HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Penggunaan Paranet Untuk Budidaya Tanaman Kopi Ternyata Lebih Efektif & Gak Perlu Ribet


Tanaman kopi yaitu jenis tanaman tahunan yang umurnya produktif  bisa sampai sekitar 20 tahun. Untuk membudidayakan kopi, pilihlah jenis tanaman kopi yang berkualitas. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi yaitu pemilihan jenis tanaman, cara budidaya, penanganan pasca panen serta pemasaran produk.

Pemilihan Jenis dan Varietas

Tanaman kopi ini ada banyak jenisnya, tetapi yang sering dibudidayakan hanya 4 jenis saja yaitu arabika, robusta, liberika dan juga excelsa. Setiap jenis tersebut mempunyai sifat yang berbeda.

Pilihlah jenis tanaman kopi yang sesuai dengan lokasi lahan. Untuk lokasi lahan yang ada pada ketinggian lebih dari 800mdpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan untuk lahan yang ada pada ketinggian 400-800mdpl bisa ditanami robusta.

Hal lain yang patut dipertimbangkan yaitu harga jual produk nantinya. Untuk jenis tanaman kopi arabika harga jualnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis lainnya. Tetapi robusta mempunyai produktivitas yang paling tinggi, rendemennya juga tinggi.

Penyiapan Bibit Budidaya Kopi

Sesudah memutuskan budidaya kopi yang cocok, proses selanjutnya yaitu mencari bibit unggul, menyiapkan lahan serta peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi bisa ditanyakan toko bibit terpercaya. Sementara itu, untuk peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan.

Bibit pohon kopi bisa diperoleh dari perbanyakan yaitu dengan teknik generatif dan vegetatif. Teknik perbanyakan generatif dari biji umumnya dipakai untuk budidaya kopi arabika, sedangkan untuk kopi robusta lebih sering memakai teknik perbanyakan vegetatif dengan stek. Untuk setiap teknik perbanyakan bibit mempunyai keunggulan dan kelemahan tersendiri.

Penyiapan Lahan

Pelaksanaan budidaya kopi bisa didataran tinggi ataupun didataran rendah, tergantung dari jenisnya. Secara umum kopi suka dengan tanah gembur yang kaya akan bahan organik. Berikan tambahan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman untuk menambah kesuburan tanaman. Arabika akan tumbuh baik pada keasaman tanah sekitar 5-6,5 pH, sedangkan robusta pada tingkat keasaman sekitar 4,5-6,5 pH.

Hal yang harus disiapkan sebelum memulai budidaya kopi adalah menanam pohon peneduh atau jaring paranet. Fungsi pohon peneduh atau jaring paranet yaitu untuk mengatur intensitas sinar matahari yang masuk. Sebab, tanaman kopi ini merupakan tanaman yang tak suka intensitas cahaya matahari secara penuh.

Pilih pohon pelindung yang tak memerlukan banyak perawatan dan daunnya bisa menjadi sumber pupuk hijau. Apabila tak ingin ribet bisa memakai jaring paranet untuk peneduhnya.

Penanaman Bibit Kopi

Sesudah semuanya siap, proses berikutnya yaitu memindahkan bibit ke lubang media tanam. Untuk jarak tanam budidaya kopi disarankan sekitar 2,75m×2,75m untuk jenis robusta dan 2,5m×2,5m untuk jenis arabika.

Buatlah lubang tanam dengan ukuran 60x60x60cm, pembuatan lubang ini dilaksanakan 3-6 bulan sebelum penanaman. Sebaiknya ketika menggali lubang tanam pisahkan tanah galian bagian atas dengan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam tersebut terbuka. 2 bulan sebelum penanaman campurkan 200gr belerang dan 200gr kapur dengan tanah galian bagian bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Campurkan 20kg pupuk kompos dengan tanah galian atas sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam, kemudian masukkan ke lubang tanam.

Sekarang bibit kopi siap ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya papas daun yang ada pada bibit sampai tersisa sepertiga bagian untuk mengurangi penguapan. Keluarkan bibit kopi dari polybag, kemudian gali sedikit lubang tanam yang sudah disiapkan. Kedalaman galian disesuaikan dengan panjang akar. Untuk bibit yang mempunyai akar tunjang usahakan supaya akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam supaya tanaman berdiri kokoh, bila diperlukan berikan ajir untuk menopang tanaman supaya tak roboh.

