HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Adakah Media Selain Tanah, Yang Juga Bagus Untuk Budidaya Tanaman?

Jual Paranet Harga Murah Berkualitas - Lim Corporation

Arti dari media tanam bisa didefinisikan untuk kumpulan bahan atau substrat tempat tumbuh benih yang disebarkan atau ditanam. Media tanam bisa berasal dari campuran berbagai macam bahan atau satu jenis bahan saja asalkan memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya yaitu cukup baik dalam memegang air, bersifat porous jadi air siraman tak akan menggenang, tak bersifat toksik bagi tanaman, dan yang terpenting media tanam tersebut cukup mengandung unsur hara yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman. Adapun beberapa macam media tanam selain tanah yang jarang digunakan, simak penjelasannya di bawah ini.

1. Media Tanam dari Batang Pakis

Secara umum batang pakis terbagi menjadi 2 yaitu pakis hitam dan pakis coklat. Dari kedua jenis tumbuhan tersebut yang paling sering digunakan untuk media tanam yaitu pakis hitam. Batang pakis hitam umumnya berasal dari tumbuhan pakis yang sudah berumur dan kering. Tak hanya itu batang pakis juga gampang untuk dibuat menjadi potongan-potongan kecil dan sering disebut cacahan pakis.

Bukan saja dijual dalam bentuk cacahan, media tanam dari pakis juga dijual dalam bentuk lempengan segi empat yang siap digunakan. biasanya media tanam ini digunakan untuk menanam anggrek. Kekurangan dari media tanam ini yaitu sering dijadikan semut atau binatang kecil lainnya untuk sarang. Keunggulan media tanam dari pakis yaitu gampang untuk mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik. Tak hanya itu media tanam ini memiliki tekstur lunak jadi gampang ditembus oleh akar tanaman.

2. Media Tanam dari Moss

Media tanam moss ini bisa dipakai sebagai salah satu alternatif media tanam organik yang asalnya dari akar paku-pakuan atau terkadang banyak dijumpai di setiap hutan. Moss umumnya dipakai untuk media tanam ketika masa penyemaian sampai masa pembungaan. Media tanam ini memiliki banyak rongga jadi memungkinkan akar tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang secara baik.

Sesuai dengan sifatnya media tanam moss ini mampu mengikat air dengan baik serta juga memiliki sistem drainase dan aerasi yang baik. Supaya memperoleh hasil yang optimal sebaiknya pemakaian media tanam moss dikombinasikan dengan media tanam lain seperti kulit kayu, gambut, daun kering serta tanah.

Artikel Terkait:

3. Media Tanam dari Bahan Anorganik

Bahan anorganik yaitu media tanam yang memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi yang asalnya dari proses pelapukan buatan induk di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut bisa diakibatkan oleh banyak sekali hal yaitu pelapukan secara mekanik ataupun pelapukan secara kimiawi. Sesuai dengan bentuk dan ukurannya mineral yang asalnya dari batuan induk bisa di kelompokan menjadi 4 yaitu kerikil atau batuan kecil ukuran 2mm, pasir ukuran 1-2mm debu ukuran 2u-50u dan tanah liat dengan ukuran kurang dari 2ju.


Tak hanya itu materi anorganik juga bisa berasal dari bahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik. Beberapa macam media anorganik yang sering dijadikan untuk media tanam yaitu gel, pasir, kerikil, pecahan kerikil bata, spons, tanah liat, vermikulit, dan perlit.

4. Media Tanam Gel

Media gel atau hidrogen adalah kristal polimer yang umum dipakai untuk media tanam bagi tumbuhan hidroponik. Pemakaian media tanam jenis ini sangat gampang dan efesien lantaran tak harus lagi repot untuk mengganti, menyiram atau memupuk. Tak hanya itu media tanam ini juga memiliki keberagaman warna jadi bisa disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Karena itu media tanam ini umum dipakai untuk keindahan dan keasrian tumbuhan hias yang ditempatkan di ruang kerja atau ruang tamu.

Hampir semua jenis tumbuhan indoor bisa ditanam di dalam media ini contohnya anthurium dan philodendron. Namun jenis media tanam ini tak cocok untuk tumbuhan yang memiliki akar keras ibarat tumbuhan bonsai dan adenium. Hal ini diakibatkan pertumbuhan akar tumbuhan yang mengeras jadi mengakibatkan vas pecah. Adapun keunggulan lain dari media tanam gel yaitu tetap terlihat bagus walaupun bersanding dengan media lain. Di negara Jepang media gel banyak digunakan untuk komponen terarium dengan pasir. Karena warna gel yang bermacam-macam mampu menambahkan kesan hidup pada taman miniatur tersebut.

5. Media Tanam dari Spons

Bagi orang yang memiliki hobi dalam budidaya tumbuhan hias tentu sudah tak ajaib dengan media tanam yang satu ini. Media tanam dari spon sangat ringan jadi gampang untuk dipindahkan dan diletakkan di mana saja. Walaupun ringan, media tanam dari spon tak memerlukan pemberat lantaran sesudah disiram oleh air akan menjadi berat dengan sendirinya jadi tumbuhan akan menjadi tegak.

Keunggulan dari media tanam ini yaitu tingginya daya resap pada air dan unsur esensial yang sering diberikan dalam bentuk cairan. Tetapi media tanam ini tak tahan usang lantaran bahannya gampang hancur, jadi jika spons sudah tak layak pakai harus segera diganti dengan baru. Sebab itulah media tanam ini hanya dipakai untuk media tanam tumbuhan hias bunga potong yang pemakaiannya hanya sementara.

6. Vermikulit dan Perlit

Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemanasan pecahan mika serta mengandung potasium dan helium. Media tanam ini yaitu jenis media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas kation yang cukup tinggi terutama saat dalam keadaan padat dan basah. Vermikulit bisa menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya serap air pada saat dipakai untuk adonan pada media tanam.

Sedangkan perlit yaitu produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Untuk adonan media tanam, fungsi perlit sama dengan Vermikulit, yaitu menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya serap air. Sebaiknya pemakaian vermikulit dan perlit untuk media tanam dikombinasikan dengan materi organik untuk mengoptimalkan tumbuhan dalam menyerap unsur hara.

7. Media Tanam dari Gabus/Styrofoam

Gabus merupakan jenis materi anorganik yang dibuat dari adonan kopolimer styren yang bisa digunakan untuk alternatif media tanam. Yang awalnya media tanam ini hanya digunakan untuk aklimatisasi bagian tumbuhan sebelum ditanam di lahan luas. Sekarang ini di beberapa nursery memakai gabus sebagai salah satu adonan untuk meningkatkan porosiutas pada media tanam. Pemberian tambahan styrofoam ke dalam media tanam membuatnya menjadi ringan. Akan tetapi media tanam sering dijadikan sarang oleh semut.

* Ingin info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik tautan berikut http://bit.ly/hargaparanet
Paranet/Shading Net
Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya tanaman atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN:
– Minimal order 5 roll
– harga netto (non PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adakah Media Selain Tanah, Yang Juga Bagus Untuk Budidaya Tanaman?"

Posting Komentar