HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Kelebihan dan Kekurangan Perbanyakan Tanaman Secara In Vitro

Jual Paranet High Quality - Lim Corporation

Perbanyakan tanaman secara in vitro ialah sebuah kegiatan menjaga serta menumbuhkan jaringan serta organ tanaman (daun, tunas pucuk atau lateral, batang, akar serta embrio) waktu kondisi aseptik. Teknik ini dipakai buat berbagai tujuan seperti: memperbanyak tanaman, memodifikasi genotype tanaman, memproduksi biomasa serta metabolit sekunder, mempelajari patologi tanaman, konservasi plasma nutfah serta penelitian-penelitian ilmiah lainnya. 

Baca Juga :
Teknik ini juga sudah diaplikasikan terhadap berbagai jenis tanaman, baik tanaman semusim ataupun menahun, tanaman herbaceous ataupun berkayu. Aplikasi perbanyakan tanaman secara in vitro ini mempunyai kelebihan serta kelemahan. 

Kelebihan perbanyakan tanaman secara in vitro, diantaranya:
  • Memakai potongan-potongan kecil pada bagian tanaman (daun, tunas, batang, akar, kalus, sel) buat menghasilkan tanaman baru yang utuh.
  • Memerlukan ruang yang kecil, energi serta tenaga yang cukup efisien buat menjaga, menumbuhkan serta meningkatkan jumlah tanaman
  • Sebab perbanyakan tanaman dilakukan pada kondisi aseptik, bebas oleh pathogen, maka ketika kultur tanaman berhasil dilakukan tidak akan terjadi kehilangan tanaman sebab serangan penyakit serta tanaman yang dihasilkan pada kultur jaringan (pada kondisi tertentu) juga bebas pada bakteri, jamur serta mikroorganisme pengganggu yang lain.
  • Dengan metode khusus (kultur meristem), teknik ini bisa dipakai buat menghasilkan tanaman yang bebas oleh virus.
  • Faktor-faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti: nutrisi (media), konsentrasi zat pengatur pertumbuhan (ZPT), kadar gula, cahaya, temperatur, kelembaban, dll. cukup gampang diatur. 
  • Buat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman yang mempunyai pertumbuhan yang lambat serta sulit diperbanyak secara vegetatif.
  • Produksi tanaman memakai teknik ini bisa dilakukan sepanjang tahun tanpa tergantung sama perubahan musim.
  • Bisa menyimpan tanaman hasil perbanyakan pada waktu yang lama

Kelemahan perbanyakan tanaman secara in vitro:
  • Memerlukan ketrampilan yang memadahi, peralatan, bahan dan biaya yang mahal, dan sarana pendukung yang mencukupi,
  • Memerlukan metode yang khusus serta optimum buat menunjang keberhasilan aplikasinya terhadap setiap species serta tanaman,
  • Walau bisa menghasilkan tanaman pada jumlah yang banyak pada bagian kecil tanaman, terhadap kondisi tertentu bisa menghasilkan adanya penyimpangan karakter-karakter tanaman serta kelainan genetik,
  • Mengingat tanaman hasil kultur in vitro terbiasa tumbuh dari medium yang cukup dengan sumber karbon, kelembaban yang tinggi serta mempunyai kemampuan fotosintesis yang rendah, maka buat memindahkan tanaman dalam kondisi in vitro ke kondisi ex vitro dibutuhkan proses aklimatisasi serta adaptasi supaya tanaman tidak gampang mati sebab kehilangan air serta bisa tumbuh normal terhadap kondisi ex vitro.
Tahapan dari perbanyakan tanaman secara in vitro dibagi pada 5 tahapan, yakni: (1) seleksi tanaman induk serta penyiapannya, (2) kultur aseptik, (3) perbanyakan atau penggandaan propagule (kalus/tunas/embrio), (4) pengakaran serta (5) aklimatisasi plantlets. Dari ke-5 tahapan tersebut, kultur aseptik ialah tahapan paling kritikal serta sulit pada perbanyakan tanaman secara in vitro. Berikutnya pada perbanyakan tanaman secara in vitro, tidak semua jenis tanaman membutuhkan ke-5 tahapan tersebut. Pada tanaman tertentu (krisan, anyelir) tahap pengakaran tidak dibutuhkan. 
Keberhasilan perbanyakan tanaman-tanaman secara in vitro  dipengaruhi sama beberapa faktor, diantaranya: genotype tanaman; jenis, asal serta umur, eksplan; media, zat pengatur tumbuh (ZPT), sumber karbon, bahan aditif, cahaya, suhu, kelembaban, dll. Selain itu, keberhasilan kultur jaringan tanaman juga dipengaruhi sama tersedianya sumber tanaman serta eksplan yang cukup.

Distributor Paranet Tanaman

Paranet merupakan jala plastik yang biasa digunakan untuk memberi naungan bagi tanaman. Paranet dapat mengurangi intensitas cahaya yang diterima tanaman dan juga untuk mengurangi suhu udara disekitar tanaman. Harga dan ukuran klik http://bit.ly/hargaparanet

Customer Service :
Email : limcorporation2009@gmail.com
Phone : 081232584950 / 087702821277 / 085233925564
Whatsapp :
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kelebihan dan Kekurangan Perbanyakan Tanaman Secara In Vitro"

Posting Komentar