Perawatan Budidaya Kopi

Proses yang diperlukan untuk pemeliharaan budidaya kopi yaitu penyulaman, pemupukan pemangkasan dan penyiangan. Berikut penjelasannya :

Baca Juga :



a. Peyulaman

Sesudah bibit ditanam di area kebun, periksa pertumbuhan bibit tersebut setidaknya 1 minggu 2 kali. Apabila umur bibit sudah sekitar 1-6 bulan laksanakan pemeriksaan sekitar 1 bulan 1 kali. Ketika melaksanakan proses pemeriksaan, apabila ada pohon kopi yang mati dengan segera laksanakan penyulaman. Proses penyulaman dikerjakan dengan bibit yang sama. Berikan perawatan yang lebih instensif supaya tanaman hasil penyulaman bisa menyamai pertumbuhan pohon yang lainnya.

b. Pemupukan

Proes pemberian pupuk untuk budidaya kopi bisa memakai pupuk organik ataupun pupuk buatan. Pupuk organik bisa diperoleh dari bahan-bahan sekitar kebun seperti sisa hijauan dari pohon pelindung atau kulit buah kopi sisa pengupasan kemudian dibuat menjadi kompos. Pemberian keperluan pupuk untuk setiap tanaman yaitu sekitar 20kg dan diberikan sekitar 1-2 tahun 1 kali.

Cara pemberian pupuk yaitu dengan membuat lubang pupuk yang memutari tanaman. Kemudian masukkan kompos kedalam lubang pupuk tersebut. Bisa juga dengan cara mencampurkan pupuk buatan kedalam kompos. Untuk tanah yang tingkat keasamannya dibawah 4,5 berikan pupuk yang dicampur dengan 1/2kg kapur. Proses pemberian kapur dikerjakan sekitar 2-4 tahun 1 kali.

c. Pemangkasan pohon

Ada 2 tipe pemangkasan dalam budidaya kopi, yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Proses pemangkasan berbatang tunggal lebih cocoknya untuk jenis tanaman kopi yang mempunyai banyak cabang sekunder contohnya pada tanaman kopi arabika. Proses pemangkasan berbatang ganda umumnya banyak dipakai didaerah perkebunan rakyat yang menanam robusta. Proses pemangkasan ini lebih cocok pada perkebunan di daerah dataran rendah dan basah.

d. Penyiangan gulma

Pada tanaman kopi harus terbebas dari gulma, yang utama pada tanaman yang masih muda. Kerjakan proses penyiangan setiap 2 minggu, dan bersihkan gulma yang ada pada tajuk pohon kopi. Apabila tanaman kopi sudah lumayan besar, penanganan gulma yang ada diluar tajuk tanaman kopi bisa memakai tanaman untuk penutup tanah. Penyiangan gulma pada tanaman dewasa dikerjakan apabila diperlukan saja.

Hama dan Penyakit

Untuk bagian lahan budidaya kopi yang terserang hama dan penyakit akan menurunkan produktivitas tanaman, kualitas mutu kopi dan bahkan mengakibatkan kematian tanaman. Untuk menangani ini pakailah pestisida alami dengan cara semprotkan pada tanaman.

Panen dan Pasca Panen

Untuk tanaman yang pembudidayaannya intensif tanaman sudah bisa berbuah pada umur sekitar 2,5-3 tahun untuk yang jenis robusta dan 3-4 tahun untuk yang jenis arabika. Hasil dari proses panen yang pertama umumnya tak terlalu banyak, produktivitas hasil dari tanaman kopi akan mencapai puncaknya pada umur 7-9 tahun.

Panen budidaya kopi dikerjakan secara bertahap, panen raya bisa terjadi dalam 4-5 bulan dengan interval waktu pemetikan setiap 10-14 hari. Pemanenan dan pengolahan pasca panen akan menentukan mutu produk akhir.


Jika Anda Membutuhkan atau Ingin Menggunakan Paranet untuk peneduh tanaman atau untuk melindungi dari serangan hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan:
– Minimal order 5 roll
– harga netto (non PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penggunaan Paranet Untuk Budidaya Tanaman Kopi Ternyata Lebih Efektif & Gak Perlu Ribet"

Posting Komentar