HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

6 Cara Mengatasi Penyakit Pada Tanaman Cabe Rawit

Jual Paranet Murah - Lim Corporation

Cabe masih terus dibudidayakan oleh para petani karena peluang memperoleh keuntungan yang melimpah sangat tinggi. Harga cabe masih dikarenakan harga yang fluktuatif dikisaran harga yang cukup tinggi. Menurunnya jumlah penduduk petani di Indonesia karena semakin berkurangnya generasi mudah yang mau meneruskan profesi orang tuanya menjadi petani turut menjadi penyebab mengapa harga komoditas pertanian termasuk cabe sering melambung tinggi. Membudidayakan cabe sangat peluang seperti ini bisa kita manfaatkan untuk memperoleh keuntungan.

Kelompok tanaman cabe sendiri ada bermacam-macam dan salah satunya adalah cabe rawit. Cabe rawit mempunyai keunggulan yaitu, usia hidup yang lebih lama sehingga cocok untuk ditanam baik pada lahan perkebunan maupun di pekarangan rumah. Tanaman cabe rawit juga mempunyai berbagai macam hama dan penyakit yang mengancam kelangsungan produksi tanaman.  Agar ingin hasil panen cabe rawit kita bisa optimal, maka kita harus mempelajari betul bagaimana cara mengatasi penyakit pada tanaman cabe rawit. 

1. Penyakit Rebah Semai
Penyakit paling awal yang dihadapi oleh para petani cabe rawit karena penyakit ini bisa menyerang tanaman ketika masih dalam media persemaian. Pada saart mau rebah semai adalah dibagian pangkal batang dekat akar akan busuk menyusut lalu patah. Penyebab rebah semai adalah infeksi jamur. Mengatasi penyakit rebah semai kita mengguanakan cabe rawit dengan menyemprotkan fungisida kontak berbahan aktif karbendazim dan fungisida sistemik berbahan aktif metalaksil atau dimetomorf. Pada sasat untuk melakukan upaya pencegahan yaitu dengan merendam biji benih cabe rawit terlebih dahulu pada larutan fungisida sistemik dimetomorf dengan konsentrasi 1 gram / liter guna mencegah infeksi jamur pada benih nantinya.

2. Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabe Rawit
Penyakit layu fusarium biasanya baru terjadi setelah pada tanaman cabe rawit pindah tanam ke lahan yang sudah disediakan. Hal ini disebabkan oleh infeksi jamur patogen fusarium pada area perakaran yang menyebabkan tanaman cabe rawit akan tampak layu ketika hari agak siang lalu kembali segar ketika hari telah sore. Pada sudah kelamaaan tanaman cebe rawit akan semakin kering dan menggugurkan daunya lalu mati.  Langkah pencegahan  kita melakukan dengan cara mengaplikasikan trichoderma pada pupuk kandang dasar serta mengocorkan trichoderma beberapa hari setelah tanam. Jamur yang yang baik kita gunakan trichoderma merupakan jamur baik yang bersimbiosis dengan akar tanaman dan membunuh jamur patogen dalam tanah seperti fusarium sp yang menyebabkan penyakit layu fusarium pada tanaman cabe rawit.  

3. Layu Bakteri
Gejalanya ini masih dengan sama serperti layu fusarium, hanya saja fasenya yang sangat cepat sehingga hanya dalam waktu kurun 3 hari akan tanaman kering dan seluruh daun akan meranggas rontok sehingga tanaman mati kering (hampir gosong). Layu bakteri disebabkan oleh bakteri patogen dalam tanah yang menginfeksi area perakaran tanaman. Meski sangat mengerikan jika anda tanggap maka bisa mengatasi infeksi bakteri ini dengan bakterisida sistemik berbahan aktif streptomicyn. Bakterisida ini bisa dapat bekerja secara sistemik dan menghentikan infeksi bakteri pada di area perakaran.


