HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Tips Beternak Kelinci dengan Mudah, Si Mamalia Kecil yang Lucu

Jual Paranet High Quality - Lim Corporation

Peluang usaha ternak kelinci sangat menjanjikan sebab kelinci termasuk hewan yang mudah dijinakkan, gampang beradaptasi serta cepat berkembang biak. Secara umum ada 2 kelompok kelinci, yaitu kelinci budidaya serta kelinci hias. Kelinci budidaya ialah jenis kelinci yang dibudidayakan buat dikonsumsi dagingnya maupun diambil kulit serta bulunya. Sedangkan kelinci hias ialah jenis kelinci buat hewan kesayangan.

Baca Juga : 
Sebenarnya tak ada batasan pasti antara kelinci hias serta budidaya. Banyak ras kelinci yang awalnya diperlakukan untuk kelinci hias, dikemudian hari dimanfaatkan jadi kelinci pedaging. Sebab ras itu mempunyai keunggulan pedaging seperti bobotnya yang besar, pertumbuhan bobot cepat serta perkembangbiakannya tinggi. Begitu juga sebaliknya, kelinci yang awalnya diperuntukan buat pedaging tetapi sebab bentuk serta rupanya indah memukau, lalu dikembangkan buat kelinci hias.

Jenis kelinci budidaya
Ada tiga fokus utama dalam ternak kelinci, yaitu berorientasi pada daging, kulit serta bulu. Jenis-jenis kelinci juga mempunyai keunggulan berbeda-beda, ada yang unggul di pertumbuhan daging, kualitas kulit serta produksi bulu ataupun woll. Di Indonesia, ternak kelinci masih didominasi sama kelinci pedaging. Hal ini sebab industri kulit serta woll kelinci belum berkembang luas.

Ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kelinci supaya dapat disesuaikan sama orientasi ternak kita, apakah mau fokus pada daging, kulit ataupun bulu. Kementerian Pertanian mengeluarkan panduan buat para peternak kelinci supaya memelihara kelinci sesuai peruntukannya. Berikut jenis-jenisnya:

Menyiapkan kandang
Secara umum Ada 2 tipe kandang yaitu, sistem terbuka serta tertutup. Kandang sistem terbuka berupa hamparan lahan yang seketirnya dikasih pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area kandang disediakan naungan buat berteduh serta tempat istirahat. Kandang terbuka ini telah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini pemeliharaan relatif cukup mudah. Apalagi kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat saat memberi pakan tidak perlu cemas. Kelemahan sistem ini membutuhkan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan lumayan besar.

Kandang tertutup ialah kandang yang dibatasi lantai, dinding serta atap. Kandang jenis ini cocok buat usaha ternak intensif. Budidaya kelinci memakai sistem kandang tertutup membutuhkan 2 tipe kandang, yakni tipe postal serta tipe baterai. Kandang tipe postal ialah kandang buat menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus. Dipakai untuk kandang perkembangbiakkan serta merawat anak-anak kelinci. Sedangkan kandang tipe baterai ialah kandang yang dirancang buat mewadahi satu ekor kelinci per kandang, umumnya berbentuk rak bersusun. Cocok dipakai buat pembesaran. Buat mengetahui lebih jauh tentang sistem perkandangan kelinci.

Memilih indukan
Memilih bibit maupun calon indukan harus benar-benar diperhatikan. Sebab bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci. Indukan kelinci menentukan produktivitas serta kualitas hasil budidaya. Berikut ini beberapa kiat buat memilih bibit ternak kelinci potong:

  • Cari kelinci yang mempunyai riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak pada sekali kelahiran.
  • Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4 hingga 5 kg, jantan 3 hingga 5 kg.
  • Mempunyai pinggul yang bulat penuh.
  • Punggung tidak cekung.
  • Mata cerah, tidak terlihat lesu serta ngantuk.
  • Bulu bersih, terutama di area kelamin.

Memberi pakan
Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi hijauan. Buat usaha ternak, kita dapat memberikan hijauan, konsentrat, ditambah dengan vitamin. Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, contohnya sawi, wortel, lobak serta daun singkong. Juga jenis rumput-rumputan serta daun-daunan dari tanaman kacang tanah, jagung serta pepaya. Selengkapnya dapat dilihat dalam jenis-jenis makanan kelinci.

Sedangkan konsentrat umumnya berupa pelet buatan pabrik. Pemberian pelet dilakukan buat memudahkan serta membuat praktis pemberian pakan. Pelet umumnya telah mempunyai kandungan nutrisi lengkap. Biaya pembelian pelet memang lumayan mahal, tetapi ketersediaan serta kontinuitasnya lumayan terjamin. Hal ini sangat dibutuhkan buat usaha ternak kelinci secara intensif.

