HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Paranet Untuk Budidaya Daun Mint, Tumbuhan Dengan Banyak Kandungan Yang Berkhasiat


Tanaman ini termasuk jenis tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, khasiat pada tanaman daun mint ini sangat banyak yaitu untuk menyegarkan tenggorokan, bisa menghilangkan bau pada mulut serta bisa meredakan rasa nyeri. Daun mint ini yaitu tanaman herbal yang menghasilkan minyak atsiri dan sekarang merupakan komoditas yang banyak dipakai di dunia industri untuk penambah aroma dan rasa masakan, minuman, obat, kosmetik serta produk penyegar lainnya.

Untuk memperoleh minyak pada daun mint ini yaitu dengan cara penyulingan batang dan daunnya. Daun mint juga mempunyai aroma yang wangi dan rasa yang sangat menyegarkan. Pada tanaman mint ini juga terdapat banyak kandungan vitamin, seperti vit C, provitamin A, fosfor, zat besi, kalsium serta zat potasium.

Berikut ini proses cara menanam daun mint :

Pemilihan Lahan
Yang paling awal untuk menanam daun mint yaitu memilih lahan yang sesuai dengan pertumbuhan daun mint ini.

* Daun mint umumnya bisa tumbuh di daerah yang lembab dan hutan dengan ketinggian 150-900mdpl. Untuk jenis daun mint yang bisa tumbuh di dataran rendah yaitu jenis Arvensis dengan pertumbuhan yang tegak.
* Kondisi dan kesuburan lahan mempengaruhi tumbuhnya tanaman, kadar minyak dan menthol. Daun mint membutuhkan tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik.
* Pada tanah pasir bertekstur lempung, debu berpasir, subur dan kaya bahan organik serta drainase baik dengan pH tanah 5,5-7,0.
* Tanaman ini bisa tumbuh dan memproduksi optimal di dataran rendah sekitar 100-400mdpl sampai medium sekitar 400-700 mdpl.
* Cuaca untuk daun mint yang cocok untuk tumbuh subur dan produksi maksimal yaitu dengan curah hujan 2000-4000mm per tahun, untuk bulan basah lebih dari 7 bulan dan untuk bulan kering kurang dari 3 bulan, kelembapan sekitar 70%-80%, intensitas cahaya penuh dan temperatur 20-30 derajat celcius.

Baca Juga :
Persiapan Bibit
Tanaman daun mint diperbanyak secara vegetatif melalui setek. Perbanyakan yang sering dikerjakan memakai setek pucuk, stek batang dan stek stolon. Tetapi, dianjurkan perbanyakan dengan memakai setek pucuk karena pertumbuhannya lebih cepat dan baik.

* Stek yang asalnya dari pucuk, batang dan stolon disemaikan terlebih dulu di dalam polibag. Pada proses menyemaikan tanaman mint ini harus diperhatikan karena gampang layu akibat pengaruh perubahan kondisi lingkungan.
* Bahan tanaman berupa stek pucuk sepanjang 5cm-10cm  dengan 3-5 ruas atau 2-4 buku, minimal 2 pasang daun muda.
* Ukuran polibag 12cm×10cm dan berlubang untuk menghindari genangan air.
* Media persemaian yaitu campuran tanah dan pupuk kandang. Masukkan media ke dalam polibag sebanyak tiga per empat bagian, biarkan selama sekitar 4-5 hari.
* Untuk stek tanaman mint ditanam di polibag dengan posisi tegak dengan kedalaman sekitar 2cm-3cm. Kemudian ditutup dengan plastik mulsa atau yang lainnya dengan ukuran lebar 1m, tinggi 0,5m, sedangkan panjangnya bisa disesuai dengan kebutuhan. Biarkan tanaman tersungkup selama sekitar 1 minggu untuk menjaga kelembapan tanahnya, apabila sudah sekitar 1 minggu buka sungkup plastik tersebut.
* Dalam masa persemaian, berikanlah naungan dari daun kelapa, alang-alang ataupun paranet. Buatlah naungan menghadap ke arah timur dengan tinggi 180cm dan di bagian sebelah barat buatlah dengan tinggi 150cm. Bentuk dari naungan disesuaikan dengan jumlah benih. Kerjakan pemeliharaan yaitu dengan proses penyiraman. Penyiraman tanaman dikerjakan 1 kali 1 hari pada pagi hari atau disesuaikan dengan kondisi.
* Sesudah benih berumur 1 bulan, benih bisa ditanam di lahan tanam.

