman

Paranet merupakan jala plastik yang biasa digunakan untuk memberi naungan bagi tanaman. Paranet dapat mengurangi intensitas cahaya yang diterima tanaman dan juga untuk mengurangi suhu udara disekitar tanaman. Harga dan ukuran klik http://bit.ly/hargaparanet

Customer Service :
Email : limcorporation2009@gmail.com
Phone : 081232584950 / 087702821277 / 085233925564
Whatsapp :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wow, Inilah Beberapa Inovasi Teknologi Terbaru Untuk Meningkatkan Produkvitas Padi"

Posting Komentar