Pemberian hiijauan dimulai dari kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Jenis hijaun yang diberikan sebaiknya dilayukan terlebih dulu buat mencegah kembung pada anak kelinci, yang dapat mengakibatkan kematian. Anak kelinci umumnya disapih sesudah berumur 8 minggu.

Total keperluan pakan buat kelinci mencapai 4 hingga 5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda sampai 4 bulan memerlukan hijauan 20% dari total pakannya. Kelinci lebih dari 4 bulan memerlukan 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan waktu pemberian pakan konsentrat sama hijauan. Seperti, konsentrat diberikan saat pagi hari sekitar jam 10.00, hijauan dapat diberikan saat pukul 13.00-18.00.

Mengawinkan kelinci
Salah satu parameter buat melihat produktivitas ternak kelinci ialah dengan melihat tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa serta siap dikawinkan ketika umur 6 sampai 12 bulan, tergantung pada jenis rasnya. Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak bakal menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:

  • Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
  • Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya ataupun kelinci lain.
  • Vulva berwarna kemerahan serta basah.
Mengawinkan kelinci dapat memakai 2 cara, yakni secara berkelompok maupun berpasangan. Perkawinan berkelompok dilakukan memakai cara memasukkan sejumlah betina serta pejantan dalam satu area. Satu pejantan dapat mengawini 5 hingga 10 betina.

Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina serta satu jantan pada satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan ataupun tidak. Jika tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan sama yang lain.

Berikut ini hal-hal umum yang harus diketahui dalam mengawinkan kelinci:

  • Kelinci siap buat dikawinkan sesudah berumur 6 hingga 12 bulan, tergantung jenis ras.
  • Masa berahi kelinci berlangsung selama 11 smapai 15 hari.
  • Dari masa berahi satu ke masa berahi berikutnya berlangsung selama 2 minggu.
  • Masa kehamilan berlangsung 28 sampai 35 hari, tergantung jenis ras.
  • Secara alami masa menyusui kelinci dapat berlangsung selama 8 minggu. Dalam usaha ternak kelinci masa menyusui eksklusif dilakukan selama 15 hingga 20 hari. Sesudah itu anak kelinci diberi hijauan supaya belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci dapat disapih sesudah 8 minggu.
  • Kelinci betina dapat dibuahi lagi sesudah 2 minggu terhitung dari melahirkan.
  • Dalam satu tahun, kelinci dapat mengalami sampai 5 kali kehamilan.
  • Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4 sampai 12 ekor, tergantung jenis ras.
  • Masa produktivitas umumnya berlangsung 1 hingga 3 tahun. Jika kurang ataupun lebih dari itu umumnya jumlah serta kualitas anakan menurun.
Panen ternak kelinci
Tidak ada patokan pada umur berapa ternak kelinci dapat dipanen. Pasar kelinci ketika ini tidak semasif jenis daging lain seperti unggas, sapi ataupun kambing. Kelinci umumnya dijual anakannya untuk peliharaan. Buat menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, sesudah masa penyusuan. Sebab kelinci yang terlalu muda dikhawatirkan tidak bakal bertahan terpisah dari induknya.

Sedangkan buat pedaging, umumnya dipanen sesudah kelinci berusia 3,5 bulan ataupun memiliki bobot 2 hingga 3 kg. Lama waktu penggemukan buat mencapai bobot tersebut berlangsung sekitar 2 hingga 3 bulan. jika dijual lebih lama lagi, umumnya telah tidak ekonomis sebab kelinci memerlukan pakan yang lebih banyak. Apabila kita mau menjual bibit ataupun calon indukan, umumnya dipelihara sampai kelinci berumur 10 hingga 12 bulan. Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kg, tetapi dilihat keunggulan keturunan serta kesehatannya.

Distributor Paranet Tanaman

Paranet merupakan jala plastik yang biasa digunakan untuk memberi naungan bagi tanaman. Paranet dapat mengurangi intensitas cahaya yang diterima tanaman dan juga untuk mengurangi suhu udara disekitar tanaman. Harga dan ukuran klik http://bit.ly/hargaparanet

Customer Service :
Email : limcorporation2009@gmail.com
Phone : 081232584950 / 087702821277 / 085233925564
Whatsapp :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Beternak Kelinci dengan Mudah, Si Mamalia Kecil yang Lucu"

Posting Komentar