Teknik Penanaman Daun Mint
Sebelum melaksanakan penanaman, siapkan terlebih dulu lahan yang akan dipakai. Berikut cara-caranya :

* Untuk tanah dibersihkan terlebih dulu, kemudian dicangkul sedalam 30cm supaya akar tanaman tumbuh dengan gampang ke dalam tanah. Daun mint berakar serabut dengan kedalaman akar sekitar 20cm-30cm serta stolon yang tumbuh menyebar di sekitar perakaran.
* Sesudah 2 minggu, Lakukan pembuangan sisa gulma yang masih ada dan tanah digemburkan dari bongkahan tanah. Kemudian disemprot dengan herbisida supaya bebas dari gulma dan menekan pertumbuhan gulma sesudah benih ditanam.
* Buatlah bedengan pada bagian tanah yang sudah terbebas dari gulma dengan tinggi 20cm-30cm, lebar 1m-1,5m, dan untuk panjangnya bisa disesuaikan dengan kondisi lahan atau sesuai kebutuhan. Dan jarak setiap bedengan dibuat selebar 40cm-50cm.
* Pembuatan lubang tanam dikerjakan 1 minggu sebelum waktu tanam dengan ukuran 30x30x30cm dengan jarak tanam 60×40cm dan jarak setiap baris 60cm dan jarak dalam baris 40cm. Berikan pupuk kandang pada setiap lubang dengan dosis 30ton/ha, Berikan pupuk 1 minggu sebelum proses penanaman dengan cara dibenamkan dan diaduk merata dengan tanah.
* Kerjakan tahap penanaman pada pagi hari dan kemudian lanjutkan dengan penyiraman.
* Untuk benih yang sudah berusia 1 bulan siap ditanam dalam lubang tanam dengan posisi tegak dengan sedikit ditekan pada bagian pangkal batang.
* Tanaman daun mint sangat peka pada kekeringan, jadi sesudah selesai penanaman, bedengan harus disiram sampai benar-benar basah. Kemudian beri naungan paranet untuk terhindar dari sinar matahari.

Pemeliharaan Tanaman
Ada beberapa cara yang harus dikerjakan ketika proses pemeliharaan, yaitu :

- Melaksanakan penyiraman
Tahap penyiraman dilaksanakan 1 kali 1 hari setelah penanaman atau disiram sesuai dengan kondisi. Jaga kondisi tanah tetap basah, karena bila kering maka akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu bahkan mati.

- Mengerjakan proses penyiangan
Tanaman daun mint harus benar-benar terhindar dari gulma. Maka dari itu jangan sampai ketika pemanenan ada gulma tercampur dengan daun mint karena jika tercampur maka gulma akan mempengaruhi kualitas hasil panen dan gulma juga bisa mempengaruhi pertumbuhan pada stolon. Penyiangan bisa dilaksanakan 1 minggu 1 kali atau ketika gulma sudah tumbuh mengganggu.

- Melaksanakan tahap penyulaman
Penyulaman dikerjakan segera apabila menemukan tanaman yang tumbuh tak baik atau mati.

Teknik Pemupukan
Pemberian pupuk sangat diperlukan untuk memelihara kesuburan tanah supaya tanaman daun mint bisa tumbuh optimal dan meningkatkan produksi minyak mint. Pupuk yang bisa dipakai yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pemupukan dengan pupuk kandang diberikan dosis 30ton/ha, pupuk anorganik masing-masing dengan dosis 150kg/ha.

Pengendalian Hama
Untuk mengatasi serangan hama sekarang belum ada informasi yang cukup akurat untuk penyakit atau hama apa saja yang biasa menyerang tanaman daun mint. Karena pembudidayaan daun mint di Indonesia masih belum berkembang.

Masa Panen
Pengerjaan tahap pemanenan yaitu dengan cara memotong bagian tanaman dengan sabit ataupun gunting stek sekitar 20cm dari permukaan tanah. Pemanenan yang pertama dikerjakan ketika tanaman berumur sekitar 3-4 bulan dan ketika tanaman berbunga sekitar 50%-70% dari jumlah populasi tanaman.


Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Paranet untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan:
– Minimal order 5 roll
– harga netto (non PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Paranet Untuk Budidaya Daun Mint, Tumbuhan Dengan Banyak Kandungan Yang Berkhasiat"

Posting Komentar