HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PARANET

Paranet, Jual Paranet, Shading Net, Harga Paranet, Jual Shading Net, Insect Net, Insect Screen, Jaring Kasa, Kasa Hijau, Kasa Putih, Paranet 50%, Paranet 65%, Paranet 75%, Paranet 85%, Paranet Nylon, Jaring Polynet (Safety net), Jaring Pengaman Proyek, Waring Ikan, Waring Hitam, Waring Pagar



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara dan Metode Aplikasi Stimulan Pada Tanaman Karet

Stimulan pada tanaman karet pada awalnya ditujukan untuk mengurangi biaya tenaga kerja. Dengan menggunakan stimulan interval penyadapan dapat diturunkan dari d/2 (dua hari sekali) menjdi d/3 (tiga hari sekali) sehingga kebutuhan penyadap juga akan berkurang sedangkan produksi yang diperoleh relatif sama. Namun saat ini aplikasi stimulan sudah menjadi baku teknis di perkebunan karet (terutama perkebunan besar/perusahaan). Stimulan yang banyak digunakan adalah yang berbahan aktif etefon (2-chloroethyl phosponic acid), selain itu masih ada jenis stimulan lain yang berbahan aktif polyethylenglicol dan stimulan gas etilen.

Pada artikel kali ini kita akan membahas metode aplikasi stimulan cair (etefon atau polyethilenglicol) sedangkan aplikasi stimulan gas memiliki metode tersendiri . Perlu dipahami bahwa efektifitas aplikasi stimulan cair sangat dipengaruhi tingkat penyerapan bahan aktif stimulan oleh tanaman di samping kualitas produk stimulan itu sendiri. Metode aplikasi stimulan cair yang umum digunakan antara lain:

Metode Groove Application (Ga)
Aplikasi stimulan dengan metode ini yaitu dengan menarik gerah yang ada di panel sadap (scrap) kemudian mengoleskan stimulan pada alur sadapnya dengan merata. Alat yang digunakan biasanya kuas kecil atau sikat gigi bekas. Metode ini adalah yang paling umum digunakan pada penyadapan ke arah bawah (Downward tapping) dengan pelarut air.

Metode Panel Aplication (Pa)
Yaitu dengan menarik scrap yang ada di alur sadap selanjutnya stimulan dioleskan di alur sadap dan di dinding bekas sadapan. Metode ini sangat efektif diterapkan karena bidang serapan lebih luas, namun harus berhati-hati karena dosis yang diberikan sangat rentan berlebihan sehingga menyebabkan tanaman stres .

Metode Lace Application (La)
Metode ini juga untuk irisan ke arah bawah yaitu dengan mengoleskan stimulan pada alur sadap tanpa menarik scrapnya. Metode ini memiliki tingkat efektifitas yang lebih rendah dibanding dua metode di atas karena stimulan terhalang scrap sehingga penyerapan tanaman kurang maksimal. Keunggulan metode ini adalah lebih mudah dilaksanakan dan relatif lebih aman bagi tanaman.

BACA JUGA 


Metode Bark Application (Ba)
Umumnya digunakan untuk irisan ke arah atas (Upward tapping). Stimulan dioleskan di kulit yang akan disadap (bukan di alur sadap), namun sebelum dioleskan kulit pasir harus di kerok tipis (selebar 1-1,5 cm) sehingga penyerapan lebih optimal. Stimulan yang digunakan dapat dilarutka dengan minyak sawit (CPO : Crude Palm Oil) agar efektivitasnya maksimal.

Strategi & Cara Aplikasi Stimulan Pada Tanaman Karet
Stimulan pada tanaman karet pada awalannya diperuntukkan buat kurangi biaya tenaga kerja. Berbarengan menggunakan stimulan interval penyadapan dapat di turunkan dari d/2 (dua hri sekali) menjdi d/3 (tiga hri sekali) jadi kebutuhan penyadap juga bisa berkurang sedang produksi yg didapat relatif sama. Namun saat ini aplikasi stimulan sudah jadi baku tehnis di perkebunan karet (terlebih perkebunan besar/perusahaan). Stimulan yg banyak dibutuhkan yaitu yg memiliki bahan aktif etefon (2-chloroethyl phosponic acid), kecuali itu tetaplah ada kelompok stimulan lain yg memiliki bahan aktif polyethylenglicol & stimulan gas etilen.

Pada artikel kesempatan ini kita akan mengulas cara aplikasi stimulan cair (etefon atau polyethilenglicol) sedang aplikasi stimulan gas memiliki cara sendiri. Perlu dipahami kalau efektifitas aplikasi stimulan cair sangat begitu di pengaruhi tingkat penyerapan bahan aktif stimulan oleh tanaman di samping mutu product stimulan tersebut. Cara aplikasi stimulan cair yg umum digunakan diantaranya :

Cara Groove Application (Gak)
Aplikasi stimulan berbarengan cara ini adalah dgn menarik gerah yg ada di panel sadap (scrap) kemudian memoleskan stimulan pada alur sadapnya dgn rata. Media yg digunakan rata rata kuas mungil atau sikat gigi seken. Cara ini yaitu yg paling umum digunakan pada penyadapan ke arah bawah (Downward tapping) berbarengan pelarut air.

Cara Panel Aplication (Pa)
Adalah dgn menarik scrap yg ada di alur sadap lalu stimulan dioles-oleskan di alur sadap & di dinding secon sadapan. Cara ini sangat begitu efisien diaplikasikan karena sisi serapan lebih luas, namun harus waspada sebab dosis yg diberikan sangat begitu rawan terlalu berlebih jadi mengakibatkan tanaman stres.

Cara Lace Application (La)
Cara ini juga buat irisan ke arah bawah yaitu berbarengan memoleskan stimulan pada alur sadap tak dengan menarik scrapnya. Cara ini memiliki tingkat efektifitas yg lebih rendah di banding dua cara di atas karena stimulan terhambat scrap jadi penyerapan tanaman kurang optimal. Kelebihan cara ini yakni lebih mudah dikerjakan & relatif lebih aman untuk tanaman.

Cara Bark Application (Ba)
Umumnya dibutuhkan buat irisan ke arah atas (Upward tapping). Stimulan dioles-oleskan di kulit yg akan disadap (bukanlah di alur sadap), namun sebelumnya dioles-oleskan kulit pasir harus di kerok tipis (selebar 1-1, 5 cm.) jadi penyerapan lebih maksimal. Stimulan yg digunakan bakal dilarutka berbarengan minyak sawit (CPO : Crude Palm Oil) agar efektivitasnya optimal.

# Untuk kebutuhan paranet & polybag pembenihan sawit, karet, kakao dll silahkan menghubungi kami di 0877-0282-1277 atau 08123-258-4950.
(dirangkum dari berbagai sumber).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara dan Metode Aplikasi Stimulan Pada Tanaman Karet"

Posting Komentar