4. Daun Keriting
Jika saat menanam cabe rawit dimusim kemarau maka penyakit daun keriting akan mudah menyerang tanaman cabe. Penyebabnya penyakit keriting ada banyak seperti tanaman kekurangan nitrogen, serangan kutu daun dan infeksi virus gemini. Menyebababkan yang paling sering pada didaun keriting adalah serangan hama kutu daun yang sudah membawa virus gemini. Tumbuhan cabe yang daunnya yang sudah dapat keriting akan sulit untuk diobati namun, kita bisa mencegahnya dengan mengendalikan vektornya yakni thrips, kutu kebul, dan aphids. Pada saat mengendalikan vektornya maka harus rutin menyemprotkan insektisida yang berbahan aktif abamektin ataupun dimetoat minimal seminggu sekali. Kita gunakan juga insektisida sistemik yang berbahan aktif imadikoplorid minimal 2 Minggu sekali. 

5. Daun Bulai
Tanaman cabe ialah munculnya seperti bercak-bercak kuning pada daun cabe yang lama-kelamaan meluas disertai dengan keriting daun atau daun berhenti tumbu. Penyakit bulai pada tanaman cabe rawit dapat merusakkan klorofil dan menghambat proses fotosintesis tanaman. Hal ini akan berdampak pada dipertumbuhan, perkembangan dan produktifitas tanaman cabe rawit. Penyebabnya penyakit bulai yaitu virus gemini yang menginfeksi tanaman cabe rawit mealui serangga vektor seperti aphids, thrips dan kutu kebul. Benih cabe rawit yang berasal dari tanaman yang sudah terinfeksi virus gemini juga berpotensi membawa bibit vieus. Upaya pencegahan penyakit gemini adalah dengan cara menanam varietas cabe yang tahan gemini virus dan mengendalikan vektornya dengan insektisida berbahan aktif abamektin.

6. Penyakit Patek (Antraknosa)
Penyakit patek (antraknosa) merupakan penyakit khas saat musim hujan bagi tanaman cabe. Kita bandingkan cabe keriting, maka cabe rawit ini lebih rentan terkena antraknosa pada bagian buahnya. Gejala ini adalah membusuknya dibagian buah dengan putih kehitaman dan melingkar. Putih Lesi ini lama-kelamaan bisa menyebar dan membusukkan diseluruh bagian buah. Penyebabnya penyakit dari antraknosa adalah infeksi jamur dan pada sebagian kecil kasus karena infeksi bakteri. Masih ada yang terjadi karena kelembaban area tanam yang tinggi di musim penghujan. Memang sangat sulit untuk benr-benar menghilangkan penyakit antraknosa pada cabe rawit jika  menanamnya di musim penghujan (kecuali jika menanamnya dalam rumah kaca). Namun kita bisa meminimalisir dampak serangan antraknosa dengan melakukan beberaa tindakan.

Jual Paranet Pertanian Murah
Cara Mencegah Penyakit Antraknosa :
- Menanam varietas cabe yang tahan akntraknosa
- Mengatur tinggi bedengan serta jarak antar tanam
- Mengurangi pada penggunaan pupuk nitrogen di musim penghujan
- Menambahkan pupuk kalium dan kalsium pada saat dimusim penghujan
- Memberi perlakuan trichoderma pada lahan bedengan 

Cara Mengatasi Penyakit Antraknosa :
- Segeralah buang buah yang terkena antraknosa
- Segeralah disemprotkan fungisida kontak berbahan aktif propinep atau klorotalonil selama 3 hari berturut-turut menggunakan pelekat
- Setelah itu kita semprotkan fungisida sistemik berbahan aktif dimetomorf atau difekonazole setiap 5-7 hari sekali
- Setelah ada saat penurunan serangan, maka interval penyemprotan fungisida kontak menjadi 2-3 hari sekali dan fungisida sistemik menjadi 7 hari sekali. Kita saat yang bersamaan pada melakukan fungisida kontak dan sistemik boleh dicampur.


*Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik DISINI 

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP).

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan:
– Minimal order 5 roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Cara Mengatasi Penyakit Pada Tanaman Cabe Rawit "

Posting Komentar