HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Hama dan Penyakit Tanaman Brokoli

Tanaman sayur Brokoli atau yang biasa diketahui Brassica oleracea L. oleh orang itali adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Tanaman Brokoli awalnya diketahui di wilayah Laut Tengah dan sudah semenjak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama sekitar 1970-an dan kini cukup terkenal sebagai bahan pangan. Tanaman ini dimakan di bagian kepala bunga yang berwarna hijau dan tersusun dengan rapat layaknya cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih. Brokoli adalah tanaman yang hidup di cuaca dingin.

Sebagai tanaman sayuran yang bisa dimakan, brokoli terkadang direbus atau dikukus, atau bisa pula dimakan mentah. Metode terbaik dalam mengolah brokoli adalah dengan metode dikukus. Tujuan dari hal ini adalah agar segala vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang selama proses pemasakan. Merebus brokoli akan menghilangkan sekitar 50 % asam folat yang terkandung di dalamnya. Sebaiknya brokoli tidak direbus terlalu lama, kira-kira tidak lebih dari 5 menit. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin, yang adalah bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai mempunyai aktivitas antikanker

Baca Juga : Mengatasi Hama Bekicot Pada Tanaman

Kita mesti mengendalikan hama dan penyakit Tanaman Brokoli dengan sangatlah prioritas, ini disebabkan karena harapan tanaman tumbuh prima sehingga diharapan produk bisa maksimal. Mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya perlindungan tanaman semetode terpadu. Pentingnya dalam PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yaitu untuk melakukan pengendalian dan mengenal Organisme Pengganggu Tanaman yang menyerang, tanda-tanda serangan, metode penyebaran dan faktor-faktor perkembangan orgsanisme pengganggu tanaman. Tujuan untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, kepastian keberhasilan panen, mutu produk yang tinggi dan aman untuk dikomsumsi, diharapkan bisa menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis.

Berbagai hama yang menjadi pengganggu Tanaman tanaman Brokoli yang perlu diperhatikan dan dikendalikan adalah:

1. Hama Ulat tritip/ulat daun (Plutella xylostella)
Hama ini menimbulkan kerusakan didaun tanaman,  daun mengalami kerusakan/berlubang-lubang, ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. Ulatnya kecil dengan ukuran kira-kira 5 mm dengan warna hijau dan jika di sentuh akan menjatuhkan diri  dengan mengeluarkan benang. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. Pengendalian dilakukan dengan sanitasi lingkungan disekitar areal tanaman, bila terbisa hama tersebut bisa dilakukan dengan metode mengambili ulat yang terbisa di tanaman, kemudian musnahkan, bila populasi ulat sudah diambang ekonomis bisa dilakukan penyemprotan menggunakan Emameksin Benszoat dengan dosis 0,5 g/ltr, atau menggunakan beta sifutrin dengan dosis 1 - 1,5 ml/ltr.

2. Ulat Tanah (Agrotis Ipsilon)
Tanda-tanda daun dan pangkal tanaman (titik tumbuh) berlubang tidak beraturan sehingga tanaman tidak bisa membentuk masa bunga karena telah berhenti pertumbuhannya akibat putus pangkal batang. Pengendalian semetode mekanis agak sulit dilakukan karena hama ini bila siang hari bersembunyi didalam tanah atau bisa juga dilakukan dengan membongkar tanah semetode berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. Apabila serangan banyak, bisa menemprot menggunakan Profenos 1,5 - 2 ml/lt, atau Klorfenapir 1 - 1,5 ml/lt.

3. Penyakit Busuk Hitam.
Yang menimbulkan penyakit ini adalah bakteri, adapun tanda-tanda serangan penyakit ini dimulai dari bagian tepi daun yang terinfeksi berwarna kuning pucat, yang kemudian meluas ketengah. Penyakit  ini berbentuk batang, dengan kisaran ukuran 0,7  sampai 3,0  kali 0,4 sampai 0,5 mm, membentuk rantai, berkapsula, tidak bersepora, bergerak dengan satu flagellum polar.

Metode mengendalikannya yaitu dengan melakukan penyemprotan bakterisida layaknya Agrimysin ataupun Agreptdi kosentrasi 0,1% - 0,2%. Pencegahan yang bisa dilakukan dengan melakukan sterilisasi benih sebelum disemaikan dengan menggunakan air hangat bersuhu 500C selama 30 menit. Melakukan pergiliran tanaman yang bukan sefamili dengan rentang waktu ±3 tahun berturut-turut khususnya di wilayah basis penyakit busuk hitam, menjaga kebersihan kebun.

Jangan Lewatkan : Bagaimanakah Cara Agar Lumut Tidak Tumbuh di Kolam

4. Penyakit Akar Bengkak
Penyakit ini terkadang disebabkan oleh Cendawan Plasmodphora baraaicaevar. Tanda-tanda Pembengkakan di akar yang mengakibatkan rusak dan membusuknya sususnan jaringan akar. Pengendalian dengan menyemprotkan larutan sublimat dengan konsentrasi 0,05 % - 0,1 % kedalam tiap-tiap lubang tanaman, dengan dosis masing-masing 125 cc - 250 cc.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hama dan Penyakit Tanaman Brokoli"

Posting Komentar