HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

5 Aspek yang Menjadi Sumber Masalah di Sektor Pertanian Indonesia

Jual Paranet Berbagai Merk Berkualitas - Lim Corporation

Dalam bidang pertanian Indonesia tak akan pernah lepas dari permasalahan yang setiap tahunnya selalu membuat para petani cukup kesulitan. Terdapat beberapa aspek yang menjadi sumber masalah pertanian Indonesia, yaitu aspek kebijakan pemerintah yang dirasa kurang pro pada petani dan justru makin melemahkan petani, aspek geografi dimana Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam seperti gempa bumi, banjir bandang, serta letusan gunung berapi, dan juga aspek program pemerintah yang belum tepat sasarannya. Adapun beberapa contohnya yaitu terdapat kebijakan subsidi dalam bentuk benih, pupuk, ataupun kredit pertanian yang selalu dimanipulasi oknum di daerah tersebut dan fasilitas yang tak diperhatikan, seperti kualitas irigasi yang rusak, mesin pertanian yang belum diperbarui, serta kondisi lumbung yang buruk dapat memengaruhi hasil beras yang diproduksi nantinya.

Dalam waktu terakhir ini sering muncul berita mengenai kebijakan impor pangan, padahal Indonesia adalah negara agraris dan negara maritim yang mempunyai sumberdaya melimpah tentunya. Namun nyatanya di era perdagangan bebas ini, batas antarnegara dalam hal transaksi, khususnya komoditas pangan menjadi semu. Seluruh pihak bisa melaksanakan kegiatan impor/ekspor secara bebas. Akan tetapi kebijakan impor pangan ini bisa merenggut nasib petani dalam negeri dan semakin menghalangi Indonesia dalam mencapai kedaulatan pangan.

Dengan munculnya impor pangan mampu melemahkan petani karena kalah bersaing dengan produksi pangan luar negeri yang tentunya mempunyai tampilan lebih baik, padahal ada ancaman penyakit atau residu pupuk di dalamnya. Apalagi sejak tahun 2015 diberlakukan ASEAN Economic Community yang merupakan ekonomi terbesar ke-9 di dunia yang mengutamakan pergerakan bebas pada barang, jasa, tenaga kerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas. Tak hanya impor pangan, berikut 5 permasalahan yang dihadapi pertanian negara Indonesia:

Artikel Terkait:

1. Usia Produktif di Indonesia Kurang Tertarik untuk Berkontribusi di Sektor Pertanian

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai penduduk banyak, terutama penduduk di usia produktif. Karena tingginya rasio penduduk usia produktif yang menjadi peluang Indonesia dalam meningkatkan produktivitas masyarakatnya. Sesuai dengan data BPS pada bulan Februari 2017 tercatat jumlah penduduk di atas 15 tahun yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 5,360,306 jiwa. Bila dibandingkan dengan sekarang saja banyak penduduk Indonesia tak tertarik untuk bekerja di sektor pertanian, jadi bisa dipastikan beberapa tahun kedepan pertanian Indonesia sulit mengalami kemajuan yang signifikan.

2. Daya Saing Produk Pertanian

Dari tinjauan Kementerian Pertanian RI, terdapat 4 aspek yang menjadi sumber masalah, yaitu: 
(1) Adanya tuntutan standarisasi produk dan proses
(2) Diberikannya tuntutan kandungan pangan yang tak berbahaya dan rendah residu bahan kimia
(3) Tuntutan integrasi pengelolaan rantai pasok atau supply chain management
(4) Dengan meningkatkan kualitas mutu dan keamanan pangan.


3. Alih Fungsi Lahan

Karena tingginya angka kelahiran turut menyumbang keperluan akan lahan dan pangan yang terus saja meningkat. Sebab masalah ini ternyata mengancam ketersediaan lahan pertanian di Indonesia. Mau tak mau untuk memenuhi keperluan manusia, maka lahan pertanian dikonversi menjadi lahan terbangun. Contohnya untuk kawasan perumahan penduduk, kawasan perbelanjaan modern, arena olahraga, dan kondominium untuk investasi. Bukan saja lahan pertanian yang dikonversi untuk keperluan properti bisnis, sekarang ini banyak perusahaan di bidang perkebunan khususnya kelapa sawit yang membuka areal hutan secara besar-besaran. Tetapi hutan yang merupakan kawasan esensial dalam menjaga ekosistem, terutama untuk unsur air. Dan dampak dari alih fungsi lahan itulah menghimpit petani gurem yang terpaksa menjual lahannya untuk kepentingan pelaku bisnis tersebut.


4. Akses Petani Terhadap Permodalan

Dengan penjelasan sebelumnya dalam aspek program pemerintah yang kurang pro pada petani, salah satunya petani yang kesulitan mengakses modal. Dan ditambah lagi tunggakan kredit yang harus diselesaikan petani, padahal sebagian besar dari mereka merupakan petani yang ekonominya sulit. Tak hanya itu persyaratan agunan kredit KKPE yang berupa sertifikat menghambat penyaluran modal seperti dipublikasi dari Kementerian Pertanian RI.

5. Kelembagaan atau Regulasi yang Menghambat

Adapun beberapa aspek kelembagaan yang menjadi sumber masalah pertanian di Indonesia menurut Kementerian Pertanian RI adalah: 
(1) Adanya perizinan investasi untuk pengembangan integrasi sawit
(2) Perizinan Hak Guna Usaha investasi tanaman pangan yang belum diatur terkait petunjuk pelaksanaan, kecuali untuk komoditas tebu
(3) Kelembagaan petani yang belum memiliki posisi tawar yang kuat jadi sering kalah dalam bersaing.
Jual Paranet
* Ingin info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik tautan berikut http://bit.ly/hargaparanet

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya tanaman atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN:
– Minimal order 5 roll
– harga netto (non PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Aspek yang Menjadi Sumber Masalah di Sektor Pertanian Indonesia"

Posting Komentar